5 Fakta Paling Mengejutkan Tentang Kecerdasan Hewan [Bag-1]

Oleh : Iqbal Vetra

[UNIKNYA.COM] Sebagaimana yang kita tahu, manusia adalah salah satu makhluk yang paling sempurna. Manusia dibekali dengan akal serta pikiran yang hidup dan maju sehingga manusia dapat mengelola bumi ini. Karenanya tak salah bila kemudian mengatakan bahwa manusia adalah makhluk tercerdas dan terpintar di bumi. Namun bicara mengenai kecerdasan, rupanya tak hanya manusia saja yang dibekali kecerdasan. Pasalnya, binatang juga dibekali dengan kecerdasan oleh Sang Pencipta.

Meski hanya bersifat naluriah, namun kecerdasan-kecerdasan binatang ini adalah sesuatu yang amat luar biasa. Tak hanya berlaku di dunia satwa, kecerdasan mereka juga telah memberi kontribusi penting bagi kehidupan manusia. Berdasarkan sebuah penelitian independen, tercatat ada beberapa fakta mengejutkan tentang kecerdasan hewan. Simak ulasannya berikut ini.

1. Simpanse – Awal Mula Tren Fashion

Sebagai manusia kita memang sering mengaggumi dan meniru style atau gaya fashion seseorang. Namun ada juga dari kita yang sering mengejek orang yang tidak mengikuti tren fashion terbaru dalam masyarakat. Tidak perlu heran karena ternyata kita memiliki kecendrungan meniru yang sama dengan simpanse.

200329402-001

Sumber : listverse.com, old.uniknya.com

Menurut sebuah penilitian yang diterbitkan dalam Animal COgnition, perilaku meniru simpanse mengarah pada tradisi baru dari kelompoknya. Kasus ini mirip dengan tren fashion baru yang muncul dalam masyarakat kita.

Sebagai contoh, salah satu peneliti berhasil mengamati simpanse betina bernama Julie yang berulang kali membawa potongan rumput dan menempelkannya di salah satu atau kedua telinganya. Seiring waktu, simpanse lain dalam kelompoknya ikut meniru perilaku Julie. Beberapa simpanse terus menempatkan rumput ditelinga mereka bahkan setelah Julie meninggal. Beberapa simpanse (dan manusia) akan selalu melestarikan tradisi mereka bahkan ketika mereka dianggap ketinggalan zaman.

Para peneliti menyimpulkan bahwa perilaku menempatkan rumput di telinga bukanlah perilaku acak antara simpanse. Mereka secara aktif mempelajari perilaku satu sama lain hingga mereka menemukan manfaatnya, bahkan setelah pencetusnya mati.

2. Anjing – Mengingat Aroma Manusia yang Mereka Cintai Daripada Aroma Anjing Lainnya

478286965

Sumber : listverse.com, old.uniknya.com

Aroma parfum dari orang yang kita cintai dapat memicu reaksi emosional langsung dalam diri kita. Bagi anjing, dengan indra penciuman mereka, reaksi itu akan lebih kuat. Seperti yang dipublis dalam jurnal Behavioral Processes, yang meneliti bagaimana anjing menanggapi aroma manusia dan anjing lainnya.

Dari penelitian tersebut menghasilkan bahwa anjing akan menimbulkan respon yang sama antara manusia dan anjing, yang akrab maupun yang asing, pada otak yang mendeteksi bau. Namun di daerah otak yang berhubungan dengan emosi, anjing itu akan merespon aroma lebih kuat pada manusia yang akrab dengannya dibanding hubungan keakraban dengan anjing lainnya. Namun respon baik itu timbul jika manusia/majikannya benar-benar mencintainya. Jika sudah begitu, anjing akan selalu mengingat aroma orang tersebut bahkan ketika mereka telah tiada.

3. Burung  yang Jarang Bernyanyi Memiliki Ingatan Jauh Lebih Baik

Burung kicau yang menguasai banyak lagu bukan berarti burung itu lebih baik dan istimewa, seperti yang kita pikirkan. Dalam dunianya, burung kicau yang jarang bernyanyi justru memiliki kemampuan yang lebih.

Menurut penelitian dari Duke University, burung gereja jantan memiliki keterkaitan antara jumlah lagu yang mereka nyanyikan dan kekuatan mental lainnya- dalam hal ini kekuatan ingatan. Sang pejantan yang hanya menguasai sedikit lagu, cenderung mampu memecahkan teka-teki test penemuan makanan – ditunjukan untuk menarik perhatian sang betina. Ia dapat mengingat dimana makanan itu berada dengan cepat.

469036823

Sumber : listverse.com, old.uniknya.com

Para peneliti percaya bahwa hal ini menunjukan bahwa keterkaitan antara mempelajari lagu dan kemampuan mental lainnya, tersimpan dalam ruang otak mereka. Keduanya dikendalikan oleh area otak yang berbeda. Jika daya otak lebih banyak digunakan untuk mempelajari lagu, maka akan sedikit tersisa untuk kemampuan daya ingatnya.

4. Lalat Buah – Berpikir Sebelum Mereka Bertindak

Siklus hidup seekor lalat buah biasanya kurang dari 60 hari. Tapi tahukah Anda bahwa masa hidup yang singkat itu digunakan lalat untuk mengembangkan berbagai hal kemampuan. Tapi ada satu fakta mengejutkan yang diungkap oleh para peneliti di Oxford University yang menyebutkan bahwa lalat buah akan berfikir dahulu sebelum bertindak. Mereka bahkan mengambil lebih banyak waktu untuk berfikir ketika membuat keputusan sulit, meski masa hidup mereka tak lebih dari 60 hari!

 

Sumber : listverse.com, old.uniknya.com

Sumber : listverse.com, old.uniknya.com

 

Untuk memulai percobaan, para peneliti melatih lalat buah Drosophila untuk menentukan kosentrasi tertentu dari bau. Kemudian lalat itu disimpan dalam ruang yang sempit. Dan disalah satu ujung ruang ada kosentrasi bau yang harus dihindari dan ada pula kosentrasi yang berbeda dari bau yang sama.

Ketika kosentrasi bau mudah untuk dibedakan, maka lalat buah akan dengan cepat pergi ke ujung yang benar dari ruang tersebut disetiap waktunya. Namun ketika kosentrasi sulit dibedakan, lalat buah akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk memutuskan. Para peneliti menyimpulkan bahwa mereka mengumpulkan informasi sebelum membuat keputusan.

Para peneliti memprediksi bahwa proses pengambilan keputusan lalat buah sama halnya dengan model matematika yang digunakan manusia dan primata. Hal ini menunjukkan bahwa lalat buah memiliki kecerdasan tinggi jauh dari yang kita pikirkan sebelumnya.

5.Gajah Asia – Menghibur Sesamanya Saat Kesulitan

Perilaku menghibur memang jarang diperlihatkan oleh beberapa jenis hewan, karena perilaku itu memerlukan rasa empati. Sampai saat ini, kelompok hewan yang menampilkan perilaku ini hanya kera besar, gagak, dan anjing.  Tapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PeerJ menunjukan bahwa gajah Asia kini masuk dalam kelompok tersebut, karena ternyata mereka juga dapat menunjukan perilaku menghibur pada sesamanya.

Hasil tersebut didapat oleh para peneliti yang telah mengamati sekelompok 26 gajah Asia selama satu tahun di sebuah penangkaran gajah di Thailand. Ketika gajah mengalami kondisi terganggu atau stres oleh keberadaan anjing atau ular didekatnya, maka ia akan mengibaskan telinga, ekor dan mengeluarkan suara gemuruh. Ketika hal itu terjadi, para peneliti mengamati bahwa gajah lain akan langsung menghampirinya untuk menenangkan dan menghiburnya, dengan menggunakan suara ataupun kenyamanan fisik.

Seekor gajah yang sedang menghibur cenderung akan membuat suara, seperti menenangkan bayi manusia dengan suara “shh.” Gajah tersebut juga akan menggunakan belalainya untuk membelai wajah dan memeluk gajah yang tertekan itu. Perilaku menghibur itu juga akan ditiru oleh gajah yang berada didekatnya.

78718793

Sumber : listverse.com, old.uniknya.com

Perilaku menghibur ini juga akan diteliti oleh para peneliti pada gajah liar lainnya. (**)

Sumber : Listverse.com, old.uniknya.com, Juli 2014  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com