5 Rumah dan Tanah Bertahan untuk Harga yang Pas

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Proses pembebasan lahan untuk sebuah pembangunan selalu memiliki cerita yang unik di dalamnya. Baik pemerintah dan pihak pengembang harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dilakukan oleh pemilik tanah. Meski banyak pemilik tanah yang pada akhirnya menyerah dengan harga yang diberikan oleh pihak pengembang. Akan tetapi ada pula yang bersikukuh bertahan hingga muncul tawaran dengan harga yang pas. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 rumah dan tanah Bertahan untuk harga yang pas:

1. Rumah Edith Macefield, Seattle, Amerika Serikat

 Rumah Edith Macefield, Seattle, Amerika Serikat

Rumah Edith Macefield, Seattle, Amerika Serikat (blogspot.com)

Nama Edit Macefield menjadi popular pada 2006 setelah menolak untuk menjual rumahnya seharga 1 juta dolar AS, tawaran tersebut diberikan oleh pengembang yang akan membangun gedung komersial di kawasan Kota Seattle, Amerika Serikat. Edith seakan menjadi sosok pahlawan ketika melawan berbagai tawaran dan godaan untuk menjual tanah dan rumahnya yang telah berusia 108 tahun. Sayangnya, perjuangannya terhenti setelah Edith meninggal dunia di usia 86 tahun.

Namun berdasarkan surat wasiat yang ditemukan, Edith bersedia menyerahkan tanah dan rumahnya kepada pengawas pembangunan, Barry Martin, yang sangat bersahabat kepadanya. Pada 2009 Barry memutuskan untuk menjual rumah tersebut kepada pemilik perusahaan pengembang, Greg Pinneo seharga 310.000 dolar AS. Uniknya, Greg tidak serta merta meruntuhkan dan menggantinya dengan bangunan baru. Ia merenovasi dan rumah milik mendiang Edit Macefield tersebut akan dijadikan kantor pemasaran dan pelatihan marketing.

2. Rumah Austin Spriggs, Washington DC, Amerika Serikat

Rumah Austin Spriggs, Washington DC, Amerika Serikat (blogspot.com)

Rumah Austin Spriggs, Washington DC, Amerika Serikat (blogspot.com)

Pada 2006 lalu, rumah milik Austin Spriggs menjadi sebuah duri dalam daging bagi pihak pengembang properti. Ia menolak untuk menyerahkan rumahnya begitu saja kepada pihak pengembang, ia bahkan menawarkan harga lebih dari 3 juta dolar As meskipun harga pantas untuk rumah dan tanah tersebut hanya seharga 200 ribu dolar AS saja pada 2008. Namun Austin menolak harga yang ditawarkan oleh pihak pengembang, dan bertahan di rumah tersebut sambil berjualan pizza.

3. Bangunan di Shenzhen, China

Bangunan di Shenzhen, China (blogspot.com)

Bangunan di Shenzhen, China (blogspot.com)

Pada tahun 2006, Cai Zhuxiang dan Zhang Lianhao dengan bangga mempertahankan bangunan berlantai 7 tersebut untuk tetap berdiri di Distrik Luohu di Shenzhen, China. Keduanya menolak untuk menyerahkan bangunan dengan harga yang ditawarkan oleh pihak pengembang. Hingga pada tahun 2007 kesepakatan dengan harga yang pas pun tercapai, yakni sebesar 1 juta dolar AS. Bangunan yang telah berusia 10 tahun pun akhirnya tergusur untuk dijadikan pusat finansial Shenzen, China.

4. Tanah Kuburan di Taiyuan, China

Tanah Kuburan di Taiyuan, China (blogspot.com)

Tanah Kuburan di Taiyuan, China (blogspot.com)

Para pekerja sepertinya harus terbiasa bekerja berdampingan dengan tanah kuburan yang tepat berada di kawasan proyek gedung pencakar langit di Kota Taiyuan. Berdasarkan kabar, sang ahli waris menolak untuk menjual tanah tersebut karena tidak kunjung mendapatkan harga yang pas. Padahal pada Desember 2012 lalu pihak pengembang telah menawarkan harga sebesar 1 juta yuan, sebagai kompensasi. Namun keluarga ahli waris masih menunggu angka lainya yang pas.

5.Tanah Perkebunan di Narita International Airport, Jepang

Tanah Perkebunan di Narita International Airport, Jepang (blogspot.com)

Tanah Perkebunan di Narita International Airport, Jepang (blogspot.com)

Sementara di negeri matahari terbit, Jepang, berawal dari pembangunan bandara yang dilakukan pada 1966 silam. Proses pembebasan tanah yang alot tersebut menyisakan satu lahan perkebunan, yang bahkan hingga 20 tahun kemudian masih menjadi pemandangan menyebalkan di Narita International Airport. Lebih uniknya lagi keluarga pemilik rumah tersebut tidak merasa terganggu dengan bisingnya suara mesin jet yang hilir mudik melewati atap rumah mereka setiap hari. (**)

Sumber: theworldgeography.com, old.uniknya.com, Juli 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com