5 Kota dan Desa di Atas Bukit (Bagian – II Habis)

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Kota bukit atau desa bukit merupakan pemukiman yang didirikan di atas puncak bukit. Di Eropa pemukiman di puncak bukit merupakan sisa-sisa peradaban di masa Abad Pertengahan, tujuannya adalah untuk menghindari serangan dan menyerang musuh dengan efisien. Jalanan yang luas, tembok dan benteng bangunan yang tersusun dari bebatuan menjadi ciri kota dan desa bukit. Di Abad modern pemukiman di atas bukit tersebut menjadi obyek wisata yang sangat menarik, yang akan membawa para wisatawan bernostalgia ke Abad Pertengahan:

 

1. Marvão, Portugal

(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

Marvão, Portugal(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

 

Marva merupakan desa bukit yang spektakuler bergaya Abad Pertengahan, terletak diketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Memiliki bangunan gaya Abad Pertengahan yang dilingkari jalanan bebatuan putih, dibangun di atas bukit berbatu yang dikenal dengan Serra de Marvao. Di Desa Marvao terdapat sebuah kastil yang didirikan pada abad ke-13, keberadaanya merupakan sebuah magnet pariwisata di Portugal.

Para wisatawan yang berkunjung ke desa bukit Marvao ini akan disuguhi oleh pemandangan menakjubkan mulai dari lansekap wilayah Spanyol hingga Pegunungan Sera da Estrela di Portugal. Bahkan jika Sobat Unik datang di saat musim dingin, maka terlihat keindahan lansekap yang diselimuti salju.

 

2. Kasbah Tizourgane, Maroko

(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

Kasbah Tizourgane, Maroko(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

 

Sementara di Maroko terdapat Kasbah Tizourgane yang menjadi daya tarik wisatanya. Sebuah desa bukit yang berdiri di kawasan benteng batu terletak di kawasan Gunung Anti Atlas, Maroko Selatan. Kasbah Tizourgane yang dibangun pada abad ke-13 ini, merupakan tempat perlindungan para petani dan peternak di Anti Atlas ketika terjadi peperangan. Kasbah Tizourgane dikelilingi oleh hamparan ladang hijau mulai dari pohon almond, kaktus hingga kehidupan kambing gunung yang liar.

 

3. Peillon, Perancis

 Peillon, Perancis(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

Peillon, Perancis(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

 

Berbeda dengan desa bukit Peilon yang terdapat di kawasan Maritim-Alpes, beberapa kilometer dari sebelah utara Monako dan Cote d’azur di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Peilon merupakan salah satu desa bukit yang menjadi daya tarik wisata di wilayah Kerajaan Monako. Maka taheran jika desa yang telah berdiri sejak 500 tahun yang lalu, memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kerajaan Spanyol.

selain terletak di puncak tebing, para wisatawan pun akan disuguhi pemandangan pegunungan tinggi yang membelakanginya. Selain itu lansekap hijau lembah, sungai dan pesisir pantai Riviera, sehingga semuanya terlihat kontras dan dramatis.

 

4. Trevi, Italia

Trevi, Italia(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

Trevi, Italia(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

 

Trevi merupakan sebuah desa kuno yang terletak di Umbria, Italia. Trevi merupakan sebuah desa yang dibangun di Abad Pertengahan, maka tak heran jika lokasinya merupakan daratan yang ekstrem. Karena selain untuk menyulitkan musuh yang akan menyerang juga, memudahkan untuk melakukan serangan balik.

Di Desa Trevi wisatawan akan disuguhi pemandangan yang indah, salah satunya adalah jalur kereta utama dari Roma menuju Ancona, kemudian Florence ke Roma melewati Perugia. Selain itu Trevi pun dikelilingi oleh kebun pohon zaitun, hutan dan padang rumput.

 

5. Puycelci, Perancis

Puycelci, Perancis(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

Puycelci, Perancis(Sumber:wordpress.com,old.uniknya.com)

 

Desa Puycelci terletak di wilayah Tarn, Perancis bagian selatan. Karena keindahan dan kecantikannya Puycelci dimasuk ke dalam daftar ‘The Most Beautiful Villages of France’ oleh asosiasi pariwisata di Perancis. Nama Puycelci atau ada pula yang menuliskannya dengan ‘Puycelsi’, berasal dari bahasa Celtic, ‘Celto Dun,’ sebuah benteng kayu yang dibangun di atas bukit. Kemudian diubah menjadi ‘Podium Celsium’ oleh bangsa Romawi.

Desa Puycelci sendiri dibangun pada abad ke-10 oleh para Biarawan Benedictin. Sebelumnya di Puycelci terdapat sebuah kastil yang berdiri megah, namun pada 1229 dihancurkan oleh para prajurit Kerajaan Perancis. Bahkan di masa selanjutnya, terutama abad ke-10 dan ke-14 Puycelci beberapa kali mengalami serangan dari pihak-pihak yang bertikai.(**)

Sumber: theworldgeogprahy.com, old.uniknya.com, Juni 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com