5 Fakta Jose “Mou” Mourinho (Bagian I)

Oleh : Gabo

[UNIKNYA.COM]: Sobat Unik, siapa yang tidak mengenal sosok pelatih asal Portugal ini. Ya, namanya mencuat setelah FC Porto, klub yang dilatihnya saat itu berhasil menjuarai Liga Champions pada 2004. Selain pembawaannya yang eksentrik, ia juga terkenal sebagai juru taktik yang handal. Berikut 5 fakta tentang Jose Mourinho yang berhasil kami rangkum:1. Julukan “The Special One”

(sumber : wordpress.com)

The Special One (sumber : wordpress.com)

Dikalangan keluarga dan para sahabatnya ia dipanggil “Ze”, sebuah panggilan akrab Jose Mourinho sejak masih kanak-kanak. Tapi dikalangan penggemar Chelsea, ia dikenal sebagai “The Special One”, julukan yang idambil saat konferensi pertamanya setelah resmi bergabung dengan Chelsea. “Tolong jangan panggil aku sombong, tapi saya telah  menjuarai Eropa dan saya pikir saya adalah ‘The Special One’,” ucapnya kepada wartawan. Julukan tersebut juga semakin melekat ketika ia berhasil meraih gelar juara liga di empat negara yang berbeda.

2. Spesialis Juara

(sumber : ronaldo7.net)

Jose Mourinho saat membawa Inter Milan Juara Liga Champions (sumber : ronaldo7.net)

Mourinho bisa dibilang pelatih terbaik dari generasinya. Ia telah memenangkan empat gelar liga di empat negara yang berbeda yaitu Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol. Selain menjuarai liga, Mou juga berhasi meraih gelar Piala UEFA 2003 dan Liga Champions 2004 bersama Porto, Piala FA dan Piala Liga bersama Chelsea, dan Liga Champions dan Piala Italia bersama Inter Milan, yang kala itu berhasil meraih Treble Winner bersejarah di Serie A. Walaupun karirnya menurun di pentas liga Spanyol, ia masih bisa meraih gelar juara Copa Del Rey pada 2011 dan Juara Liga Spanyol pada 2012 bersama Real Madrid.

3. Pemain Medioker

(sumber : wordpress.com)

Mou saat berkarir sebagai pemain sepakbola (sumber : wordpress.com)

Berbanding terbalik dengan karir kepelatihannya yang cemerlang, Mou mengahadapi masa suram ketika mencoba menjadi pemain profesional. Ia tidak terlalu berbakat, sehingga ia gagal menembus tim utama di beberapa klub sejak 1980 hingga 1987. Sejak itu Mou lebih memutuskan untuk gantung sepatu dan memilih fokus kepada pendidikan kepelatihannya. Ia juga pernah mengikuti kursus kepelatihan yang diselenggarakan di Inggris dan Skotlandia di bawah mantan manager Andy Roxburgh.

4. Kemampuan Berbahasa Inggris Mumpuni

(sumber : ronaldo7.net)

Jose Mourinho dan Sir Bobby Robson (sumber : ronaldo7.net)

Salah satu yang membuat Mou meraih sukses di Inggris adalah kemampuan berbahasa Inggis yang mumpuni. Hal tersebut tidak mengherankan, karena ia pernah menjadi staf pelatih sekaligus penerjemah bahasa Portugis saat Legenda Inggris Sir Bobby Robson melatih Sporting Lisbon di Portugal pada tahun 1992.

5. Disukai Pemain

(sumber : blogspot.com, old.uniknya.com)

Mou dan Materazzi menangis saat mengucapkan salam perpisahan (sumber : blogspot.com, old.uniknya.com)

Meskipun pada musim terakhirnya bersama Real Madrid sedikit ternodai oleh konflik dengan Iker Casillas dan Pepe, pelatih asal portugal ini juga dikenal dekat dengan pemain yang ia latih. Pada sebuah wawancara surat kabar The Guardian, Drogba mengungkapkan rasa kecewa ketika mengetahui Mourinho hengkang dari Chelsea pada 2007. “Kami memanggilnya Daddy”, kata Drogba. Selain itu Marco Materazzi menangis ketika Mou mengucapkan selamat tinggal setelah tidak lagi membesut Intermilan pada 2010.(**)

Sumber : berbagai sumber, old.uniknya.com, Juni 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com