5 Mitos Tentang Tahi Lalat di Berbagai Perabadan Dunia

Oleh : Timun

[UNIKNYA.COM] Sobat Unik, setiap manusia pasti memiliki tahi lalat pada kulit di tubuhnya. Bahkan tahi lalat seseorang pada bagian tubuh tertentu selalu dikaitkan dengan nasib orang tersebut di masa depannya. Namun, beberapa orang merasa kurang percaya diri apabila terdapat tahi lalat pada bagian tubuh tertentu. Berikut kami rangkum 5 mitos tahi lalat di peradaban dunia, sebagai berikut :

 

1. Peradaban Yunani Kuno

Konon, masyarakat Yunani Kuno mempercayai bahwa tahi lalat dapat menentukan nasib seseorang. Seorang juru tulis Raja Ptolemeus I yang bernama Melampus, menuliskan ramalan tentang nasib seseorang berdasarkan letak tahi lalat pada bagian tubuh manusia.

Menurut Melampus, seseorang yang memiliki tahi lalat di daerah pipinya dapat diartikan bahwa dia akan memiliki kekayaan yang sangat besar di masa depannya. Namun, orang yang memiliki tahi lalat di leher bagian belakang, maka orang tersebut akan mati dengan cara dipenggal.

(Sumber:wordpress.com)

Peradaban Yunani Kuno(Sumber:wordpress.com)

 

 

2. Peradaban Cina Kuno

Menurut masyarakat Cina Kuno, tahi lalat merupakan media penentu nasib seseorang yang mudah dilihat. Tahi lalat juga bisa menjadi peringatan terhadap sesuatu yang berbahaya dan mengingatkan sebuah keberuntungan orang tersebut.

Sebuah tradisi Cina Kuno yang bernama tradisi Moleomancy merupakan salah satu ilmu dalam pengobatan Cina Kuno tentang ramalan tahi lalat dan tanda lahir manusia. Dalam tradisi tersebut disebutkan adanya sembilan titik di wajah yang disebut dengan titik kemakmuran dan apabila di titik tersebut terdapat tahi lalat, maka dapat menentukan nasib baik atau buruk.

(Sumber:wordpress.com)

Peradaban Cina Kuno(Sumber:wordpress.com)

 

 

3. Romawi Kuno

Tahi lalat yang dapat menentukan nasib seseorang tersebut dianggap sebagai masalah bagi para wanita Romawi Kuno. Bangsa Romawi Kuno, terutama para wanita percaya bahwa kulit tubuh yang mulus adalah sebuah simbol kecantikan mereka. Oleh karena itu, tahi lalat dan tanda lahir tersebut berusaha untuk dihapus dan dipudarkan.

Pada era Romawi Kuno, para wanita menggunakan abu yang terbuat dari hewan siput untuk memudarkan bahkan menghilangkan tahi lalat dan tanda lahir mereka.

Romawi Kuno

Romawi Kuno(Sumber:wordpress.com)

4. Ratu Victoria

Perbincangan seputar tahi lalat ini juga berkembang pada era Ratu Victoria, yaitu dengan adanya Frenologi. Frenologi merupakan sebuah ilmu yang menganalisis kepala manusia untuk mengetahui kepribadian, karakter, dan kecerdasan manusia.

Dalam Frenologi, terdapat istilah Moleoscopy yang merupakan ilmu untuk mengidentifikasi karakter manusia berdasarkan letak tahi lalatnya. Dalam Moleoscopy, orang yang memiliki tahi lalat pada bagian dahi kanan, dianggap sebagai orang yang cerdas. Namun, orang yang memiliki tahi lalat pada bagian dahi kiri, dianggap orang yang tidak bisa mengatur keuangan atau boros.

Ratu Victoria

Ratu Victoria(Sumber:wordpress.com)

5. Peadaban Barat 1950-an

Tahi lalat seseorang kemudian dianggap sebagai penentu karakter dan kepribadian seseorang. Pada tahun 1950-an, tahi lalat sangat trend menjadi simbol sensualitas perempuan. Hal tersebut dikarenakan seorang artis yang bernama Marilyn Monroe; yang memiliki tahi lalat pada dekat bibirnya.

Kemudian artis Madonna dan Cindy Crawford juga memiliki tahi lalat di dekat bibirnya. Sehingga pada era 1950-an, banyak wanita yang mengharapkan mempunyai tahi lalat di dekat area bibirnya.(**)

(Sumber:wordpress.com)

. Peadaban Barat 1950-an(Sumber:wordpress.com)

 

 

Sumber : Blogspot.com, old.uniknya.com, Mei 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com