5 Hewan Pengurai Bangkai (Bagian – I)

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Cepat atau lambat kematian akan dialami oleh mahluk hidup di muka bumi. Beberapa penyebab kematian di antaranya penyakit, kelaparan, pertarungan bahkan secara misterius. Dan ketika bagi sebagian orang kematian menyedihkan, namun bagi sebagian mahluk lainnya adalah hal yang menyenangkan. Hewan pengurai bangkai misalnya, mereka sangat bergantung hidupnya terhadap kematian mahluk baik manusia maupun hewan. Meskipun terasa kejam, namun mereka bertugas penting dalam menjaga rantai makanan. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 hewan pengurai bangkai:

 

1. Belatung

(Sumber:wordpress.com)

Belatung(Sumber:wordpress.com)

Belatung merupakan mahluk hidup yang hampir tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya. Tanpa belatung mungkin mayat-mayat mahluk hidup berserakan baik di atas maupun di dalam tanah. Mahluk kecil ini hidup dengan memakan bangkai atau mayat mahluk hidup dan sangat lahap. Mungkin ia tidak terlihat rakus, namun ia memakai jaringan tubuh yang mati perlahan-lahan hingga hanya menyisakan belulang saja.

Metode memakan dan mencerna makanannya pun sangat unik terlebih mereka tidak memiliki rahang dan tenggorokan. Dengan bantuan enzim mereka bisa menghisap jaringan tubuh bangkai atau mayat, bahkan belatung mampu bernafas meski berada jauh di dalam tubuh bangkai. Karena belatung memiliki alat pernafasan yang letaknya berada di anus, sementara kepalanya berada di dalam daging bangkai.

 

2. Cacing Tulang.

(Sumber:wordpress.com)

Cacing Tulang.(Sumber:wordpress.com)

Mahluk invertebrata, Osedax worms atau cacing tulang merupakan hewan pengurai yang unik. Invertebrata yang satu ini bekerja menguraikan setelah para karnivora menghabiskan daging bangkai. Osedax worm merupakan hewan pengurai yang senang sekali apabila mendapatkan tulang belulang. Para ilmuwan menyebut cacing yang satu ini sebagai cacing zombie, mahluk invertebrata ini bahkan lebih menyerupai tanaman daripada cacing. Osedax worm hidup, makan dan berkembang biak di atas tulang belulang yang ada di dasar laut. Bahkan cacing zombie dengan bantuan bakteri mendapatkan makanan dari tulang yang merupakan tempat tinggalnya.

 

3. Hagfish

(Sumber:wordpress.com)

Hagfish(Sumber:wordpress.com)

Di lautan bangkai merupakan makanan yang menjadi rebutan bagi para penghuni laut. Mulai dari hiu, paus, kepiting, cacing hingga binatang mikroskopik lainnya sangat senang apabila mendapatkan bangkai. Salah satu pengurai bangkai di lautan adalah hagfish, mahluk invertebrata yang hidup jauh di kedalaman laut.

Seperti belatung, hagfish tidak memiliki rahang meski memiliki gigi untuk menggigit dan mengunyah makanannya. Uniknya lagi, kulit hagfish mampu menyerap nutrisi. Sehingga ketika mulutnya bekerja, kulit sepanjang tubuhnya pun menyerap nutrisi bangkai yang dihuninya. Hagfish banyak sekali ditemukan pada bangkai-bangkai paus

 

4. Tungau Kumbang Carrion

(Sumber:wordpress.com)

Hagfish(Sumber:wordpress.com)

Spesies tungau merupakan salah satu hewan yang melakukan simbiosis, salah satunya dengan menggunakan kumbang carrion sebagai kendaraan untuk berjalan-jalan di atas satu bangkai ke bangkai lain. meskipun bangkai yang ia sukai adalah telur atau larva dari lalat. Bahkan tungau ini dengan lahat menikmati belatung-belatung yang mati.

 

5. Burung King Vulture

(Sumber:wordpress.com)

Burung King Vulture (Sumber:wordpress.com)

Burung yang dijuluki King Vulture (Raja Heriang), Sarcoramphus papa, merupakan burung heriang yang paling besar bahkan paling berwarna di antara jenis lainnya. Bayangkan saja tubuhnya lebih besar dari seekor Andean Condor sekalipun. King Vulture berbeda dengan burung lainnya, ia adalah penyendiri (soliter). Meski demikian ia mencari makanan dengan cara mengikuti burung vulture lainnya yang sedang berburu bangkai. King Vulture memiliki paruh yang kuat, sehingga mampu merobek daging bangkai yang dilapisi kulit tebal sekalipun. (**)

 

Sumber: listverse.com, old.uniknya.com, Juni 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com