5 Penyakit yang Paling Menyakitkan

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Tidak ada manusia manapun yang mengharapkan aktifitas sehari-harinya harus terhenti oleh penyakit, bahkan harus menderita sebuah kesakitan yang sangat. Betapa menderitanya seseorang ketika rasa sakit itu mendera, hingga ia tidak mampu berdiri atau bahkan berjalan, dan jika kondisi demikian penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mendatangi pusat pelayanan kesehatan ataupun dokter terdekat. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 penyakit yang paling menyakitkan:

 

1. Endometriosis

[spoiler]

Endometriosis (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Endometriosis merupakan rasa sakit yang umun dialami oleh 10% perempuan. Rasa sakit ini terjadi ketika sel endometrium yang normalnya ditemukan di dalam uterus, namun ternyata tumbuh di bagian luar uterus mendekati lubang rahim, tuba fallopi bahkan usus. Pasien perempuan yang mengalami endometriosis akan mengalami rasa sakit yang menyerupai nyeri menstruasi, bahkan cukup untuk membuat perempuan terkuat di dunia merasakan sakit yang paling menyakitkan, hingga melumpuhkan aktifitas kesehariannya.

 

2.  Gastroenteritis (Flu Perut)

[spoiler]

Gastroenteritis (Flu Perut) (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Gejala flu perut ini biasanya diiringi dengan perasaan mual dan muntah, bahkan diare yang berlebihan, demam dan keram di beberapa bagian perut. Penyakit ini umum dialami oleh banyak orang. Gastroenitis disebabkan oleh bakteria dan parasit yang masuk ke dalam perut bersama makanan atau pun air minum. Akan tetapi gastroenitis meski disebut dengan flu perut, sama sekali tidak berhubungan dengan influensa.

 

3. Abses Gigi

[spoiler]

Abses Gigi (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Sepertinya tidak ada yang suka mengunjungi dokter gigi, namun terkadang dokter gigi ini menjadi peri yang akan memberi Anda ketenangan dan kebahagian di kemudian hari. Hal ini akan dirasakan ketika peri gigi tersebut menyembuhkan dan melepaskan penderitaan Anda dari rasa sakit yang diakibatkan oleh abses. Abses gigi disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dasar gigi sehingga menyebabkan infeksi dan membuat bagian gusi membengkak. Dokter gigi biasanya memberikan anti-biotik untuk mematikan bakteri yang ada di dasar gigi ataupun gusi, untuk selanjutnya dilakukan pencabutan ataupun perbaikan gigi.

 

4.  Otitis (Infeksi Telinga)

[spoiler]

Otitis (Infeksi Telinga) (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Rasa sakit yang diakibatkan oleh infeksi telinga ini sangatlah menyakitkan, namun itu tergantung otitis seperti apa yang dialami. Otitis media sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Saat bakteri melalui saluran Eustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga. Penyebab otitis media akut (OMA) dapat merupakan virus maupun bakteri. Pada 25% pasien, tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya. Virus ditemukan pada 25% kasus dan kadang menginfeksi telinga tengah bersama bakteri.

Pasien yang menderita infeksi telinga ini akan mengalami vertigo bahkan tidak mampu untuk berdiri bahkan berjalan.

 

5. Peritonitis

[spoiler]

Peritonitis (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Peritonitis ataupun peradangan yang terjadi di bagian perut merupakan sebuah komplikasi yang berbahaya karena mampu menginfeksi organ-organ yang ada di sekitar perut seperti usus buntu, salpingitis, ruptura saluran cerna, komplikasi pascaoperasi, iritasi kimiawi, atau dari luka tembus abdomen.

Pada keadaan normal, peritoneum resisten terhadap infeksi bakteri secara inokulasi kecil-kecilan. Kontaminasi yang terus menerus, bakteri yang virulen, penurunan resistensi, dan adanya benda asing atau enzim pencernaan aktif merupakan faktor-faktor yang memudahkan terjadinya peritonitis. (**)

 

Sumber: listverse.com, old.uniknya.com, November 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com