5 Papan Catur Kreatif Bikinan Sendiri

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Catur, setiap orang mengetahui sebagai salah satu olahraga yang dilakukan sambil duduk dan berpikir, dan mungkin olahraga yang terlalu serius. Namun catur merupakan olahraga yang menarik dan menantang kecerdasan seseorang dalam berstrategi. Jika Anda pencinta catur dan sudah bosan dengan desain catur yang begitu-begitu saja mungkin sebaiknya mencoba yang satu ini. Berikut old.uniknya.com, merangkum 5 set catur kreatif bikinan sendiri:

 

1. Set Catur Lampu

[spoiler]

Set Catur Lampu (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Seorang arsitek, konsultan desain sekaligus pecinta olahraga catur, Brent Blake, telah menciptakan papan catur unik dengan menjadikan lampu listrik sebagai bidak dan cermin sebagai papa/alas. Tidak hanya sampai di situ saja, ia pun mewarnai lampu pijar tersebut untuk membedakan budak yang satu dengan lainnya, sementara warnah putih khas catur digunakan pada alas penopang lampu-lampu tersebut. Brent menggunakan lampu dengan daya 7 watt untuk para perwira dan 11 untuk sisanya. Dan agar lampu tersebut tidak terlalu panas, Brent menggunakan komponen pengatur daya listrik.

 

2. Set Catur Logam

[spoiler]

Set Catur Logam (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Eric, seorang desainer asal Perancis ini memiliki cara yang berbeda dengan Brent, ia menggunakan perangkat keras sepeti baud, mur, skrup dan pipa. Sebagai alasnya ia menggunakan lempengan logam tipis yang telah dicat hitam-putih seperti khasnya set catur. Dan set catur ala Eric ini lebih menyerupai caturnya para robot, kenapa tidak? Warna khas dan karakter logamnya sangat kuat. Untuk raja dan ratu serta perwira lainnya, ia memasangkan mur di atas kepala para bidaknya.

3. Set Catur Nixie

[spoiler]

Set Catur Nixie (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Set catur yang satu ini lebih bergaya science-fiction, seorang pengembang Tony Adams alias Lasermad memiliki cara berbeda untuk mendesain set caturnya. Ia menggunakan lampu tabung gas nixie buatan Uni Soviet tahun 1980’an, sebagai bidak caturnya. Setiap bidak yang menyerupain lampu neon, akan mengeluarkan cahaya kuning layaknya lampu pijar. Adams melengkapi papan caturnya dengan PCB (printed circuit board). Sehingga cara kerja papan catur tersebut hampir sama dengan sistem pengisian ulang baterai, ketika bidak itu menempel maka secara simultan akan dialiri listrik untuk memijarkan gas yang ada di dalam tabung kaca.

Dan karena warna cahaya yang dihasilkan sama, maka untuk membedakannya Adams mengecat bagian dasar bidak dengan warna emas dan perak. Setiap lampu memliki beberaoa katoda yang akan memperlihatkan angka-angka khas Russia. Dan khusus yang memiliki kode K untuk king itu menandakan bidak raja, sementara A untuk alfiere untuk benteng (uskup).

 

4. Set Catur Chessbot

[spoiler]

Set Catur Chessbot (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Set catur yang satu ini memiliki bentuk cetakan tiga dimensi, karya swakarya (do it yourself) milik Joseph Larson memang lebih artistik dibandikan dengan yang selumnya. Nama chessbot sendiri tercipta dari para bidak yang bentuknya adalah robot. Bagian tangan adalah pion, ksatria sebagai kaki, sementara raja dan ratu yang digabungkan menjadi bagian dada dan kepalanya. Untuk membuat chessbot ini, Larson harus lebih dulu merancangnya melalui CAD dan layanan cetak tiga dimensi untuk mendapatkan set pertamanya. Dan saat ini ia menggunakan Markerbot Replicator 3D printer, agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

5. Set Catur 3 Dimensi

[spoiler]

Set Catur 3 Dimensi (sumber: blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

Serupa dengan chessbot karya Larson, prototipe set catur tiga dimensi karya Ji Lee lebih difokuskan pada alas caturnya. Ia mengadaptasikan medan peperangan yang biasanya terjadi di dalam pertempuran antar kerajaan. Atau bahkan menyimulasikan sebuah penyerbuan terhadap sebuah istana kerajaan. Dataran rendah dan tinggi, ia anggap sebagai perbukitan, pegunungan yang harus dilalui oleh pasukan kerajaan. Papan catur tiga dimensi ini dibuat dari beberapa bagian kayu yang terpisah, dan setelah mengalami proses pengeringan cat, baru bagian-bagian papan catur tersebut disatukan dengan cara dilem.(**)

Sumber: popularmechanics.com, old.uniknya.com, November 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com