5 Ular Penguasa Perairan

Oleh : Afina Fatharani

[UNIKNYA.COM]:Dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekali komunitas penghobi hewan yang menjadikan ular sebagai hewan peliharaan. Karena bermunculan komunitas tersebut, popularitas ular sebagai hewan berbahaya semakin luntur. Bahkan kini anak-anak dan perempuan pun mulai menggandrungi memelihara ular.

Namun, sebagian besar dari kita hanya mengetahui kalau ular mudah dijumpai di daerah rawa, hutan, gunung, gurun, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, atau daerah tandus. Daerah tersebut memang sebagai habitatnya, tetapi sebenarnya banyak jenis ular yang sepanjang hidupnya tidak pernah menginjak tanah, seperti berada di atas pohon, bahkan sebagian lainnya hidup secara akuatik, atau semi-akuatik di sungai-sungai, rawa, danau, dan laut. Ular darat, pohon, dan air sama-sama terbagi dua jenis, yakni ada yang berbisa dan tidak berbisa. Dan yang paling umum kesamaan dari semua ular, baik yang berbisa dan tidak berbisa tidak akan memilih menghindar saat bertemu manusia. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 macam ular yang hidup air:

 

1. Ular Pelangi

Yang tergolong ular air pertama, yakni ular pelangi, sejenis ular yang termasuk anggota suku Xenopeltidae. Ular ini diberi nama pelangi karena lapisan transparan pada sisiknya membiaskan warna-warni pelangi dari cahaya matahari. Dalam bahasa Inggris, ular ini disebut sunbeam snake atau iridescent earth snake. Sementara bahasa ilmiahnya adalah xenopeltis unicolor. Istilah tersebut merujuk pada keistimewaan sisik-sisiknya yang memunculkan warna pelangi.

Sisi atas tubuh ular ini berwarna coklat atau abu-abu kehitaman, merata dan berkilauan apabila terkena cahaya. Sisik-sisik dorsal ada dalam 15 deret. Deret terbawah berwarna putih, beberapa deret berikutnya seperti berwarna punggung umumnya, tetapi dengan tepian berwarna putih. Sisi bawah tubuh berwarna juga berwarna putih. Pada saat masih berusia muda, kepala dan leher ular juga berwarna putih. Namun, warna putih itu berangsur-angsur hilang seiring bertambahnya usia.

Panjang maksimum tubuh ular ini kurang dari satu meter. Atau kebanyakan antara 80 hingga 90 sentimeter. Ekornya pendek sekitar sepersepuluh panjang tubuh atau kurang. Sisik ventral jumlah mencapai 173 hingga 196 buah. Ular pelangi menghuni daerah lembaba dan berawa-rawa seperti di sekitar pantai, sungai, pesawahan, dan daerah hutan basah. Ular yang tergolong tidak berbisa dan tidak mau menggigit saat ditangkap ini, biasanya bersembunyi di bebatuan, serasah, atau dalam lubang yang tidak jauh dari air.

[spoiler]

Ular Pelangi (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 [/spoiler]

2. Tentacle Snake

Ular air yang paling terkenal tentu saja ular bertentakel. Ular ini merupakan hewan air yang biasa hidup di permukaan laut. Habitat utama dari ular ini di perairan Asia Tenggara, dan terbilang langka karena sulit ditemukan di perairan lain. Bahkan ular ini menjadi satu-satunya spesies yang masih hidup dari genusnya.

Sebagai ular air, tentakel yang dimilikinya menjadi cirri khas yang tidak dimiliki ular lainnya. Fungsi dari tentakel yang dimiliki ular ini juga hampir sama dengan gurita, yakni untuk menangkap mangsa. Tentakel yang terletak di moncong mulutnya tersebut sebenarnya mechanosensors yang sangat sensitive. Dengan tentakel tersebut ular ini bisa mendeteksi gerakan dalam air dan menyerang ikan yang berenang di dekatnya. Dari sensor ini jugalah, bisa diketahui apakah hewan yang bergerak di dekatnya memiliki ukuran lebih kecil atau lebih besar.

Kecepatan tentakel saat menyerang mangsa atau predator terbilang luar biasa. Dengan kecepatan yang mencapai 15 milidetik, ular ini bisa langsung menyambar setiap hewan yang menjadi makanannya. Namun, kelemahannya, ukuran ular tentakel tergolong kecil yang hanya mencapai 90 sentimeter saja, dan tidak bisa hidup di darat. Walaupun ular ini berbisa, tetapi tidak berbahaya bagi manusia.

[spoiler]

Tentacle Snake (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

3. Ular Xenochropis Piscator

Selain hidup di air, xenochropis piscator termasuk hewan diural (aktif di siang hari) dan nocturnal (altif di malam hari). Untuk menemukan ular ini, kita bisa mendatangi perairan seperti pesawahan yang digenangi air, kolam, danau, rawa, sungai, dan di kawasan Asia Selatan seperti Afghanistan, Pakistan, India, Cina bagian selatan, Asia Tenggara, dan Indonesia. Khusus di Indonesia untuk menemukan xenochropis piscator, bisa mencari di kawasan basah di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Di daerah basah tersebut, ular ini bisa hidup merasa nyaman. Dan pada kondisi kering, ular ini akan melakukan aestivasi. Ikan serta katak adalah buruan utama untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Xenochropis piscator juga tergolong sebagai perenang handal, kehebatannya tersebut juga dijadikan salah satu senjata untuk terhindar dari predator. Dan ketika sudah sangat terancam, senjata lain yang akan dikeluarkannya, yakni bau yang tidak sedap, dan menggigit. Walaupun tidak berbisa, tetapi gigitannya bisa menimbulkan luka yang cukup serius.

Xenochropis piscator merupakan hewan oviparous. Masa gestasi sekitar 55 hingga 67 hari. Individu betina menjaga telur selama masa inkubasi sekitar 37 hingga 51 hari. Dan biasanya telur-telur ular disembunyikan di bawah bebatuan atau di dalam lubang yang di air.

[spoiler]

Ular Xenochropis Piscator (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

4. Sea Snake

Sesuai dengan namanya sea snake atau ular laut, sudah pasti merupakan ular air. Bahkan ular ini terbilang sangat unik, karena menjadi ular yang paling tidak biasa dari semua jenis ular. Sebenarnya sea snake merupakan keluarga besar dari kobra dan ular karang atau dengan nama ilmiah, elapidae. Hanya saja jika semua spesies keluarganya menjadi ular darat, hanya sea snake yang hidup di perairan. Bahkan di dalam laut, sebuah adaptasi yang luar biasa.

Karena merupakan keluarga dari kobra, maka sea snake pun menjadi ular yang sangat berbisa. Racunnya 10x lipat dari kobra. Dan merupakan yang paling beracun dari 62 spesies yang hingga kini masih hidup. Untungnya ular ini merupakan ular jinak, sehingga sangat jarang manusia menjadi korbannya. Habitat dari sea snake, yakni di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Kehebatan dari sea snake bisa bertahan hidup di dalam laut, karena bisa menyerap oksigen langsung dari air, melalui kulitnya. Sea snake juga memiliki kelenjar khusus di lidah, yang berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan organ dalam tubuhnya. Dan dari sekian banyak spesies sea snake, yang paling menakjubkan, yakni golden sea snake. Spesies ini bisa berfotoreseptor di ekornya. Melalui ekornya tersebut bisa mendeteksi variasi cahaya, bahkan mendeteksi predator yang mengancamnya. Dengan kata lain, golden sea snake bisa melihat dengan ekornya.

[spoiler]

Sea Snake (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

5. Ular Gading Gajah

Nama tersebut tidak terlepas dari ciri khas  kulitnya yang tidak biasa. Jika biasanya ular memiliki kulit bersisik, untuk yang satu ini terlihat seperti kulit hewan lain, atau mendekati gajah, yang berkerut dan longgar. Dengan kondisi kulit yang dimilikinya, ular ini terlihat lebih tua. Ular ini memiliki ukuran yang super besar dibandingkan dengan ular lainnya, ukurannya bisa mencapai 2,5 meter.

Ular ini tidak berdaya ketika berada di darat. Untuk itu, ular gading gajah dipastikan tidak akan pernah bisa meninggalkan air. Berbeda dengan ikan air lainnya yang masih bisa meluncur dengan cepat, ular gading gajah justru hanya bisa menyusuri dasar di dalam air, karena tidak memiliki skala yang luas di dalam perutnya.

Karena pergerakannya tidak fleksibel dan ukurannya yang besar, menjadikan ular gading gajah mengandalkan lilitan untuk membunuh mangsanya. Padahal memiliki racun dari gigitannya, hanya saja bisa yang dikeluarkannya tidak begitu mematikan. Makanan utama dari ular ini, yakni ikan, lele, belut, dan hewan laut lainnya yang berukuran lebih kecil. Sisik-sisik besar dan menonjol akan digunakan untuk memegang ikan kecil saat melilit mereka di bawah air.(**)

[spoiler]

Ular Gading Gajah (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

Sumber: Dari berbagai sumber, uniknya.com, Oktober 2012

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com