5 Keunikan Gajah Laut

Oleh: Afina Fatharani

[UNIKNYA.COM]:Jika kita membicarakan hewan bernama gajah, yang langsung terbayang tentu saja hewan bertubuh besar dengan belalai panjang, telinganya lebar, ekornya pendek, dan tentu saja gading panjang dari mulutnya, tetapi bagaimana jika kita memikirkan hewan bernama gajah laut?. Jangan sampai kita langsung menjawab hewan berbelalai panjang, bertelinga lebar, memiliki gading, dan hidupnya di laut, karena itu tidak sepenuhnya benar. Namun, memang ada kemiripan ciri-ciri dari hewan unik ini hingga dinamai gajah laut.

Sebagai hewan yang hidup di laut, tubuhnya terbilang sangat besar hingga bisa mencapai 2.500 hingga 4000 kg. Bentuk hidungnya yang menonjol, mirip belalai. Kedua ciri dari hewan inilah yang akhirnya dinamai gajah laut. Panjang tubuhnya juga bisa mencapai 5 meter. Ukuran gajah laut jantan dan betina berbeda. Untuk sang betina lebih kecil dari sang jantan.

Terdapat dua spesies gajah laut yang ada di dunia ini. Pertama gajah laut utara yang bisa ditemukan di perairan California, AS, dan lebih senang menjelajah ke pulau-pulau lepas pantai, dan ukurannya tidak terlalu besar. Satu lainnya merupakan gajah laut selatan. Selain memiliki ukuran lebih besar dari gajah laut utara, habitatnya berada di perairan antartika dan subantartika yang terkenal dengan kondisi alam yang keras dan super dingin. Ukuran tubuhnya menjadi sangat besar lantaran di habitatnya banyak tersebar makanan yang bisa disantapnya seperti ikan, cumi, dan hewan laut kecil lainnya. Berikut old.uniknya.com 5 keunikan gajah laut:

 

1. Bisa Mengaum

Selain tubuh besar dan tonjolan hidungnya yang membuat mamalia ini disamakan dengan gajah, hewan ini juga ternyata memiliki keahlian lain seperti hewan lain, yakni mengaum. Suara unik tersebut dikeluarkan dari belalainya yang terlihat unik tersebut. Auman gajah laut akan semakin keras terdengar, terutama saat musim kawin tiba. Suara yang dikeluarkan gajah laut jantan lebih keras dari sang betina. Dengan auman lebih keras, menandakan jantan tengah mencari pasangan di musim kawinnnya, tetapi saat musim kawin, suara tersebut juga dilakukan gajah laut sebagai penanda bagi kelompoknya.

Di saat musim kawin tiba, selain kebiasaan mengaum, gajah laut juga akan memperlihatkan kebiasaan menggaruk-garuk badannya menggunakan sirip depannya. Dengan siripnya tersebut, gajah laut bisa mengais pasir untuk ditaburkan ke tubuhnya. Tujuannya untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari secara langsung.

Jika cuaca tidak terlalu panas, untuk gajah laut tidak terlalu sering menggaruk tubuh dengan menyirami tubuhnya dengan pasir, tetapi ia akan lebih sering berguling-guling di pasir yang agak basah atau di atas karang yang sudah tersiram ombak. Tujuannya sama, yaitu agar tubuhnya tidak menjadi kering.

[spoiler]

Bisa Mengaum (sumber:blogspot.com)

 

[/spoiler]

 

2. Pintar Mengatur Suhu Tubuh

Gajah laut juga termasuk hewan cerdas. Salah satunya sangat pandai mengatur suhu tubuhnya yang memang memerlukan kelembaban khusus. Kelembaban tubuhnya semakin penting, terutama di musim kawin, karena gajah laut tidak melakukan perburuan makanan di pantai atau di dalam laut. Bahkan di musim kawin tersebut, gajah laut akan melakukan hibernasi, dan tidak makan dalam waktu yang cukup panjang.

Untuk mengatur kelembaban tubuhnya, gajah laut mengutamakan peran dari hidung uniknya tersebut. Melalui hembusan napas dari hidungnya, kelembaban tubuh dijaganya selama berhibernasi, sedangkan dalam kondisi cuaca dingin, kelembaban tubuh diaturnya melalui penggunaan lemak tubuh dan bulunya untuk menghangatkan. Oleh karena itu, gajah laut juga sangat pandai menyimpan makanan dalam tubuhnya,terutama yang bisa menghasilkan lemak.

Selain itu, dengan pandainya mengatur suhu tubuh, gajah laut menjadi hewan yang mampu bertahan dari perubahan cuaca ekstirm yang sering terjadi di lautan. Apalagi sebagian besar waktu hidupnya, dihabiskan gajah laut di laut. Hewan bertubuh gemuk ini bisa menahan napas hingga 120 menit saat berenang, atau lebih lama dari hewan mamalia non-cetacea lainnya.

[spoiler]

(sumber:blogspot.com)

,/p.

 

[/spoiler]

 

3. Penyelam yang Handal

Dari hasil penelitian masyarakat pelestari lingkungan hidup atau Wildlife Conservation Society yang biasa disingkat WCS di Amerika Serikat terungkap, bahwa gajah laut merupakan hewan dengan kemampuan menyelam yang sangat handal. Bahkan lebih hebat dari hewan hewan yang ada di laut lainnya. Penelitian dilakukan terhadap seekor gajah laut yang diberi nama Jackson. Dengan memasang pelacak di tubuh Jackson, akhirnya diketahui kalau gajah laut bisa menyelam hingga 18 ribu mil, atau setara dengan perjalanan bolak-balik dari New York, Amerika Serikat hingga Sydney, Australia. Jarak sejauh itu ditempuh jackson mulai Desember 2010 hingga November 2011. Selain itu kedalaman yang bisa dilakukannya mencapai 2000 di kedalaman laut.

Para peneliti dari WCS memasang transmitter kecil saat Jackson tiba di selatan Chile. Fungsinya untuk mengetahui tengah berada di mana Jackson dalam mengarungi lautannya. Namun, posisi tersebut baru bisa diketahui ketika Jackson naik ke permukaan untuk bernapas. Sementara saat menyelam, Jackson bisa melakukannya selama 120 menit tanpa naik ke permukaan untuk bernapas.

Dari transmiter tersebut bukan hanya akan diketahui sejauh mana Jackson mengarungi samudera, tetapi diketahui juga apa saja yang sudah dimakannya. Dan diketahui jika gajah laut umumnya sangat menyukai ikan berukuran sedang dan cumi-cumi untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi jika ketersediaan kedua makanan tersebut menipis, gajah laut juga bisa memangsa hewan lainnya. Uniknya lagi, hampir tidak ada hewan laut lain yang menjadikan gajah laut sebagai target untuk dimangsa, tidak terkecuali hiu atau hewan predator buas lainnya.

[spoiler]

Penyelam yang Handal (sumber:blogspot.com)

[/spoiler]

 

4. Ibu yang Baik Bagi Anaknya

Sudah menjadi hal yang biasa jika induk betina setiap hewan akan menyayangi anaknya. Tidak terkecuali bagi gajah laut. Bahkan kasih sayang yang diperlihatkan induk gajah laut terlihat lebih tinggi lagi. Biasanya induk gajah laut tidak mau melepaskan anak yang baru saja dilahirkannya hingga waktu yang sangat panjang, atau mencapai 2 tahun lamanya. Sang induk akan membiarkan anaknya mandiri jika sudah benar-benar dinilai mampu dan bisa menjaga dirinya.

Untuk menjamin kesehatan anaknya, sejak dalam kandungan, induk betina gajah laut telah mempersiapkan kesehatan tubuhnya dengan cara luar biasa. Lihat saja dengan bobot tubuh rata-rata 1000 kilogram, ketika hamil, gajah laut akan berusaha menaikan berat badannya hingga empat kali lipat dari bobot sebelumnya. Dan hanya akan kehilangan berat tubuhnya maksimal 500 kilogram sebulan setelah melahirkan.

Upaya induk betina menaikkan berat badannya sebesar tersebut untuk menjamin ketersediaan makanan bagi anaknya kelak, karena saat hamil bobot tubuhnya lebih diutamakan pada lemak. Dan setelah melahirkan lemak tersebut diproses secara alami menjadi air susu. Dengan ketersediaan air susu yang melimpah, induk betina bisa memastikan anaknya aman dari ketersediaan susu. Dalam sehari anak gajah laut bisa menghabiskan 10 kilogram susu. Setelah dipastikan sehat, induk betina baru akan melepas anaknya ke alam bebas untuk mengarungi hidupnya secara mandiri.

[spoiler]

Ibu yang Baik Bagi Anaknya (sumber:blogspot.com)

 

[/spoiler]

5. Dijadikan Media Penelitian Antartika

Gajah laut juga menjadi sangat penting bagi manusia. salah satunya bisa dijadikan media penelitian Antartika. Seperti yang dilakukan National Museum of Natural History di Paris yang melakukan gagasan penelitian Antartika dengan menggunakan jasa gajah laut. Salah seorang peneliti, Jean Benoit Charrasin menjelaskan, pemanfaatan gajah laut untuk meneliti Antartika karena hewan ini sangat pandai beradaptasi dengan cuaca ekstrem melalui penyesuaian suhu tubuh yang dilakukannya. Apalagi cuaca dingin dan es laut yang mengapung sering kali menjadi penghalang para peneliti melakukan observasi di Antartika.

Dalam melakukan penelitiannya, para ilmuwan menempelkan perangkat pengumpul data elektronik ke tubuh 58 gajah laut yang tinggal di kawasan Antartika. Mamalia ini member gambaran bagaimana kondisi di kedalaman laut Antartika dengan cara menyelam hingga kedalaman 1,6 kilometer saat mencari makanan. Perangkat yang dipasang pada gajah laut akan mengirimkan sinyal radio mengenai temperatur, tekanan, salinitas, dan posisi gajah laut ketika muncul di permukaan.

Dengan mengandalkan gajah laut sebagai media penelitian, para ilmuwan mendapatkan data Sembilan kali lebih banyak dan akurat dibanding dengan cara terdahulu, yakni yang disuplai oleh penampung dan kapal. Bahkan penyelam oleh gajah laut memberikan 30 kali lebih banyak informasi mengenai es laut di musim dingin dibanding yang diketahui para ahli sebelumnya. Secara keseluruhan para peneliti memeroleh 16.500 profil air dan instrument yang dibawa gajah laut, termasuk 4.520 profil air dari bawah es laut. Dari statistic tersebut para peneliti bisa menyimpulkan bahwa formasi es laut memuncak pada April dan Mei, ketika belahan bumi bagian selatan mengalami awal musim dingin.(**)

[spoiler]

Ibu yang Baik Bagi Anaknya (sumber:blogspot.com)

[/spoiler]

Sumber: Dari berbagai sumber, uniknya.com, Oktober 2012

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com