5 Kontroversi di Balik Kedamaian Sierra Leone

Oleh: Afina Fatharani

[UNIKNYA.COM]: Sierra Leone adalah sebuah negara di Afrika Barat yang berbatasan dengan Guinea di timur laut, Liberia di Tenggara, dan Atlantik laut ke barat daya. Negara ini memiliki iklim tropis dengan lingkungan yang beragam mulai dari padang rumput hingga hutan. Luas negara Sierra Leone mencapai 71.740 kilometer persegi dan dibagi empat provinsi.

Freetown yang terletak di area barat negara adalah ibukota dan menjadi kota terbesar yang berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, pemerintahan, dan politik. Kota terbesar kedua Sierra Leone adalah Bo. Kota ini terletak di provinsi selatan. Sistem pemerintahan negara yang memiliki jumlah penduduk hingga 6 juta jiwa ini adalah republik konstitusional.

Sesuai dengan nama ibukotanya, Freetown yang artinya kota bebas, Sierra Leone merupakan negara peringkat tiga yang paling toleran dalam kehidupan beragama. Orang-orang di negara ini sering menikah melintasi batas-batas agama. Mayoritas penduduk negara ini beragama muslim. Kendati demikian, Muslim dan Kristen berkolaborasi dan berinteraksi satu sama lain secara damai. Kekerasan agama sangat langka di  negeri ini.

Populasi penduduk Sierra Leone terdiri dari 16 kelompok etnis yang masing-masing memiliki bahasa dan pakaian khas sendiri-sendiri. Meski bahasa Inggris menjadi pengantar si sekolah-sekolah, tetapi dalam keseharian warga Sierra Leone menggunakan bahasa Krio. Bahasa ini mampu menyatukan semua kelompok etnis yang berbeda. Namun sama dengan sejumlah negara lain di Benua Afrika, saat ini negara Sierra Leone sulit untuk berkembang. Konflik saudara yang kerap terjadi membuat potensi alam dan sumber daya manusianya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 kontroversi di balik kedamaian dari Sierra Leone:

 

1. Konflik Diamond

Konflik berlian adalah pemberontakan yang dilakukan oleh kekuatan kelompok atau fraksi yang menentang pemerintahan dan diakui secara internasional. Kekuatan financial yang mendanai aksi militer kelompok pemberontak ini tentunya adalah berlian. Para pemberontak memanfaatkan pasar gelap untuk meraup uang yang kemudian digunakan untuk membeli peralatan militer. Tindakan ini tentunya tidak hanya bertentangan dengan pemerintahan negara tersebut, tetapi juga dewan keamanan PBB. Negara yang terlibat konflik berlian yang kemudian dikenal dengan sebutan blood diamond atau black diamond ini adalah, Sierra Leone dan Liberia. Ribuan orang tewas selama konflik berlangsung.

Pada 1 Desember 2000 lalu, majelis umum PBB mengadopsi suara bulat resolusi mengenai peran berlian dalam memicu konflik bersenjata serta pemutusan hubungan transaksi gelap. Majelis umum juga mengakui jika konflik berlian merupakan faktor penting dalam memperpanjang perang brutal di Afrika. Padahal, seharusnya berlian memberikan kontribusi kepada pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya. Di Angola dan Sierra Leone, berlian menjadi sumber pendanaan kelompok pemberontak yang terus berkonflik.

Pada bulan Juli 1999, setelah lebih dari 8 tahun konflik sipil, negosiasi antara pemerintah Sierra Leone dengan front persatuan revolusioner menghasilkan penandatanganan perjanjian perdamaian. Kedua belah pihak sepakat menghentikan permusuhan dan melakukan pelucutan senjata. PBB dan masyarakat ekonomi negara Afrika Barat atau Ecowas membantu negosiasi tersebut. Dalam resolusi 1.270 pada 22 Oktober 1999, dewan keamanan mendirikan sebuah lembaga misi di Sierra Leone, yaitu Unamsil. Pengawasan yang dilakukan PBB di Sierra Leone tidak hanya terhadap konflik serta pelucutan senjata, tetapi juga lalu lintas jual beli berlian.

 

[spoiler]

Konflik Diamond (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

[/spoiler]

 

2. Produsen Berlian

Negara Sierra Leone terkenal sebagai penghasil batu mulia atau berlian. Kesempurnaan, keindahan, serta keunikannya membuat batu ini memiliki nilai yang tinggi. Diamond atau berlian adalah kristal transparan karbon murni yang terdiri dari atom karbon tetrahedral terikat. Nama diamond berasal dari kata Yunani, yaitu adama yang artinya tidak terkalahkan. Hal ini kemungkinan besar karena kekerasan yang luar biasa dari batu yang disebut diamong tersebut.

Sebelum terjadi perang saudara, setiap tahunnya Sierra Leone mampu memproduksi berlian hingga 2,5 juta karat. Dengan kondisi tersebut, seharusnya  negara ini menjadi sangat kaya. Namun, karena perilaku orang-orangnya yang lebih senang membawa berlian ke pasar gelap membuat negara ini justru makin terperosok ke dalam kesulitan ekonomi. Pejabat pertambangan negara ini pernah meperkirakan kerugian yang dialami mencapai 220 juta dolar Amerika. Bahkan pada tahun 1966, hutang Sierra Leone mencapai 1,2 milyar dolar Amerika. Jumlah tersebut tentunya sangat besar bagi sebuah negara miskin.

Perhiasan ini terutama berlian hitam pernah menjadi mode atau trend pada tahun 1990-an ketika mulai dipromosikan dan dipasarkan. Bahkan tingginya permintaan saat itu membuat pasokan tidak dapat memenuhinya. Berlian hitam sebenarnya batu mulia yang sangat jarang ditemukan. Kemungkinan untuk mendapatkannya 1:10.000 berlian permata. Berlian atau diamond diyakini pertama kali ditemukan di India. Sebuah referensi menyebutkan jika berlian ditemukan pada 296 SM, batu tersebut digambarkan memiliki kekerasan yang luar biasa, berkilau serta dispersi. Orang-orang Yunani di masa lalu percaya jika berlian adalah air mata dewa, sedangkan bangsa Roma menyatakan jika diamonds adalah serpihan bintang jatuh.

 

[spoiler]

Produsen Berlian (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

3. Human Trafficking Sierra Leone

Sierra Leone adalah sumber tempat transit dan negara tujuan untuk perdagangan manusia yang kebanyakan melibatkan anak-anak dan perempuan. Mereka diperdagangkan untuk tujuan kerja paksa dan eksploitasi seksual komersial. Perdagangan manusia di dalam negeri Sierra Leone lebih menonjol dibanding skala internasional. Wanita dan anak-anak dari desa diperdagangkan ke kota-kota dan daerah pertambangan. Mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga, eksploitasi seksualm serta kerja paksa di pertambangan. Kadang wanita dan anak-anak dijadikan budak kerja paksa di sejumlah pertanian dan industri perikanan.

Dengan segala keterbatasan, pemerintah Sierra Leone berusaha untuk memberantas perdagangan manusia. Bekerja sama dengan sejumlah LSM dan organisasi kemanusiaan internasional, pemerintah Sierra Leone terus menekan praktik human trafficking tersebut. Namun, itu hanya sebuah usaha kecil dari kasus besar. Perdagangan manusia Sierra Leone bahkan telah mencapai luar negeri seperti Liberia, Nigeria, Timur Tengah, Eropa Barat, dan lain sebagainya. Sama seperti praktik trafficking pada umumnya, mereka diperdagangkan untuk tujuan kerja paksa dan eksploitasi seksual.

Hingga saat ini, praktik perdagangan manusia di Sierra Leone masih terus berjalan. Kondisi ini tentunya memperparah Sierra Leone sebagai negara miskin. Upaya pemerintah untuk menekan kasus ini dengan memberikan pemahaman tentang kasus perdagangan orang bisa dianggap gagal karena penyelundupan ke berbagai negara hingga saat ini masih menjadi aktivitas rutin di Sierra Leone. Di era tahun 2000-an saja, puluha orang dari Sierra Leone tercatat menjadi korban trafficking.

 

[spoiler]

Human Trafficking Sierra Leone (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

4. National Rail Museum

Sierra Leone memang sebuah negara kecil yang miskin, tetapi itu bukan berarti jika negara ini tidak memiliki sejarah serta tempat menarik untuk dikunjungi. Salah satu tempat bersejarah yang ada di negara ini adalah Natonal Railway Museum, atau Museum Kereta Api. Ada pepatah yang menyebutkan, jika ingin mengetahui sejarah Sierra Leone maka salah satunya adalah mengunjungi museum ini.

Museum ini pertama kali dibuka pada tahun 2005 lalu di bengkel kereta api tua di daerah kota Cline dari Freetown. Museum ini memiliki koleksi benda sejarah perkeretaapian seperti lokomotif kereta api pengukur, pelatih, gerobak, dan peralatan lain yang terkait dengan transportasi kereta api di Sierra Leone. Melalui museum ini pengunjung dapat mengetahui jika moda transportasi ini mulai didirikan di Sierra Leona pada tahun 1885. Layanan penumpang pertama kereta api antarprovinsi adalah tahun 1898. Kereta api ini ditutup pada tahun 1975. Lokomotif dan gerbongnya menjadi bagian dari koleksi museum ini.

Yang menarik dari koleksi museum ini adalah diesel lokomotif dan gerbong yang digunakan Ratu Elizabeth II saat melakukan kunjungan kenegaraannya ke Sierra Leone. Pengunjung yang datang ke museum ini akan dipandu oleh sejumlah pemandu. Koleksi menarik lainnya adalah lokomotif uap tahun 1955, Hunslet Gank lokomotif uap tahun 1947, manning wardle lokomotif uap nellie tahun 1915, diesel lokomotif tahun 1958 dan 1959, HM ratu royal coach tahun 1961.

 

[spoiler]

National Rail Museum (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

5. Pulau Bunce

Sierra Leone juga memiliki situs sejarah lain yang menarik untuk dijadikan tempat wisata. Tempat tersebut adalah pulau Bunce yang terletak sekitar 20 km dari hulu sungai Ibukota Freetown. Pulau Bunce ini adalah sebuah situs dari kastil abad ke-18 yang dibuat koloni Inggris untuk budak Sierra Leone. Meski hanya sebuah pulau kecil, tetapi posisi pulau Bunce ini sangat strategis di batas navigasi pelabuhan terbesar di Afrika. Pulau ini menjadi basis ideal untuk perdagangan budak ke Eropa.

Pada tahun 1948, pulau Bunce menjadi situs sejarah pertama di Sierra Leone yang dilindungi. Seorang dokter yang juga sejarawan Sierra Leona bernama MCF Easmon, memimpin sebuah ekspedisi untuk membersihkan vegetasi di pulau tersebut. Reruntuhan bangunan kastil juga diabadikan sebagai salah satu bukti sejarah. Pada tahun 1989, sekelompok Gullahs melakukan kunjungan mudik bersejarah ke Sierra Leone dengan mengelilingi reruntuha pulau Bunce. Tidak lama setelah itu, U.S National Park Service mengumumkan sebuah program pelestarian untuk bangunan benteng di pulaut tersebut.

Pulau Bunce berada di bawah perlindungan monument Sierra Leone dan Komisi Relics, sebuah cabang dari kementrian negara pariwisata dan kebudayaan. Pemerintah bekerja untuk melestarikan benteng sebagai monument atau pengingat masa lalu serta menarik wisatawan terutama dari Amerika dan Afrika.(**)

 

[spoiler]

Pulau Bunce (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

Sumber: Dari berbagai sumber, uniknya.com, Oktober 2012

** Tulisan ini pernah ditayangkan di acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 09.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu setiap 09.45-10.15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com