5 Ibu Super Pembela Hak Asasi Manusia (Bagian II-Habis)

Oleh : Triasterina (kontributor uniknya)

[UNIKNYA.COM]: Sophia Loren pernah berkata bahwa jika kita menjadi seorang ibu, dalam pikirannya seorang ibu tak akan pernah kesepian. Seorang ibu dalam kesehariannya akan memikirkan dua hal, dirinya dan anaknya. Mungkin sama dengan yang dilakukan para ibu yang tidak hanya mendedikasikan hidupnya untuk keluarganya saja, tetapi juga untuk orang di sekitarnya atau bahkan lingkungan yang lebih besar seperti kedamaian dunia. Siapa yang tak senang mempunyai seorang ibu yang berjiwa pahlawan? Dalam artikel ini Uniknya,com membahas para ibu yang bergelut menjadi aktivis khususnya di bidang pembelaan hak asasi manusia sebagai berikut :

 

 

1. Betty Williams

Betty Williams aktivis profesional di kancah politik saat ia memenangkan Nobel Perdamaian di tahun 1976, melainkan ia mendapatkannya karena usahanya dalam mengakhiri kekerasan di Irlandia Utara. ” Nobel Perdamaian diberikan bukan hanya karena seseorang telah mengusahakan perdamaian, tetapi semoga ini membuat yang lainnya bisa meneruskan perdamaian tersebut” katanya saat meraih Nobel Perdamaian.

Awal perjuangannya terjadi secara kebetulan, waktu itu ia masih bekerja sebagai resepsionis. Ibu dari dua anak ini melihat kecelakaan tragis yang dialami oleh tentara republik Irlandia saat menghindar tentara Inggris. Kendaraan yang dikendarai oleh para tentara Irlandia menabrak tiga anak yang kemudia disusul oleh kematian bunuh diri sang ibu dari anak-anak tersebut beberapa tahun kemudian. Terpacu oleh kejadian tersebut, Betty mengedarkan petisi melawan pertikaian panjang antara Irlandia Utara dengan Republik Irlandia. Ia mendapatkan ribuan orang menentang kekerasan dan pertikaian tersebut, menjadikan suara tunggal dari Betty menjadi suara banyak orang dan kemudian terwujudlah keinginan dari petisi tersebut.

Sekarang, Betty Williams bukan seorang resepsionis lagi melainkan ia peraih Nobel Perdamaian yang kemudian menjadi pimpinan lembaga international, World Centers of Compassion forChildren International.

[spoiler]

Betty Williams (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

2. Gameela Ismail

Gameela Ismail berjuang tepat di garda depan para wanita Mesir untuk menciptakan negara yang baru dan menyerukan revolusi Januari tahun ini. Keberanian dan rasa tidak takut dipunyai oleh Gameela untuk menegakkan keadilan. Dia dipecat dari pekerjaannya sebagai seorang presenter televisi saat suaminya, Ayman Nour, menjadi orang pertama yang menentang Hosni Mubarak untuk kursi presiden di tahun 2005. Saat Ayman Nour ditahan yang lalu diikuti dengan kekalahannya di persaingan kursi presiden, Gameela membawa anaknya ikut serta untuk menyerukan “Down, down Hosni Mubarak!” (turun, turun kau, Hosni Mubarak) yang menyebabkan ia harus membayar dengan jalan hidup yang penuh ancaman.

Di tahun 2008, sekelompok orang membakar markas partai suaminya—saat Gameela ada di dalam markas tersebut. Ia selamat dan lalu melayangkan surat tuduhan kepada pengadilan dan harus memerangi ketidakadilan saat ia kemudian yang dituduh sebagai pelaku pembakaran. Setelah itu, keikutsertaan Gameela pada penegakan demokrasi selalu menjadi simbol di Mesir.

[spoiler]

Gameela Ismail (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

3. Ratu Noor

Seperti para anak-anak imigran asal Jordania, Ratu Noor dari Jordania pernah menempuh pendidikan di Princeton University (New Jersey, Amerika Serikat). Ia lalu menikah dengan King Husein bin Talal dan memiliki 4 orang anak. Setelah suaminya meninggal di tahun 1999, Ratu Noor mendedikasikan hidupnya menjadi abdi publik internasional dan membangun kembali apa yang sudah diwariskan oleh mendiang suaminya di Asia Tengah. Ia masuk ke dalam daftar karena kerja keras dan tak kenal letihnya untuk membangun hubungan antara negeri Barat dengan Arab. Kini ia giat di King Hussein Foundation, sebuah yayasan yang memperjuangkan perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan, dan nyatanya ia dapat mempromosikan ekonomi Jordania melalui aksi mulianya tersebut.

[spoiler]

Ratu Noor (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

4. Salma Hayek

Duta Unicef dan pembicara di kampanye vaksin tetanus yang disponsori Pampers ini pasti Anda kenal melalui film layar lebar yang ia bintangi. Ia adalah si cantik Salma hayek, ibu dari 3 orang anak. Tak hanya sebagai pembicara di kampanye vaksin tetanus, ia pun dikenal giat untuk mempromosikan pemberian ASI ekslusif, nyatanya pada saat ia berkunjung ke Sierra Leone ia memberikan ASI kepada seorang bayi. Ia juga diutus Avon Foundation untuk mengkampanyekan program Speak Out Against Domestic. Kemudian ia mendanai yayasannya sendiri yang diberi nama Salma Hayek Foundation, yayasan yang fokus memberikandana dan mendukung hak untuk memilih dan mandiri khusus untuk para remaja di Mexico.

[spoiler]

Salma Hayek (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

5. Marie C. Wilson

Setiap orang tua pekerja dan anak-anak mungkin harus berterima kasih kepada Marie C. Wilson yang mempromosikan program yang bernama Take Our Daughter and Sons to Work Day (Bawa serta putri dan putra Anda saat Anda bekerja). Seorang feminis dan ibu dari 5 orang anak ini menyempurnakan dan lalu memprakasai program Gedung Putih yang ia buat dia tahun 1998 tentang peran dan kesempatan wanita di dunia politik.

Ia kemudian membuat sebuah buku dengan judul Leadership Gap : Why Women Can and Must Help the World di tahun 2004. Buku pertamanya telah terbit di tahun 1993 berjudul Mother Daughter Revolution yang menceritakan tentang bagaimana peran seorang ibu dapat menjadi kelemahan atau kekuatan untuk puterinya.(**)

 [spoiler]

Marie C. Wilson (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Sumber : Babble.com, uniknya.com, September 2012.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com