5 Lagu yang Menggambarkan Kota London (Bagian I)

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: London, ibukota dari Inggris merupakan kawasan metropolitan terluas di wilayah Kerajaan Inggris. Sehingga tidak  aneh jika London menjadi kawasan urban terbesar di Eropa, berbagai dinamika kehidupan berlangsung mulai dari budaya, kesenian, sastra, musik dan teknologi. Berbagai peristiwa sejarah, mulai tumpahan darah hingga revolusi budaya berlangsung di kawasan London. Tak heran banyak peristiwa-peristiwa tersebut menginspirasi terciptanya sebuah lagu. Berikut Uniknya.com merangkum  5 Lagu Mengenai Kota London:

 

1. 59 Lyndhurst Grove, Pulp

[spoiler]

 

59 Lyndhurst Grove, Pulp (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

“They were dancing with children round their necks/ Talking business, books and records, art and sex.”

Sebuah lirik yang terdapat di dalam lagu ‘59 Lyndhurst Grove’ milik band britpop Pulp, menceritakan masa kecil   Jarvis Cocker (vokalis) ketika berada di kawasan Camberwell. Jarvis kecil mengungkapkan suasana di masa kecil di kawasan Camberwell yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya orang-orang kelas menengah dan melakukan pesta pora, atau para pemikir kelas menengah yang senang membicarakan bisnis, buku dan musik, atau bahkan seni dan seks. Sebuah kisah melankolis, mengenai malam di Camberwell. 59 Lyndhurst Grove merupakan bagian dari lagu trilogi ‘Susan’, terdapat di single album ‘Razzmatazz’ yang diluncurkan pada February 1993.

 

2. Carnaby StreetThe Jam

[spoiler]

 

Carnaby Street, The Jam (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

‘This street is a mirror for our country/ Reflects the rise and fall of our nation.’

The Jam, salah satu band Inggris pengusung punkrock, pun tak luput untuk menyebutkan sebuah nama jalan yang dikenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya anak muda London. ‘Carnaby Street’ dinyanyikan Bruce Foxton (basis), menggambarkan suasana Carnaby Street yang dulunya sebagai pusat pergaulan dan pertukaran informasi di antara para pemuda-pemudi London, dan trens fesyen yang selalu tercipta di jalanan tersebut. Namun ketika pemerintah Inggris meubah situasi dan kondisi sosial jalanan tersebut, maka perlahan butik, distro, dan anak-anak muda tidak lagi berkumpul di sana. Melalui lagu ini The Jam Mengajak anak-anak muda di London untuk kembali meramaikan Carnaby Street.

 

3. Oxford Street, Everything But The Girl

[spoiler]

Oxford Street, Everything But The Girl (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

[/spoiler]

 

‘When I was seventeen London meant Oxford Street/ It was a little world, I grew up in a little world.’

Mungkin kutipan lagu di atas memang akurat dan tepat dengan kondisi Oxford Street sekarang. Dahulu situasi dan kondisi jalanan di Oxford Street tidak seramai sekarang yang menjadi pusat perbelanjaan dan perkantoran. Ratusan orang berlalu-lalang di atas jalanan Oxford Street, ada yang berbelanja, bekerja ataupun hanya sekedar nongkrong dan bergaul. Everything But the Girl (EBTG) merupakan duet musisi, Tracey Thorn (vokal, gitaris, keyboardis) dan Ben Watt (vokalis), yang dibentuk di Kota Hull 1982.

 

4. 22 Acacia Avenue, Iron Maiden

[spoiler]

22 Acacia Avenue, Iron Maiden (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

[/spoiler]

 

‘So If you’re looking for a good time, and you’re prepared to pay the price, 15 quid is all she asks for.’

‘Charlotte can’t you get out, From all of this madness? Can’t you see It only brings you sadness,

When you entertain your men, Don’t you know the risk of getting disease?’

Jalanan di London, tidak luput dari perhatian band metal legendaris Iron Maiden, di dalam Album ‘The Number of The Beast’ mereka memasukan nama Acacia Avenue. Bruce Dickinson dengan suara lengkingannya yang khas menceritakan seorang perempuan pekerja seks komersial bernama Charlotte yang bekerja di sebuah lokalisasi. Bruce menjadi seseorang yang peduli terhadap Charlotte dan mengajaknya keluar dari lingkungan tempatnya bekerja, untuk berada di tempat seharusnya ia berada, 22 Acacia Avenue.

 

5. Maid of Bond Street, David Bowie

[spoiler]

Maid of Bond Street, David Bowie (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

[/spoiler]

 

‘This girl is made of loneliness, a broken heart/ For the boy she once knew doesn’t want to know her anymore.’

‘Maid of Bond Street’ merupakan lagu yang terdapat di dalam album debut David Bowie, yang dirilis pada 1967. Bowie yang dikenal dengan musik dan fesyen glamournya menceritakan kehidupan seorang gadis yang hidup kesepian di kawasan Bond Street, London. Dikabarkan lagu ini merupakan metafora antara kepribadian Bowie dengan kehidupan kariernya waktu itu. Musik  dengan irama waltz yang menggambarkan kemewahan, kemapanan namun memiliki lirik yang suram, gamang.

 

Sumber: londonist.com, old.uniknya.com, September 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com