5 Ikan yang ‘Merajai’ Habitat Barunya (Bagian I)

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Apa jadinya jika seorang asing datang ke lingkungan Anda, dan berbuat seenaknya serta mengancam kehidupan di sekitarnya. Tentu saja hal tersebut sangat merugikan dan menjengkelkan, bukan saja membuat nyaman namun juga merusak tatanan lingkungan setempat. Hal demikian terjadi pula di dunia ekologi, dalam hal ini ikan yang merajai dan mengancam ekosistem yang bukan habitat aslinya. Mereka tidak saja mengancam keberadaan mahluk-mahluk lokal, bahkan merusak lingkungan baru akibat tabiat aslinya. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 ikan yang merajai habitat barunya:

 

1. Ikan Perch Nil

[spoiler]

Ikan Perch Nil (Photo: Chung Lam)

 

[/spoiler]

 

Ikan yang satu ini tubuhnya mampu berkembang hingga enam kaki panjangnya dan memiliki bobot 440 pon, maka tidak heran jika Perch Nil ini disebut sebagai monster dari kedalaman Sungai Nil. Sehingga tidak ragu lagi Internatinal Union for Conservation of Natures (IUCN) memasukannya ke dalam daftar 100 ikan besar dan ganas. Ikan Perch Nil ini sempat dikenalkan ke perairan Danau Afrika di Afrika pada 1950-an, namun mengakibatkan kehidupan ikan-ikan asli penghuni danau tersebut terancam. Ikan Perch dengan leluasa dan ganas memburu dan memangsa ikan-ikan asli penghuni danau.

Bagi para pemancing mendapatkan ikan besar adalah kebanggaan, namun bagi para nelayan yang menggantungkan kehidupannya di danau, kehadiran Ikan Perch ini sangat merugikan. Bahkan terjadi pengungsian yang dilakukan oleh para nelayan, akibat ikan-ikan buruan mereka menghilang dan habis dimangsa Perch Nil. Peristiwa ini membuktikan bahwa dengan menghadirkan ikan jenis lain ke habitat asing (bukan aslinya) akan mengancam kelangsungan kehidupan ikan-ikan pribumi dan merugikan para nelayan yang menggantungkan kehidupannya terhadap keberadaan ikan-ikan pribumi.

 

2. Ikan  Carp

[spoiler]

Ikan Carp (Photo: Fraser Cairns)

 

[/spoiler]

 

Ikan yang satu ini pun masuk ke dalam daftar yang disusun oleh IUCN, ikan Carp ini mendiami perairan liar di kawasan Eropa dan Asia, dan saat ini keberadaannya dikabarkan dalam ancaman kepunahan. Meski mereka telah dikenalkan ke dalam lingkungan perairan baru dan dijadikan sebagai ikan domestik, namun tetap saja ancaman kepunahan tetap terjadi.

Kepunahan tersebut tidak saja berasal dari ancaman manusia yang iseng memburu dan memancingnya, namun dari cara mereka mendapatkan makanan. Ikan Carp ini mencari makanan dengan berburu di wilayah akar-akar pepohonan air, akibatnya selain membuat tanaman air rusak juga menjadikan kawasan perairan menjadi dangkal. Sehingga sangat merugikan tanaman dan ikan-ikan pribumi habitat tersebut, makan keberadaan ikan carp ini tidak diinginkan. Bahkan fakta mengungkapkan akibat kebiasaannya itu, banyak ganggang yang tumbuh menutupi permukaan air.

 

3. Ikan kepala Ular (Snakehead) Dari Utara

[spoiler]

Ikan kepala Ular (Snakehead) Dari Utara (Photo: Open Cage Photo Library)

[/spoiler]

 

Ikan yang satu ini memang pantas disebut sebagai musuh publik di ekosistemnya, bukan karena termasuk ke dalam ikan karnivora, namun cara mereka memangsa makanan yang brutal, masif, dan mampu hidup beberapa hari di luar permukaan air. Karena kemampuannya yang luar biasa, ikan asli China satu ini mampu menginvasi berbagai wilayah medan perairan. Bahkan dalam satu hari saja ia mampu mengonsumsi lima ekor ikan mas dan membuat kerusakaan kawasan ekosistem sekitarnya.

Karena pola hidup dan efek negatif terhadap ekosistem sekitarnya, para ilmuwan di Amerika menyebutkan bahwa ikan kepala ular ini harus mendapatkan perhatian yang serius. Mereka tidak saja mengancam keberadaan ikan-ikan lokal, membawa penyakit, bahkan mampu memusnahkan sumber makanan bagi hewan-hewan pribumi lain dan pada akhirnya menghancurkan ekosistem.  Sehingga tidak aneh lagi jika pada 2002 ulah ikan kepala ular ini menjadi headline media massa Maryland. Tahukah kamu bahwa betinanya mampu mengeluarkan telur sebanyak 150.000 butir telur dalam dua tahun? Wow, ini adalah ancaman serius bagi ekosistem tempat ia tinggal.

 

4. Ikan Trout Cokelat

[spoiler]

Ikan Trout Cokelat (Photo: Philthy54)

 

[/spoiler]

 

Ikan Trout cokelat ini sebenarnya berasal dari kawasan Eropa, nama mereka menjadi popular karena selain menjadi sumber makanan, merupakan jenis favorit para penghobi olahraga memancing. Bahkan hingga saat ini ikan trout cokelat menjadi sumber penghasilan bagi Selandia Baru, bayangkan saja ikan ini mampu ‘menyumbangkan’ uang sebesar 300 juta dolar AS kepada negaranya. Maka tak heran jika beberapa sektor ekonomi yang menunjang keuangan Selandia Baru adalah olahraga memancing.

Namun ketika ikan torut cokelat ini berada di luar habitatnya, maka ia akan menjadi ancaman bagi mahluk-mahluk pribumi. Selain rakus dan memangsa ikan-ikan kecil ataupun anak  ikan, ia pun memangsa serangga dan kerang-kerangan, sehingga cara mereka makan akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan mahluk biologi yang ada di lingkungan barunya. Selain mengancam ikan lain karena memangsanya, ikan trout pun mengancam para ikan-ikan lokal untuk mendapatkan mangsanya, dan mengganggu reproduksi ikan-ikan lokal, bahkan dikhawatirkan akan terjadi perkawinan lintas genetik. Perkawinan tersebut akan menghilangkan khas dan karakterk ikan-ikan lokal generasi selanjutnya. Berdasarkan  penelitian ikan trout cokelat ini mampu hidup di perairan hangat dibandingkan dengan jenis ikan trout lainnya. Dan ancaman berikutnya adalah perubahan iklim ekstrem yang membuat populasi mereka semakin banyak.

 

5. Ikan Bass Bermulut Besar

[spoiler]

Ikan Bass Bermulut Besar(Photo: Bob Hahn)

[/spoiler]

 

Di urutan keempat daftar ini, diduduki oleh ikan bass bermulur besar. Ikan yang juga akan mengancam kehidupan di ekosistem yang bukan habitat aslinya. Agresifitas mereka luar biasa, kemampuan membuatnya dikenal sebagai predator (pemangsa) terbuas di perairan. Tidak saja memangsa ikan-ikan lemah, bahkan ia mampu memakan buring-burung kecil, amfibi dan seekor bayi buaya. Mulutnya yang besar membuat nafsu makannya seakan tidak berhenti baik siang hari maupun malam hari.

Selain dikenal sebagai predator, ikan bass bermulut besar pun dikenal dengan ikan yang cepat berkembang biak, dan mampu hidup selama 16 tahun. Dikabarkan keberadaan mereka dengan cepat menyebar di perairan Amerika Serikat dan Provinsi New Brunswick di Kanada, di habitat barunya mereka tidak saja memangsa ikan-ikan pribumi tetapi juga jenis-jenis kutu air.

 

 

Tambahan:

Ikan Lele (Catfish) Berjalan

[spoiler]

Ikan Lele (Catfish) Berjalan (Photo: Pippa Allen)

 

[/spoiler]

 

Ikan berkumis satu ini dikenal dengan nama  lele di kawasan Indonesia, sementara di dunia internasional dikenal dengan nama Catfish. Ikan yang satu ini memiliki kemampuan untuk bergerak di daratan dengan menggunakan siripnya dan mampu bernafas di luar permukan air.

Namun keberadaan ikan lele ini dikabarkan menjadi ancaman di kawasan Amerika Serikat, khususnya di Florida. Kehadiran mereka tidak saja mengancam keberadaan spesies lokal baik hewan maupun tanaman, karena ikan ini dikenal sebagai hewan omnivora. Bahkan di Florida mereka mampu menerobos masuk ke dalam kawasan tambak ikan ternak, dan memangsa ikan-ikan yang hidup di dalamnya. Maka dari itu keberadaan mereka ‘dicekal’ oleh pemerintah berwenang di Florida. Berdasarkan kabar yang beredar di Amerika, ikan lele ini didatangkan dari Thailand pada 1960 untuk diperdagangkan, namun entah mengapa mereka bisa hidup di kawasan perairan Florida. (**)

 

Sumber:environmentalgraffiti.com, old.uniknya.com, September 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com