5 Aktivitas Pesepakbola Muslim Dunia di Bulan Ramadhan (Bagian II – Habis)

Oleh : Gabo

[UNIKNYA.COM]: Sebagai umat muslim, pasti senang ketika bulan Ramadhan tiba, karena Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, serta pelepasan dari ancaman api neraka. Tak terkecuali pemain sepakbola, mereka harus menyiasati agar tetap prima dan bugar saat menjalani latihan maupun pertandingan. Beruntung, bulan Ramadhan kali ini bertepatan dengan jeda kompetisi di Eropa, sehingga pesepakbola muslim di Eropa bisa menjalani ibadah puasa dengan baik. Berikut old.uniknya.com menghimpun beberapa aktivitas pesepakbola dunia di bulan Ramadhan bagian II :

 

1. Nicholas Anelka

Anelka adalah pesepak bola muslim asal Perancis. Ia menjadi mualaf pada 2004 setelah berdiskusi dengan sahabat dari kecilnya di Uni Emirat Arab. Dahulu ia terkenal karena kebengalannya dan sering berselisih dengan kawan setimnya. Ia juga sempat berpindah-pindah klub karena sifatnya itu, sebut saja Arsenal, Real Madrid, Liverpool, Manchester City dan Chelsea. Namun setelah ia memeluk agama Islam, ia berubah menjadi sosok yang alim dan tenang.

Ia selalu melaksanakan ibadah termasuk berpuasa di bulan Ramadhan. Pria yang mempunyai nama lain Abdul-Salam Bilal selalu berpuasa walaupun dalam masa latihan maupun bertanding. Bulan Ramadhan kali ini ia lewati dengan bermain bersama klub Shanghai Shenhua, China dan kembali berduet dengan rekan satu tim kala ia membela klub Chelsea, Didier Drogba.

 

[spoiler]

Nicholas Anelka(sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

2. Mohammed Sissoko

Pria asal Mali ini berasal dari keluarga yang memeluk agama Islam. Ia juga masih berkerabat dengan Seydou Keita, mantan pemain Barcelona. Ia sering disebut “Black Ninja” karena tipikal permainnya yang cepat dan mempunyai tackle yang keras. Sifatnya dilapangan jauh berbeda dengan kehidupan diluar lapangan. Ia merupakan sosok yang penyabar dan alim.

Saat bulan Ramadhan tiba ketika ia masih membela klub Juventus, Itali, Sissoko tetap melaksanakan ibadah puasa. Walaupun awalnya mengalami kendala karena harus menjaga kondisi, namun akhirnya ia berhasil menjalankan ibadah puasa dalam jadwal kompetisi yang ketat. “Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban dan bukan siksaan” kata Sissoko. “Itali adalah tempat yang multi-kultural dan senang rasanya semua orang bisa menerima keputusanku.” Tambahnya. Mungkin puasa kali ini bisa dilewati dengan mudah karena sekarang ia bermain di klub PSG, Perancis, salah satu negara di Eropa dengan jumlah pemeluk agama islam terbanyak.

[spoiler]

Mohammed Sissoko (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

3. Samir Nasri

Nasri adalah pesepakbola muslim yang membela Timnas Perancis. Ayahnya adalah seorang mantan supir bus yang kini menjadi manajer sang anak.  Seperti seniornya, Zinedine Zidane, yang juga berketurunan Al Jazair, ia memeluk juga agama islam. Inilah komentarnya ketika berhasil membawa klub Manchester City juara Liga Premier Inggris: “Kemenangan ini sangat spesial, Allahu Akbar. Terima kasih atas dukungannya semua pihak. Tetap jaga keimanan, Allahu Akbar.”

Pada bulan puasa tahun kemarin, ia mengaku kesulitan dalam melaksanakan ibadah puasa, karena jadwal latihan dan pertandingan yang padat. Ia memilih tidak berpuasa dan mengantinya di hari libur. Saat Ramadhaan kali ini yang jatuh pada jeda kompetisi dan masih dalam persiapan, ia mengaku bisa berpuasa dengan tenang. Nasri juga sempat mengucapkan selamat untuk menyabut Ramadhan di twiternya. “Happy Ramadhan Kareem untuk semua umat muslim.” (@SamNasri19).

 

[spoiler]

Samir Nasri (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

4. Yaya Toure

Adik dari Kolo Toure ini menjadi panutan dan imam saat melaksanakan sholat bersama rekannya, Eric Abidal dan Sedou Keita saat masih membela klub Barcelona, Spanyol. Abidal dan keita merasakan kehilangan ketika Toure berpindah klub ke Manchester City, Inggris. “Kami kehilangan imam.” Kata abidal. Kini pemain yang membela Timnas Pantai gading ini ditemani oleh saudara seimannya, Samir Nasri dan kakaknya, Kolo Toure saat menjalani ibadah puasa di klub Manchester City.

Saat ia merayakan keberhasilan Manchester City merebut gelar juara Liga Premier Inggris dan diberikan sebotol Champange , ia menolaknya sambil berkata “Saya muslim, tidak minum alkohol”, lalu memberikan kapada rekanya, Joleon Lescott. Sama seperti Nasri, ia bisa berpuasa secara penuh karena hanya ada jadwal pramusim saja saat bertepatan dengan bulan Ramadhan kali ini.

 

[spoiler]

Yaya Toure (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

5. Eric Abidal

Sahabat dekat dari Yaya Toure ini sama halnya seperti Nicholas Anelka. Ia adalah mualaf keturunan Afrika yang membela Timnas Perancis. Abidal terkenal taat dan santun. Rekan satu timnya, Xavi Hernandez terkejut dan cemas saat dokter memvonis Abidal mengidap penyakit kanker hati. “Kita semua ketakutan, tapi Eric terlihat kuat dan tegar. Sepertinya ia tahu akan bisa mengalahkan penyakitnya dan kembali sebagai pemenang. Ia memberi inspirasi kepada kami semua dan orang-orang yang mengidap kanker sepertinya.” Puji Xavi. Pada bulan Mei 2011 ia menjalani oprerasi pengangkatan hati dan berhasil melewati masa kritisnya. Masih dalam bulan yang sama ia berhasil pulih dan membantu Bacelona menjuarai Liga Champions Eropa mengalahkan Manchester United. Saat penyerahan trofi Liga Champions 2011, Charles Puyol menyerahkan ban kapten dan mempersilahkan Abidal untuk mengangkat piala yang sangat bergengsi itu sebagai tanda penghormatan atas kerja kerasnya melawan penyakit dan loyalitasnya terhadap klub Barcelona.

Beberapa bulan setelah merayakan pesta kemenangan bersama juara Liga Champion 2011 Barcelona,  ia mengunjungi rumah sakit untuk memberikan semangat kepada Garcia, anak yang menderita kanker di kepala. Abidal membawakan Kaus Barca bertanda tangan dirinya, dan setelah ia berbincang dengan Garcia, pesepakbola yang berposisi sebagai bek kiri itu melepaskan jam tangan Rolex edisi terbatas seharga hampir 700 juta Rupiah dan memberikannya kepada sang anak. “Jam tangan itu bukan masalah buatku, yang penting Aku ingin anak Anda bahagia.” Tutur Abidal kepada ayah dari sang anak, J. Garcia Serra.

 Sayang pada bulan Ramadhan tahun lalu ia tidak bisa sepenuhnya berpuasa, ia memutuskan untuk menggantinya di hari lain karena jadwal yang padat. Dan Ramadhan kali ini ia juga harus melewatkan ibadah puasa karena masih dalam rangka pemulihan pasca operasi transplantasi keduanya, dan diperkirakan ia bisa membela klub yang sangat ia cintainya, Barcelona pada akhir tahun ini.(**)

 

[spoiler]

Eric Abidal (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Sumber : dari berbagai sumber, old.uniknya.com, Agustus 2012.

3 Responses to 5 Aktivitas Pesepakbola Muslim Dunia di Bulan Ramadhan (Bagian II – Habis)

  1. Pingback: Pele Dukung Brasil Dapatkan Emas | gilabola.biz

  2. Pingback: Tevez Menikmati Bulan Madu di City | bijak.net

  3. Pingback: (Humor) Kartun Unik Serdadu Londo Tahun 1948 | kocokocak.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com