5 Tokoh Dunia yang Tewas Diracun

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Kabar mengejutkan tersiar dari Palestina 4 Juli lalu, yakni terkuaknya konspirasi pembunuhan terhadap mendiang Yasser Arafat (mantan Presiden Palestina) 2004 lalu. Suha –isteri Yasser Arafat, mengatakan indikasi tersebut diketahui setelah para peneliti dari sebuah lembaga di Swis menemukan kandungan radioaktif polonium sebesar-210 pada salah satu pakaiannya. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 Tokoh Dunia yang diduga tewas diracun:

 

1. Munir Said Thalib (1965 – 2004)

Munir Said Thalib (8 Desember 1965), seorang aktivis hak asasi manusia dan anti korupsi yang paling vokal di Indonesia. Mendiang Munir mendirikan LSM yang bergerak di bidang hak asasi manusia, Kontras. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif dari organisasi IMPARSIAL, sebuah organisasi yang juga bergerak di bidang hak asasi manusia.

 

[spoiler]

Munir Said Thalib (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Mendiang Munir meninggal dunia dalam perjalanan menuju melanjutkan studi Masternya di Utrecth University, Belanda, 2004. Munir tewas akibat racun arsenik dalam perjalanan pesawat dari Jakarta menuju Amsterdam pada 7 September 2004 lalu. Saat itu ia menumpangi pesawat Garuda Indonesia,menurut keterangan beberapa saksi Munir meninggal dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam. Berdasarkan otopsi dan penyelidikan Munir mengonsumsi sesuatu saat pesawatnya transit di bandara Singapura. Dan yang menjadi tersangka pelakunya adalah seorang kapten pilot, Polycarpus Priyanto. Pollycarpus diduga telah membuat dokumen palsu mengenai keberangkatannya menuju Belanda, sehingga dengan mudah dapat pulang-pergi dengan pesawat meskipun namanya tidak terdaftar sebagai penumpang pesawat.

Dugaan meninggalnya Munir akibat arsenik berdasarkan otopsi yang dilakukan di Netherland Forensic Institute, yang dipublikasikan pada 12 November 2004, dua bulan setelah kematian Munir. Para penyelidik di Belanda menyebutkan tubuh Munir mengandung arsenik berdosis tinggi, dari toleransi tubuh manusia.

Peristiwa ini pun berlanjut ke meja hijau, pada Desember 2005 Pollycarpus dinyatakan bersalah atas pembunuhan Munir dengan hukuman 14 tahun penjara. Namun pada 2005 Pengadilan Negeri membatalkan kesaksian melawan Pollycarpus, akibat kurangnya bukti. Tetapi pada 2007 Kepolisian Republik Indonesia menyerahkan bukti-bukti baru. Pada tahun itu juga Chief Eksektif Garuda Indonesia, Indra Setiawan dan wakilnya, Rohainil Aini, dinyatakan bersalah akibat menyediakan dokumen palsu untuk Pollycarpus, mereka menghadapi hukuman mati. Namun perjalanan kasus ini sangat berliku-liku, dan hingga sekarang masih belum jelas siapa pelaku atau pihak yang menginginkan kematian Munir.

 

2. Yasser Arafat (1929-2004)

Kematian mendiang pemimpin perjuangan rakyat Palestina, Yasser Arafat, yang tiba-tiba pada 2004 lalu memang mengundang banyak pertanyaan. Terlebih saat itu dunia sedang gencar-gencarnya mengecam tindakan negara Israel terhadap rakyat Gaza.

 

[spoiler]

Yasser Arafat (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Menurut jaringan TV satelit Al jazira dari Qatar,Selasa 3 Juli 2012 melaporkan bahwa isteri almarhum Yaser Arafat telah menyerahkan berbagai barang milik Presiden Palestina itu kepada sebuah lembaga untuk diuji dengan seksama disana.Dalam film dokumenter tersebut bisa disaksikan baran – barang miliki pribadi Yaser Arafat seperti sikat gigi,sorban,dan pakaian yang mengandung polonium dengan tingkat yang abnormal yang langka dengan elemen radioaktif yang demikian tinggi.

Meskipun indikasinya sangat kuat bahwa Yaseser Arafat itu diracun, akan tetapi menurut salah seorang pakar dari Institute de Radiophysique Francois Buchud yang juga direktur lembaga tersebut mengatakan, bahwa untuk mengomfirmasikan temuan itu maka perlu segera menggali kuburan Yasser Arafat untuk menguji adanya kandungan polonium 210 ditubuhnya.Ia lanjutkan pula, penggalian kuburan Arafat harus segera dilakukan, karena polonium itu bisa membusuk jika terlalu lama sehingga bukti itu pasti akan bisa hilang, ujarnya pula kepada Al Jazera.

Meskipun konspirasinya sangat terasa ,serta bisa ditelusuri siapa saja yang bertanggungjawab atas kematian mereka ,Yaser Arafat ,Alexander Litvenenko ataupun Munir namun sangat sulit membuktikannya karena dilakukan oleh komplotan tinggi .Bagi hakim-hakimpun harus memikirkan ribuan kali,jika berupaya untuk mengusutnya dengan tuntas.

 

3. Stepan Bandera (1909-1959)

Stepan Andriyovych Bandera (1Januari 1909), seorang politisi sekaligus pemimpin pergerakan nasional Ukraina di wilayah Ukraina bagian barat (Galicia), yang dikenal dengan Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN). Ia berasal dari keluarga yang hampir seluruh anggotanya mengabdi kepada negara. Nama Stepan Bandera dikenal sebagai seorang aktivis sekaligus Pandu (pramuka).

[spoiler]

Stepan Bandera (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

Selama karier politiknya, Organisasi Nasionalis Ukraina terpecah menjadi dua kubu, OUN-M dan OUN-B. Stepan Bandera pun bertanggung jawab atas proklamasi kemerdekaan Negara Ukraina di Kota Lvib pada 30 Juni 1941, sehingga tidak menjadi bagian dari Rusia.
Pada 15 Oktober 1959, meninggal dunia di kawasan Kreittmayrstrasse 7 Kota Munich. Berdasarkan keterangan medis, kematian Bandera disebabkan oleh keracunan gas sianida. Pada 20 Oktober kemudian, ia pun di makamkan disebuah komplek pemakaman Waldfriedhof, di Munich, Jerman.

Dua tahun setelah kematiannya, tepatnya 17 November 1961, sebuah penyelidikan dari yudisial Jerman yang menyebutkan bahwa kematian Bandera diakibatkan oleh pembunuhan berencana, dan diduga KGB (agen rahasian Rusia) berada di balik peristiwa ini. Muncul nama Bohdan Stashynksky, yang diduga merupakan orang suruhan KGB yang saat itu dipimpin oleh Alexander Shelepin, dan saat itu Rusia sedang dipimpin oleh Perdana Menteri, Nikita Khruschev. Setelah dilakukan penyelidikan yang intensif terhadap Stashynsky, pengadilan pun digelar pada 8 hingga 15 Oktober 1962. Vonis dijatuhkan pada 19 Oktober dan menyatakan Stashynsky harus mendekam selama delapan tahun di penjara Jerman. Dan Pengadilan Federal Jerman mengatakan bahwa pihak yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan Bandera adalah KGB, agen rahasia Rusia.

 

4. Ibnu al-Khattab (1969-2002)

Samir Saleh Abdullah Al-Suwailem (14 April 1969), atau lebih dikenal dengan sebutan Emir Khattab, Komandan Khattab dan terakhir dikenal dengan nama Habib Abdul Rahman, adalah seorang gerilyawan muslim dan bekerja sebagai penasihat keuangan dalam perjuaangan Mujahidin Chechnya. Ia turut serta bertempur dalam Peperangan Chechnya I dan Peperangan Chechnya II.

 

[spoiler]

Ibnu al-Khattab (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Meskipun ia memiliki banyak nama, dan julukan, namun identitas sebenarnya masih misterius hingga kematiannya, itu pun setelah saudaranya berhasil diwawancara. Ibnu al-Khattab meninggal dunia pada 20 Maret 2002, akibat racun yang terdapat di dalam surat dikirimkan oleh seorang kurir suruhan agen Rusia (FSB).

Kematian Khattab dipalsukan ketika seorang tahanan Guantanamo bernama Omar Mohammed Ali Al Rahmah memberikan kesaksian, ia mengatakan Ibnu Khattab tewas dalam sebuah pertempuran di Desa Duisi, di kawasan Pankisi George, Georgia, pada 28 April 2002.

Sebuah sumber di Chechnya mengatakan kurir pembunuh tersebut adalah seorang agen ganda dikenal dengan nama Ibragim Alauri. Ia mengatakan bahwa dirinya membawa surat yang ditulis oleh ibunya dari Arab Saudi. Berdasarkan keterangan sumber tersebut pihak Rusia telah menyiapkan racun ini selama enam bulan. Ibragim akhirnya tewas di Baku, Azerbaijan atas perintah Shamil Bashayev.

 

5. Alexander Litvinenko (1962 – 2006)

Alexander Valterovich Litvinenko (4 Desember 1962), seorang pejabat yang mengabdi kepada KGB dan Federal Security Service (FSB) Rusia. Pada November 1998, Litvinenko dan bebera pejabat FSB lainnya melakukan sebuah perencanaan untuk membunuh seorang konglomerat dan oligarki Rusia, Boris Berezovsky. Namun Litvinenko akhirnya ditangkap pada Maret karena menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya di FSB. Ia kemudian dibebaskan pada November 1999, namun dan tak lama kemudian ia kembali ditangkap walaupun kasusnya kembali dibekukan.

 

[spoiler]

Alexander Litvinenko (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Setelah kasusnya dibekukan, ia kemudian bersama keluarganya pindah ke Kota London dan diberikan perlindungan khusus. Di Inggris, Litvinenko berprofesi sebagai wartawan dan penulis, sekaligus menjadi konsultan bagi intelejen Inggris M16 dan M15.

Selama berada di Kota London, Litvinenko telah menuliskan dua buah Buku, Blowing Up Russia: Terror from Within dan Lubyanka Criminal Group – ia mengungkapkan bagaimana agen rahasia Rusia melakukan sebuah pemboman apartemen dan aksi terorisme lainnya. Bahkan di dalam bukunya tersebut ia menyinggung nama Vladimir Putin. Ia pun menjelaskan bahwa dibalik pembunuhan seorang wartawati Rusia, Anna Politkovskaya, ada nama Putin.

Pada 1 November 2006, Litvinenko tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirawat di sebuah rumah sakit, di situlah ia diduga mendapatkan racun polonium-210 yang menyebabkan dirinya tewas. Litvinenko tewas pada 23 November 2006, kematiannya menghasilkan pandangan dan dugaan kontroversi. Beberapa teori mengatakan ia meninggal akibat diracun, bahkan pihak Inggris menduga pihak Rusia ada dibalik kematiannya. Pihak Inggris pun menolak untuk mengekstradisi Andrey Lugoyov yang diduga sebagai pembunuh Litvinenko, akibatnya hubungan politik kedua negara menjadi dingin.

Marina Litvinenko (janda mendiang) menuduh pihak Moskow berada dibalik pembunuhan suaminya, walaupun ia percaya bukan Putin yang menyuruhnya. Marina pun menolak untuk diinvestigasi oleh pihak Rusia karena khawatir akan terjadi salah penafsiran.(**)

Sumber: Berbagai Sumber. Uniknya.com, Juli 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com