5 Cara Memanjakan Bayi Yang Sedang Trend

Oleh: Mia Abdurahman

[UNIKNYA.COM]: Secara umum bayi adalah manusia yang baru pertama kali lahir ke dunia, setelah dilahirkan seorang ibu melewati masa kehamilan.  Secara psikologis, bayi merupakan periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga kematiannya kelak. Masa bayi sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinaHsi sensorikmotor, dan belajar sosial.

Meskipun bayi bisa dirawat dengan sederhana dalam proses perkembangannya, namun kini berkembang cara perawatan khusus atau spesial terhadap bayi yang biasanya dilakukan orang-orang dewasa. Perawatan spesial tersebut tentu saja untuk memanjakan bayi agar perkembangannya menjadi lebih baik.  Sekaligus juga untuk meninggalkan kenangan indah setelah sang bayi menjalani kehidupan remaja, dewasa hingga hari tuanya nanti.

 

1.    Spa Bayi

Cara memanjakan bayi yang pertama yakni melakukan spa bayi. Jika biasanya spa yang merupakan proses perawatan kesehatan dan kecantikan hanya dilakukan orang-orang dewasa, kini banyak dilakukan pada bayi. Tren ini semakin berkembang pesat di daerah perkotaan, hingga menjadi lahan bisnis yang cukup menggiurkan bagi para pelakunya. Tentu saja tempat spa bayi berbeda dengan tempat khusus bagi orang-orang dewasa pada umumnya. Namun tujuannya sama untuk merawat kesehatan dan kecantikan.

Yang paling umum perbedaannya dari spa bayi yakni tempatnya yang didesain secara khusus. Biasanya tempat spa bayi, dindingnya dihiasi gambar dengan warna-warni kesukaan bayi, yang juga berfungsi untuk merangsang fungsi mata terhadap warna disekitarnya.

Sedangkan perawatan yang diberikan pada bayi, hampir sama dengan yang dilakukan para orang dewasa, yakni kolam air hangat, dan terapi pijat dengan aroma terapi. Si kecil diajak bermain di dalam kolam air hangat, baik itu menggunakan pelampung, atau pun dibawah pengawasan khusus ahli bayi sebagai pendampinya.

Berenang bagi bayi tujuannya untuk melatih kaki dan tangan, serta membantu menguatkan fungsi jantung, paru-paru dan sistem pernafasan. Setelah selesai, bayi akan mendapat perawatan pijat refleksi dengan aroma terapi menyehatkan dengan bahan alami seperti coklat dan buah-buahan. Pijat refleksi ini berguna untuk merilekan otot-otot si bayi agar gerak motorik berkembang lebih baik lagi.

Perawatan spa bayi ini memang masih terbilang mahal. Namun walaupun demikian, di perkotaan, peminatnya cukup banyak. Tentu saja karena para orang tua ingin memanjakkan si buah hati kesayangannya.

 

[spoiler]

Spa Bayi (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

2.   Yoga Untuk Bayi

Jika kita mengenal yoga hanya dilakukan orang-orang dewasa, kini tidak lagi, karena bayi pun bisa melakukannya. Hanya saja jika yoga orang dewasa, mengandung arti penyatuan antara manusia dengan alam, untuk bayi yoga cenderung menjadi sebuah aktivitas untuk mempererat hubungan ibu dan bayi. Tapi tentu saja dilakukan di bawah pengawasan dan tempat khusus.

Pada dasarnya yoga merupakan olah tubuh yang dapat merangsang tumbuh kembang bayi yang melibatkan fisik maupun psikologis. Secara fisik berfungsi memperbaiki sistem kerja pencernaan, agar bayi terhindar dari kembung, kolik, hingga sembelit. Sedangkan secara psikologis agar bayi mendapat rasa aman dari sang ibu, karena yoga untuk bayi harus dilakukan bersama ibu si bayi, sehingga bisa memupuk rasa percaya diri sejak dini.

Manfaat lainnya yakni bisa meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit, menguasai berbagai keterampilan seperti berguling, merangkak, duduk, berdiri, berjalan hingga berlari. Membuat rileks tubuh bayi sehingga mudah tidur dan tidak rewel.

Dan yang lebih penting mendekatkan hubungan emosional dengan sang ibu, sehingga mendatangkan rasa aman pada bayi. Dengan demikian secara otomatis membuat bayi menjadi sehat baik secara raga maupun secara psikologis dan mental. Dan yang perlu diingat, yoga bagi bayi harus dibawah pengawasan ahlinya.

 

[spoiler]

Yoga Untuk Bayi (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

3.   Senam Bayi

Sebagai salah satu cara menjaga kebugaran, ternyata senam tidak hanya bisa dipraktekan bagi orang dewasa, tapi pada bayi pun sangat disarankan. Perbedaannya karena senam bagi bayi lebih bersifat permainan gerakan. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Dan yang lebih penting dengan senam, jika terjadi salah perkembangan bisa terdeteksi sejak dini.

Bahkan menurut para ahli fisioterapi di negara-negara Eropa, senam bayi bisa mendorong inteligensi termasuk belajar mengkoordinasi gerak otot dan otak. Bahkan para ahli medik menyarankan senam bayi, sebagai persiapan menguatkan otot dan sendi bayi dalam proses duduk, berdiri dan berjalan.

Namun walaupun senam pada bayi bisa dilakukan para ibu di rumah, sebaiknya tetap di bawah panduan para tenaga ahli. Dengan adanya panduan dari tenaga ahli, tujuan dari senam yakni untuk merangsang pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan pergerakan bayi secara optimal bisa dicapai dengan sempurna. Sedangkan perlunya ibu tetap menangani bayi saat senam untuk mempererat hubungan ibu dan anak.

 

[spoiler]

Senam Bayi (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

4.   Renang Bayi

Untuk cara memanjakan bayi yang satu ini memang harus dibawah pengawasan ahli, yakni berenang. Karena biasanya aktivitas berenang dilakukan anak-anak hingga orang dewasa, sehingga jika dilakukan oleh bayi, para orang tua pasti akan merasa khawatir.

Namun dari sebuah penelitian di Melbourne, Australia, dijelaskan bahwa bayi sebenarnya telah memiliki naluri berenang sejak baru lahir. Karena pada hakikatnya bayi sudah terendam dalam air sejak dalam kandungan sang ibu. Bahkan metode melahirkan dalam air sudah ada sejak zaman dulu, sehingga sebenarnya mengajarkan bayi berenang adalah satu hal yang biasa.

Bahkan para peneliti di Melbourne tersebut sangat menyarankan bayi berusia antara 0 hingga 6 bulan diajarkan berenang, karena dari hasil survey lanjutan, bayi yang diajarkan berenang sejak dini, memiliki IQ lebih baik dari anak yang tidak belajar berenang, anak baru belajar berenang setelah usia 5 tahun. Tidak hanya itu, dari segi pertumbuhan fisik, emosional, dan sosialnya pun akan lebih baik.

 

[spoiler]

Renang Bayi (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

5.   Foto Dalam Air

Nah, kalau memanjakan bayi yang satu ini, yaitu foto dalam air akan  mendapat dua manfaat sekaligus bagi kita. Pertama si bayi secara tidak langsung sedang belajar berenang, dan yang kedua kita akan mendapat dokumentasi buah hati kita saat dalam air. Sungguh sangat mengagumkan.

Di Indonesia, foto bayi dalam air masih baru padahal, di negara-negara barat, aktivitas ini sudah sejak lama berlangsung. Dan ternyata di negara barat, untuk foto dalam air hanya dilakukan untuk bayi yang berusia di bawah enam bulan.

Karena di Indonesia tingkat kekhawatiran dari para orang tua sangat tinggi, maka proses foto dalam air dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama sang bayi ditemani orang tuanya untuk bermain air agar tidak shock. Selanjutnya mulai merendam dalam beberapa detik saja. Dan setelah sang baik tampak tidak kaget, orang tua bisa melepas sang bayi untuk menjalani prosesi pemotretan.

Biasanya hasil dari pemotretan dalam air akan terlihat ekspresi alami dari bayi. Seperti ketika tertawa, mata terbelalak, hingga seperti tengah mengambil nafas seorang anak yang sudah ahli berenang.

Jika berjalan lancar, manfaat dari foto bayi dalam air, yakni dokumentasi, memperkenalkan bayi pada air dan memperkenalkan gerak motorik secara alami bisa tercapai. Sebaiknya para orang tua mencoba cara memanjakan bayi yang satu ini.

 

[spoiler]

Foto Dalam Air (sumber:blogspot.com.old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

Sumber: Berbagai sumber, old.uniknya.com, Mei 2012-06-17

** Tulisan ini pernah ditayangkan di Acara Spotlite Trans7 yang tayang setiap hari Senin-Jumat pukul 9.45-10.45 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 10.30-11.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com