5 Lagu Berkisah Tragedi Remaja (Bagian II- Habis)

 Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Lagu-lagu terinspirasi dari tragedi yang terjadi di dalam kehidupan remaja, yang penuh dengan gejolak, keberanian dan keingintahuan. Di tahun 1950 hingga 1960’an lagu-lagu tragedi biasanya ditulis dan dinyanyikan secara balada, walaupun masih  demikian hingga sekarang, namun berbagai genre musik saat ini pun memiliki lagu yang ngisahkan sebuah tragedi di dalam anak-anak muda. Tragedi percintaan, drama kekerasan, dan bahkan keputusasaan yang menyebabkan kematian. Berikut old.uniknya.com  merangkum 5 lagu yang terinspirasi dari tragedi yang dialami oleh beberapa di dalam hidupnya:

 

1. Leader of the Pack – The Shangri-Las (1964)

 ‘Leader of the Pack’ adalah sebuah lagu pop yang dibawakan oleh kelompok perempuan bernama the Shagri-las. Lagu tersebut pada 28 November 1964 mampu menempati puncak tangga lagu single di Amerika Serikat. Namun ‘leader of the Pack’ adalah salah satu lagu kontroversial di tahun 1960’an, di Inggris saja stasiun radio BBC menolak untuk memutarkannya.salah satu kontroversi yang dimiliki oleh lagu tersebut adalah, sebuah tema kematian, lagu tersebut ditakutkan akan memicu permusuhan dan kekerasan antara kaum muda mod dan rocker –sekumpulan komunitas anak muda kota di Inggris saat itu. Walaupun begitu, lagu tersebut tidak beranjak dari tangga nasional di Inggris selama empat kali dari tahun 1965 dan 1976, bahkan pada 1972 menempati urutan ketiga. Di Australia lagu ini menempati puncak tangga lagu, saat itu.

[spoiler]

Leader of the Pack - The Shangri-Las (sumber: blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Lagu ‘Leader of the Pack’, menceritakan seorang gadis bernama Betty, yang diminta oleh seorang temannya untuk mengiyakan ajakan kencan dari Jimmy –seorang ketua geng motor. Keduanya kemudian terlibat dalam cinta pada pandangan pertama, namun sangat disayangkan bagi Betty kedua orang tuanya tidak setuju terhadap hubungan mereka. Kedua orang tua Betty berpendapat bahwa Jimmy berasal dari lingkungan kota yang buruk, mereka takut Jimmy akan menjadi pengaruh buruk bagi Betty. Mereka pun memaksa Betty untuk mengucapkan salam perpisahan kepada Jimmy. Betty menuruti permintaan orangtuanya dan mencampakkan Jimmy –ia pun putus asa dan meninggal akibat kecelakaan lalulintas.

Lagu ini pun terdapat di dalam film karya sutradara Martin Scorsese, God Fellas.

 

2 Pearl Jam – Jeremy (1992)

‘Jeremy’, sebuah lagu yang dinyanyikan oleh sekelompok pemuda asal Kota Seattle, mengusung genre musik khas kota mereka grunge, Pear Jam.  Lirik lagu Jeremy ditulis oleh sang vokalis Eddie Vedder sementara musiknya oleh Jeff Ament. Lagu ini diluncurkan pada 1992 sebagai single ketiga dari debut album Pearl Jam, bertajuk Ten. ‘Jeremy’, menempati urutan kelima dalam tangga lagu rock Billboard di Amerika Serikat. Namun video klip ‘Jeremy’, harus mengalami berbagai penyuntingan terutama oleh MTV. Pada tahun 1993, melalui ‘Jeremy’, Pearl Jam meraih penghargaan video klip terbaik, namun semenjak itu pula mereka berhenti membuat video musik.

 

[spoiler]

Pearl Jam – Jeremy (sumber: blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Berdasarkan sebuah keterangan, lagu ‘Jeremy,’ merupakan lirik yang ditulis berdasarkan dua kisah nyata yang berbeda, terinspirasi dari sebuah artikel di surat kabar yang mengungkapkan kisah seorang anak lelaki berusia 15 tahun asal Richardson, Texas, bernama Jeremy. Seorang remaja yang bernama lengkap Jeremy Wade Dale, dilahirkan pada 20 Feburari, menembak dirinya sendiri di hadapan teman-teman kelasnya di  Richardson High School, di pagi hari, 8 Januari 1991. Dalam sebuah wawancara pada 2009, Eddie Vedder mengatakan bahwa ia merasakan, dan menjadika kisah dalam artikel surat kabar tersebut menjadi sesuatu yang bernilai. Memberikan sebuah aksi, memberikan sebuah reaksi, dan menjadikannya sebagai peristiwa penting.

Eddie mengisahkan pengalamannya ketika berada di bangku sekolah dasar, ia pun hampir mengalami dan melihat peristiwa yang sama, seseorang siswa membawa pistol dan menembakkannya di dalam kelas namun tidak ada yang terluka.

3. Ray Peterson – Tell Laura I Love Her (1960)

Tell Laura I Love Her,’ adalah lagu mengenai sebuah tragedi remaja yang ditulis oleh Jeff Barry dan Ben Raleigh. Lagu ini menjadi hit ketika dinyanyikan oleh Ray Peterson pada 1960, menempati peringkat ketujuh di tangga lagu nasional 1960. Kemudian di tahun yang sama, lagu tersebut direkam dan diluncurkan oleh Ricky Valance di Inggris, dan menempati peringkat kesatu di tangga lagu Inggris. ‘Tell Laura I Love Her,’ bahkan menjadi hit terbaik di 14 negara dan terjual lebih dari tujuh juta kopi di dunia.

[spoiler]

Ray Peterson - Tell Laura I Love Her (sumber: blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Lagu ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Tommy yang jatuh cinta begitu hebat terhadap seorang gadis bernama Laura. Meskipun mereka hanyalah manusia remaja, namun Tommy benar-benar menikahinya. Sehingga ia mendaftarkan diri dalam sebuah lomba balap mobil, agar dapat memenangkan sebuah hadiah utama, sejumlah uang untuk membelikan Laura cincin pernikahan. Namun perlombaan tersebut tidak berjalan dengan baik, sesuai harapan, Tommy mengalami kecelakaan parah dan meninggal, namun sebelum meninggal ia mengucapkan  “Tell Laura I love her…my love forher will never die“.

4.  J. Frank Wilson & the Cavaliers – Last Kiss (1964)

Last Kiss adalah sebuah lagu yang ditulis oleh Wayne Cochran pada 1962 dan dinyanyikan oleh Wayne Cochran & C.C. Riders, namun lagu tersebut kurang mendapatkan respon bagus dari publik musik Amerika. Pada 1964 lagu tersebut kemudian dinyanyikan dan dibawakan kembali oleh J. Frank Wilsonand & the Cavaliers, dan mendapatkan sukses secara komersial bahkan masuk ke dalam top 10 tangga lagu single di Amerika Serikat. Berdasarkan keterangan, penulisan lagu Last Kiss, tersebut terinspirasi oleh masa kecil Wayne yang pernah tinggal di lingkungan dengan kawasan jalan raya yang berbahaya. Lagu tersebut pun didasarkan pada sebuah kejadian nyata, sebuah kecelakaan lalu lintas yang menghilangkan nyawa beberapa remaja dan dua orang mengalami cedera serius, akibat mobil mereka menabrak sebuah truk penganggkut kayu.

 

[spoiler]

J. Frank Wilson & the Cavaliers - Last Kiss (sumber: blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Seorang gadis remaja berusia 16 tahun, Jeanette Clark berpergian menuju Barnsville, Georgia, pada 22 Desember 1962, saat itu Sabtu sehari sebelum Hari Raya Natal. Ia bersama beberapa orang temannya berada dalam mobil Chevrolet produksi 1954. J.L. Hancock yang juga berusia 16 tahun, mengendarai dalam sebuah kondisi perjalanan yang berat dan ketika berada di jalan raya 341, kendaraannya  menabrak sebuah truck. Wayne Cochran mempersembahkan lagu ini untuk Jeanette. Di saat itu lagu ini dikenal sebagai lagu mengenai tragedi yang dialami oleh remaja. Lagu ini pun dibawakan ulang oleh Pearl Jam pada 1999, dan menjadi lagu hit internasional serta masuk ke dalam top 50 di seluruh dunia. Menempati urutan kedua di Amerika Serikat dan memuncaki top 10 di Kanada.

 

5. The Verve Pipe – The Freshmen (1997)

The Freshmen, adalah sebuah lagu yang dibawakan oleh band alternatif, The Verve Pipe. Lagu tersebut dirilis tahun 1996 di dalam album Villain. Brian Vander Ark menulis lagu tersebut di tahun 1991, ia menceritakan tentang seorang lelaki yang menyesal dengan aborsi yang dilakukan oleh mantan pacarnya. “Stoppin baby’s breath and a shoe full of rice,” sebuah lirik yang mengungkapkan bahwa pernikahan tidak terjadi di antara keduanya walaupun menghasilkan bayi. Lagu tersebut ditulis setelah menyaksikan sebuah film dengan judul yang sama, The Freshman, yang dibintangi oleh Marlon Brando dan Mathew Broderick.

 

[spoiler]

The Verve Pipe - The Freshmen (sumber: blogspot.com.old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Dalam sebuah wawancara, Vander Ark mengutip,” Di sebuah titik dalam perjalanan hidup kita, kita semua adalah manusia baru. Kita berpikir mengetahui sesuatu, padahal tidak sebanyak itu.” Gadis remaja yang terdapat di dalam lagu Vander Ark,  adalah salah satu yang pernah menjadi mantan kekasihnya dan melakukan aborsi. Namun demikian, tidak seluruh kisahnya sama dengan isi lagu The Freshmen,  namun ternyata ada bagian lirik yang melegakan,  “For the life of me I cannot remember what made us think that we were wise and we’d never compromise.  For the life of me I cannot believe we’d ever die for these sins, we were merely freshmen.”

 

[spoiler]

 [/spoiler]

Sumber: loudwire.com, old.uniknya.com, April 2012.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com