Obituari 18 April 1955 (Albert Einstein)

[UNIKNYA.COM] Mengenang tokoh yang berjasa pada dunia dan wafat tanggal 18 April.

 

Surat kabar The Sun yang memberitakan kematian Albert Einstein (sumber : wordpress.com)

 

Tanggal 17 April 1955, Albert Einstein mengalami pendarahan dalam yang disebabkan oleh pecahnya gondok nadi aorta perut, yang sebelumnya telah diperkuat oleh Dr. Rudolph Nissen tahun 1948. Einstein mengambil naskah draft pidato yang sedang ia persiapkan untuk penampilan televisi dalam memperingati hari jadi negara Israel ketujuh di rumah sakit, namun ia tidak hidup lebih lama untuk menyelesaikan naskah tersebut. Einstein menolak untuk dibedah, dengan berkata: “Saya ingin pergi kapan pun saya ingin. Tidak ada rasanya untuk bertahan hidup secara artifisial (hasil bedah). Saya telah berbagi, kini waktunya saya pergi. Saya akan melakukannya secara elegan.” Ia meninggal di Rumah Sakit Princeton esok paginya pada ummur 76, setelah terus bekerja sampai mendekati akhir hayatnya. Mayat Einstein dikremasi dan abunya disebarkan di sekeliling tanah Institute for Advanced Study, Princeton, New Jersey. Selama otopsi, ahli patologi dari Rumah Sakit Princeton, Thomas Stoltz Harvey mencabut otak Einstein untuk dilestarikan, tanpa ijin keluarga, dengan harapan bahwa neurosains masa depan mampu menemukan apa yang membuat Einstein begitu cerdas. (**)

Sumber: berbagai sumber, old.uniknya.com, April 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com