5 Penulis yang Menarik Diri Dari Perhatian Publik (Bagian I)

Oleh: Izzaniskala

[UNIKNYA.COM]: Para penulis dunia menggunakan kehebatan mereka untuk mengilustrasikan dan mengomentari berbagai kondisi yang dialami oleh masyarakat di sekitarnya. Dan tentu saja, ada hal-hal yang harus dipertimbangkan dan dipahami mengenai perasaan subyektif seorang manusia, karenanya  ada beberapa penulis yang menarik diri dari pergaulan dan perhatian publik. Reklusif, adalah kesukaan untuk menyendiri, enggan keluar dari tempat tinggal untuk bertemu dan berbicara dengan orang lain. Namun stereotip mengenai seorang penulis yang reklusif tidak selamanya berlaku, bagi beberapa penulis hebat reklusif, kesunyian hidup lebih memiliki daya tarik daripada menulis untuk mendapatkan penghargaan dan popularitas. Berikut old.uniknya.com merangkum 5 penulis reklusif hebat yang tercatat dalam sejarah sastra dunia:

 

1. Marcel Proust

 

[spoiler]

Marcel Proust (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Marcel Froust, adalah sosok pria yang dikenal baik di dalam lingkungan masyarakat Prancis di awal hidupnya, namun di pertangahan tahun 30’an sebuah tragedi mengejutkan kehidupannya. Ayahnya meninggal pada tahun 1903, berselang kemudian sang ibu pada tahun 1905, semenjak itu Froust mulai mengalami banyak gangguan kesehatan. Antara tahun 1909 dan sampai kematiannya di tahun 1922, ia menjadi seorang penulis yang reklusif, dan mengerjakan novelnya yang terkenal, Remembrance of Things Past, semenjak itu jarang sekali ia terlihat keluar dari rumahnya. Dalam tiga tahun terakhir di masa hidupnya, ia hampir menghabiskan semua waktunya berada di ruangan gelap dan kedap suara, untuk tidur dan menuliskan mahakarya terakhirnya.

 

2. Emily Dickinson

 

[spoiler]

Emily Dickinson (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Emily Dickinson setidaknya telah menerbitkan kurang dari selusin dari 1.800 puisi yang ditulis semasa hidupnya. Ia pun dikenal sebagai penyair penyendiri, enggan bergaul, sehingga terkadang membuat hidupnya lebih sulit. Ia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di luar rumah keluarganya hampir selama 20 tahun hidupnya, ia pun tidak menghadiri pemakaman sang ayah, dan ia hanya mendengarkan jalannya ritual dari jendela kamarnya. Baru setelah kematiannya di tahun 1886, karyanya yang hebat ditemukan. Melalui untaian kata dan kekuatan emosi menggebu-gebu di dalam bait-bait puisi, menggambarkan perasaan yang dimilikinya saat itu—dari puisinya tersebut tergambarkan bagaimana ia menjadi seorang yang reklusif.

 

3. Thomas Pynchon

 

[spoiler]

Thomas Pynchon (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Thomas Pynchon adalah seorang penulis yang paling reklusif di antara penulis reklusif lainnya, ia bahkan hampir saja tidak dikenali. Setelah menerbitkan karya novelnya yang pertama, “V’ tahun 1963, Pychon menyembunyikan dirinya dari kejaran pers dan publikasi. Bahkan hanya sedikit foto diri yang dimilikinya, dan ia menolak untuk menghadiri berbagai undangan acara—ia pun mengirimkan seorang wakil untuk mendatangi dan mengambil penghargaan yang diterimanya melalui novel kompleks, Gravity’s Rainbow, daripada harus beranjak dari kesendiriannya. Akibat ulahnya banyak orang yang meragukan identitas Pychon—bahkan ada yang menyebutkan bahwa ia adalah J.D Salinger, bahkan ia pun tidak mau tampil di depan sebuah kamera CNN yang sedang memfilmkan dirinya di Kota New York, tahun 1997. Namun demikian pada tahun 2004 Pcyhon tampil ke permukaan atas permintaan publik—ia pun mengisi suara karakternya sendiri, di dalam serial kartun The Simpsons. Dalam serial kartun yang mendunia tersebut, wajahnya pun terlihat tidak begitu jelas,–karakter film khas kartun.

 

4. J. D. Salinger

 

[spoiler]

J. D. Salinger (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Kita kesampingkan ketenarannya sebagai penulis popular di abad 21, karena sebenarnya J.D. Salinger hanya menerbitkan sebanyak 13 cerita pendek dan sebuah novel saja–dan semuanya dibuat sebelum tahun 1959. Tentu saja, salah satu novelnya yang terkenal, The Catcher in the Rye, menjelaskan semua tentangnya. Semua yang berhubungan dan membutuhkan untuk menampilkan dirinya di hadapan publik ditolaknya, termasuk wawancara mengenai novelnya. Sejak tahun 1980 Salinger menolak untuk diwawancara hingga akhir hayatnya di tahun 2010. namun ironisnya, secara mengejutkan ulah reklusif Salinger malah membukakan siapa sebenarnya dirinya kepada publik, setelah ditemukan beberapa surat pribadinya. Yakni  surat-surat pribadi, yang berusaha ia sembunyikan dari upaya penulisan biografinya oleh orang lain di tahun 1986.

 

5. Harper Lee

 

[spoiler]

Harper Lee (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Harper Lee adalah seorang penulis dengan karya popularnya, To Kill a Mocking Bird yang diterbitkan pada tahun 1960. Novelnya tersebut mengajarkan kepada publik pembaca bahwa seorang reklusif seperti Boo Radley tidak perlu ditakuti. Mengikuti langkah hidup karakter yang dibuatnya di dalam novel, Harper Lee secara sopan menolak untuk diwawancarai sejak tahun 1960’an dan hanya menghadiri sejumlah acara penting aja. Saat ini, ia sepertinya berusaha untuk senantiasa tampil bergaul dengan kalangannya—selama ia tidak harus banyak berbicara. Ketika menghadiri perhelatan Alabama Academy of Honor tahun 2007, ia mengatakan,”lebih baik diam daripada terlihat bodoh.” (**)

 

Sumber: brainz.com, old.uniknya.com, April 2012

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com