5 Aktivis ‘Revolusioner’ yang Mati Bunuh Diri (Bag. II – Habis)

Oleh: Galih Pakuan

[UNIKNYA.COM]: Aksi-aksi demonstrasi memang selalu ada dan ramai dilakukan oleh para aktivis, baik secara intelektual, propaganda, turun ke jalan dan menduduki instansi, ataupun melakukan sebuah sabotase dan kekacauan lainnya. Demonstrasi perlawanan tersebut terjadi karena adanya pertentangan kepentingan di dalam sebuah bernegara, antara ‘rakyat’ dan pemerintah. Dan dalam sebuah aksi selalu memunculkan sosok ataupun persona yang menonjol diantara para aktivis lainnya, sosok ini kemudian dianggap menjadi bintang dan motivator terjadinya gerakan perlawanan. Namun tidak semua sosok aktivis tersebut mampu menahan dan sabar dalam menerima ketidakadilan terhadapnya, beberapa dari mereka memutuskan untuk pensiun dari kancah politik, mencari suaka ke negara lain, dan bahkan beberapa lainnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, seperti 5 aktivis yang melakukan bunuh diri berikut:

 

1. Jan Palach

 

[spoiler]

Jan Palach (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Negara Republik Cekoslovakia (sekarang berpisah menjadi Republik Ceko dan Slavia) saat itu diinvasi oleh Uni Soviet pada tahun 1968, hal itu terjadi karena perubahan institusi Cekoslovakia menjadi liberal. Bersama dengan aktivis lainnya, seorang mahasiswa bernama Jan Palach (1948-1969) melakukan protes terhadap invasi yang dilakukan oleh negara Uni Soviet, walaupun hingga mengorbankan nyawanya. Pada Januari 1969, ia melakukan sebuah aksi bakar diri di pelataran Alun-Alun Kota Praha. Ia berharap aksinya tersebut akan mendorong pemerintah Cekoslovakia untuk melakukan perlawanan terhadap terhadap invasi Uni Soviet, karena ia merasa pemerintah Cekoslovakia saat itu mengalami demoralisasi. Aksinya tersebut mengantarkan Pallach pada kematiannya, sebuah momen pemberontakkan sekaligus pengorbanan anak bangsa.

 

2. Moishe Tokar

 

[spoiler]

Moishe Tokar (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Moishe Tokar adalah salah satu diantara pemrotes yang tercatat dalam sejarah Revolusi Rusia pada tahun 1905, tinggal dan hidup di Kota Warsawa sebagai salah satu anggota perkumpulan Yahudi yang anarkis. Keberanian dan keyakinannya dalam melakukan sebuah protes secara fisik dan verbal sangat menonjol sehingga namanya dikenal seantero Eropa Timur, khususnya Polandia. Saat itu pun ia kemudian dianggap membahayakan dan dijadikan buronan politik, ia tertangkap dan mengalami banyak penyiksaan dalam masa tahanan. Namun ia berhasil melarikan diri dari penjara Citadel pada tahun 1970. Ketika semua aktivis seangkatannya merasakan kesengsaraan. Tokar hanya merasakan dua tahun masa kebebasannya di  Kota London dan Paris. Ia kembali ke Rusia pada tahun 1909. Setelah mengetahui perlakuan Jendral Sergei Gershelman terhadap para tahanan politik di penjara, sehingga ia memutuskan untuk melakukan sebuah usaha pembunuhan terhadap Sergei Gershelman. Namun usahanya tersebut gagal, ia pun ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Namun sebelum hukuman mati itu terlaksana, Tokar memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia menggunakan parafin dari sebuah lampu untuk melakukan pembakaran diri.

 

3. Adolph Joffe

 

[spoiler]

Adolph Joffe (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Adolph Joffe (1883-1927) memulai pemberontakannya di era Revolusi Rusia yang terjadi pada tahun 1905, namun pada tahun 1906 ia melarikan diri ke Kota Wina, Austria, dan di kota tersebut ia berteman baik dengan Leon Trotsky. Pada tahun 1912 ia ditakangkap di Kota Odessa dan menjalani masa pembuangan di tempat yang terkenal dengan cuaca ekstrimnya, Siberia. Ia dibebaskan di masa Revolusi Februari yang terjadi pada 1917, namun ia tidak menikmati kebebasan dengan menghabiskan waktunya bersama keluarga seperti yang dilakukan oleh para tahanan bebas lainnya. Ia lebih memilih untuk kembali terlibat dalam sebuah gerakan politik dan mendukung segala bentuk perlawanan Leon Trotsky. Ia adalah seorang teman yang setia—kepada Trotsky,  walaupun saat itu dalam keadaan sakit berat dan Trotsky yang telah dibuang oleh Stalin dari Partai Komunis, melakukan sebuah protes yang mengakibatkan nyawanya meregang.

 

4. Jacques Roux

 

[spoiler]

Jacques Roux (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Jacques Roux (1752-1759) memiliki alasan yang kuat dan tepat untuk memutuskan tidak terlibat dalam Revolusi Prancis, karena ia adalah seorang Pendeta Katolik Roma dan sibuk dalam melakukan pengabdiannya terhadap keagamaan dan kemanusiaan. Namun realita yang terjadi selama Revolusi Prancis, membuatnya gerah, sehingga ia meninggalkan baju kependetaannya. Roux pun bergabung dengan sebuah komunitas pergerakan di Paris, ia pun menjadi pemimpin sebuah gerakan, itu terjadi karena Roux adalah seorang yang memiliki keberanian dan intelektualitas terhadap ide-ide demokrasi di Kota Prancis. Salah satu peristiwa yang berhasil digagasnya adalah peristiwa kekacauan pangan di tahun 1793. Pada September di tahun yang sama, ia ditangkap, dan Pengadilan Pemerintah Demokrasi saat itu menjatuhkan hukuman mati, namun sebelum itu terjadi terlebih dahulu Roux memutuskan untuk bunuh diri.

 

 5. Eduardo Chibás

 

[spoiler]

Eduardo Chibás(sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Eduardo Chibas (1907-1951) adalah seorang senator Kuba yang berpengaruh dan anti-komunis. Selama berkarir di kancah politik Kuba, ia berjuang untuk  mengungkapkan berbagai penyimpangan seperti korupsi hingga level teratas, dengan bantuan partai Ortodoksnya, ia pun salah satu yang memimpikan adanya revolusi politik melalui upaya konstitusional. Bahkan disebuah acara radio terakhirnya, ia berdebat hingga memukul lawan bicaranya yang dianggap mengorganisasikan sebuah upaya kudeta. Ia pun berjanji dalam acara radio tersebut, untuk menunjukan sebuah bukti kuat, namun upayanya tersebut gagal, merasa malu terhadap para pendengar radio, ia mengambil pistol dan meledakan kepalnya sendiri.(**)

 

Sumber: brainz.com, old.uniknya.com, Maret 2012.

 

One Response to 5 Aktivis ‘Revolusioner’ yang Mati Bunuh Diri (Bag. II – Habis)

  1. di kuba ada che guevara… tapi kyaknya gk bunuh diri ya.. ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com