5 Pelukis yang Mengalami Gangguan Mental (Bagian II – Habis)

Oleh: Galih Pakuan

[UNIKNYA.COM]: Sebuah lukisan dari para pelukis legendaris senantiasa selalu terasa indah dari sudut pandang mata mana pun. Namun  banyak dari kita pengamat awam yang tidak tahu kondisi-kondisi kejiwaan yang memengaruhi karya seni lukis. Pengalaman apa yang membuat mereka menciptakan lukisan tersebut begitu berkesan. Berikut old.uniknya.com menyajikan 5 pelukis yang mengalami gangguan mental:

1. Mark Rothko

Mark Rothko (1903-1970) adalah seorang abstaksionis ternama dari Kota New York, AS, namanya besar dalam kancah pergerakan seni lukis abstrak. Mark yang pribadinya banyak dipengaruhi oleh pemikiran Yunani dan Nietzsche. Namun demikian, semasa hidupnya ia harus menderita sebuah depresi yang panjang dan gangguang kesehatan lainnya. Akibatnya kondisi kesehatan dan jiwanya tersebutlah yang mengantarkannya pada proses kematian yang singkat. Ia meninggalkan pesan untuk menemukan jenazahnya, ia menggunakan pakaian dalam dan kaus kaki panjang, terapung dalam kolam yang diwarnai darah, karena ia telah memotong urat nadi dengan pisau cukurnya.

 

[spoiler]

Mark Rothko (Sumber:brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

2. Michelangelo

Ia adalah pelukis yang namanya melegenda dalam karya lukisnya di atas dinding langit-langit di sebuah gereja di Kapel Sistine, Michelangelo (1475-1564) adalah sosok yang tidak perlu diragukan lagi di dalam sejarah seni dunia. Namun demikian, ada beberapa komentator yang menyebutkan bahwa Michelangel menderita gangguan kesehatan jiwa yang serius. Salah satu komentar itu keluar dari Dr. Paul Wolf dari Universitas California, ia menyatakan argumennya, bahwa dibalik karya Michaelangelo yang melankolia, sebenarnya  mereflesikan sebuah kecenderungan yang bersifat depresif, simptomatis. Hal tersebut adalah perwujudan dari kelainan jiwa, bipolar, yang diidap oleh Michaelangelo. Beberapa pandangan spekulatif mengenai pola pemikiran dan pengalaman seorang Michaelangelo dapat dilacak dalam karyanya yang lain.

 

[spoiler]

Michelangelo (Sumber:brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

3. Richard Dadd

Richard Dadd (1817-1886) adalah salah satu pelukis era Victoria yang terkenal dengan detil pada setiap karya dan juga penggambaran atmosfer mistisnya. Pertama diketahui dan tercatat mengalami kelainan jiwa yaitu ketika Richard sedang melakukan sebuah pelayaran di atas Sungai Nil, Mesir. Saat itu ia bergerak ke sana-ke mari tak beraturan dan mengatakan bahwa jiwa telah diambil oleh dewa Mesir Kuno, Osiris. Ketika ia kembali dan tiba di Inggris, ia meyakini bahwa ayahnya seorang Iblis, kemudian menusuk dan membunuhnya. Ia pergi ke Prancis dan hampir membunuh turis di kota tersebut. Ia kemudian memutuskan untuk mendapatkan sebuah pengobatan medis, di sebuah rumah sakit jiwa terkenal, Bedlam. Di sanalah ia membakar semua mahakaryanya. Sebuah simpulan mengatakan bahwa Richard mengalami paranoia-skizofrenia, yang ia dapatkan secara turun temurun.

 

[spoiler]

Richard Dadd (Sumber:brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

4. Nicolas de Staël

Nicolas de Staël (1914-1955) adalah sosok seniman yang besar namanya di era 1950’an, dan terdepan diantara generasinya. Dalam karyanya ia menghadirkan sebuah keaslian dalam pencitraan sebuah lukisan landscape, menjadikannya seperti sebuah asbtrak yang bernilai tinggi dalam dunia seni.  Ia diketahui menderita kelainan jiwa ketika tinggal di Prancis selatan, Antibes, karena di tempat ini lah ia mengasingkan diri. Namun ia kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidupnya tak beberapa lama setelah tidak berhasil bertemu dengan seorang kritikus seni.Nicolas melompat bebas dari lantai 11 apartemennya.

 

[spoiler]

Nicolas de Staël (Sumber:brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

5. Louis Wain

Ia adalah salah satu pelukis yang dikenal kehebatannya melalui lukisan-lukisan berobyek binatang, Louis Wain (1860-1939) seorang pelukis yang produktif dalam berkarya. Namun di suatu musim gugur ia harus merasakan sebuah penderitaan seorang skizopferenia, sebuah keadaan yang membuatnya tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Sebuah delusinasi dan ketidakpercayaan, permusuhan dan kasih sayang saling bertabrakan dalam realitas yang dialaminya. Beberapa psikolog yang menanganalisa mengatakan bahwa pengalamannya bisa terlihat di dalam karya-karya yang dibuat Louis.(**)

 

[spoiler]

Louis Wain (Sumber:brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Sumber: bainz.org, old.uniknya.com, Maret 2012.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com