5 Pelukis yang Mengalami Gangguan Mental (Bagian I)

Oleh: Galih Pakuan

[UNIKNYA.COM]: Alur goresan kuas bercat pada kanvas, serta pemaduan warna dan warni yang indah senantiasa yang selalu disajikan oleh para pelukis dalam karya-karyanya. Beberapa penikmat dan orang awam pun dibuatnya terheran, terkagum dan terhipnotis ketika melihat karya lukisan-lukisan indah, namun tahukan Anda jika ada pelukis yang menderita kelainan ataupun gangguan jiwa baik temporal ataupun permanen, ketika berada dalam proses pembuatan karya. Dan banyak dari pengamat lukisan yang tidak tahu kondisi-kondisi kejiwaan yang memengaruhi karya seni lukis. Berikut old.uniknya.com menyajikan 5 pelukis yang mengalami gangguan mental:

 

1. Vincent Van Gogh

Nama Vincent Van Gogh adalah sebuah legenda dan sosok mitos yang hidup di dalam dunia seni lukis, ia adalah seorang pelukis yang jalan hidupnya penuh sensasi dan kontroversi. Vincent Van Gogh (1853-1890) memang pantas dijadikan sebagai sosok teladan, semangat, pemikiran dan caranya meluapkan emosi ke dalam sebuah karya banyak mempengaruhi gaya-gaya lukisan modern saat ini, ia adalah sebuah ikon. Namun ternyata dibalik kebesaran namanya, Vincent Van Gogh memiliki kelainan serta gangguan mental yang juga memengaruhi kehidupannya. Ia menderita sebuah depresi akut, mengidap epilepsi—kemungkinan hal ini disebabkan oleh konsumsi absinthe secara berlebihan. Aksi kenekadnya pun diduga akibat sebuah dorong depresi yang dideritanya, ia memotong daun telinganya sendiri dengan menggunakan sebuah pisau cukur. Dan hidupnya berakhir di usia 37 tahun,ketika ia menembakkan sebuah pistol revolver ke arah dada/jantungnya sendiri. Komplikasi penyakit Ménière’s dan penyimpangan kepribadian (bipolar) adalah sebuah kondisi kesehatan yang diduga menyelimuti kedamaian kehidupan Van Gogh.

 

[spoiler]

Vincent Van Gogh (sumber: brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

2. Edvard Munch

Edvard Munch (1863–1944) adalah seorang ikon pelukis dalam sebuah citra alienasi modern, salah satu karyanya, The Scream, adalah salah satu karya dan sumbangan besar terhadap aliran avant-garde. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, Edvard merasakan ketidaknyamanan mulai mengganggu kehidupannya, bahkan mengarah kepada kegilaan. Ia ketakutannya akan kematian selalu menghantuinya, dan mimpi buruk yang selalu menghampiri dalam tidurnya setiap malam. Namun ketakutan dan kegelisahannya tersebut tertuang dalam goresan cat di atas kanvasnya, sehingga menjadikan warna dan gaya yang khas. Ketika kegelisahan dan halusinasinya muncul semakin sering, ia pun mengikuti sebuah terapi psikologi.

 

[spoiler]

Edvard Munch (sumber: brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

3. Fransisco Goya

Nama lengkapnya adalah Fransico Jose de Goya y Lucientes (17460-1828), seorang pelukis ternama dan legenda di dalam khazanah seni lukis Spanyol, karyanya berdiri diantara lukisan bergaya klasik dan modern Spanyol. Lukisannya yang romantis menginspirasi Bacon, Picasso, dan Manet. Walaupun lukisan de Goya itu tercipta dari sebuah kepribadian yang terasing, kesepian, ketakutan dan beberapa kelainan mental yang dideritanya. Selain terbukti mengalami gangguan jiwa, de Goya pun mengalami gangguan pada telinganya, sehingga seringkali tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan bahkan mengalami ketulian. Ia didiagnosa menderita  Ménière’s, hingga paranoia-dimensia.

 

[spoiler]

Fransisco Goya (sumber: brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

4. Georgia O’Keefe

Georgia O’Keefe (1887-1986)  adalah salah satu perintis pergerakan perempuan di dalam dunia seni, yang kemudian menjadi lebih dikenal sebagai tokoh selebritas Amerika Serikat. Ia telah menghabiskan hidup untuk membaktikan dirinya kepada dunia seni lukis, hingga menutup mata di usia yang ke 98 tahun. Ia meninggal pada tahun 1986, namun jasa dan karyanya terutama bagi kalangan pelukis perempuan sangat dihormati dan selalu diingat. Ia menderita kelainan syaraf setelah terjatuh di Radio City Hall, pada tahun 1932. Selama masa perawatan dan penyembuhannya (dua tahun), ia tidak mengerjakan satu karya pun.

 

[spoiler]

Georgia O’Keefe (sumber: brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

5. Paul Gaugin

Paul Gaugin (1848-1903) adalah seorang teman dekat dari Vincent Van Gogh, ia pun seorang pelukis yang berpengaruh dalam dunia seni lukis. Namun ia juga mengerjakan seninya tidak hanya dalam satu media saja, ia memahat, membuat keramik, percetakan dan banyak lagi. Salah satu yang mencatat namanya di dalam sejarah seni lukis, adalah peranannya dalam pergerakan seni pasca-impresionis (post-impressionist) di Prancis.  Namun sayang, seniman Prancis ini mengakhiri hidupnya sendiri, diduga ia menderita sebuah depresi yang akut, beberapa menyebutkan bahwa Paul sering mendengar suara-suara misterius yang memanggilnya.(**)

 

[spoiler]

Paul Gaugin (sumber: brainz.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Sumber: brainz.org, old.uniknya.com, Maret 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com