5 Wisata Upacara Adat di Jawa Barat (Bagian I)

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Bagi anda para bagpacker, atau anda yang suka dengan hal-hal berbau tradisi wisata, cobalah berkunjung ke beberapa tempat di bawah ini. Selain menambah pengetahuan akan adat istiadat setempat, tentunya destinasi liburan anda semakin berwarna dan bervariasi. Berikut old.uniknya.com sajikan kepada anda, 5 wisata upacara adat di berbagai daerah di Jawa Barat:

 

 

1. Seni Adu Domba, Garut

Seni adu domba Garut merupakan atraksi wisata yang biasa kita saksikan pada acara tertentu khususnya pada bulan Juni, Agustus dan Desember di Desa Ngamplang, Cangkuang dan Ranca Bango Kabupaten Garut. Acara pertarungan domba Garut biasanya diiringi dengan berbagai atraksi musik kesenian tradisional yang menggunakan sound system besar dan dihadiri oleh masyarakat pecinta ketangkasan adu domba Garut dari berbagai lapisan masyarakat dan penjuru daerah di luar Garut.

 

[spoiler]

Seni Adu Domba (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Menurut cerita, sejarah domba Garut berawal dari masa pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa sekitar tahun 1815-1829, beliau sering berkunjung ke teman satu perguruannya bernama Haji Saleh yang mempunyai banyak domba. Salah satu domba yang dipunyainya (si Lenjang) diminta oleh bupati untuk dikawinkan dengan domba yang ada di Pendopo kabupten yang bernama si Dewa. Si Toblo, yang merupakan anak dari si Dewa dan si Lenjang beranak-pinak dan menghasilkan keturunan domba Garut sampai saat sekarang.
Domba Garut mempunyai karakteristik yang khas dari domba-domba yang ada di daerah luar Garut . Fisik yang kekar dengan berat sekitar 60-80 Kg, tanduk baplang, warna bulu kebanyakan putih dan telinga ngagiri. menjadi salah satu cirri dominan dari domba-domba yang ada.  Perkembangan selanjutnya dari pemeliharaan domba garut mengarah pada dua sasaran utama, yaitu sebagai penghasil daging dan untuk kesenangan atau hobi.

 

2. Upacara Hajat Sasih Kampung Naga, Tasikmalaya

Salah satu upacara tradisional yang tidak boleh Anda lewatkan di Tasikmalaya adalah Upacara Hajat Sasih Kampung Naga. Upacara ini merupakan ucapan rasa syukur kepada Tuhan YME dan juga kepada RasulNya, Nabi Muhammad SAW,  yang telah memberikan keselamatan, keberhasilan dan limpahan berupa hasil bumi serta tanah yang subur,  sekaligus sebagai penghormatan kepada leluhurnya, yaitu Eyang Singaparna, yang dianggap sebagai cikal bakal Kampung Naga yang menurunkan  orang Sanaga. Upacara yang cukup besar penyelenggaraannya ini dihadiri oleh warga Sanaga. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain adalah mengganti pagar bambu yang mengelilingi  Bumi Ageung, mencuci benda-benda pusaka, beberesih (mandi di Sungai Ciwulan), membersihkan makam Eyang Singaparna, bersalaman dengan kuncen, dan makan bersama di Balai Patemon.

Jangan lupa untuk mencatat waktu pelaksanaannya, yaitu setiap dua bulan sekali pada tanggal 26-28 Muharam (Maret), 10-12-14 Maulud (Mei), 16-18 Jumadil Akhir (Juli),14-16 uwah (September),1-3 Syawal  (Nopember), 10-12 Rayagung (Januari).

 

[spoiler]

Upacara Hajat Sasih Kampung Naga (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

3. Upacara Nyangku, Ciamis

Bagi Anda penyuka upacara adat, Upacara Adat Nyangku adalah salah satu upacara adat tradisional warisan leluhur keturunan Panjalu, yang diamanatkan oleh Prabu Sanghyang  Borosngora, raja Panjalu Islam pertama yang menyebarkan agama Islam.  “Nyangku” berasal dari bahasa Arab “Yanko”, yang artinya  membersihkan benda-benda pusaka keturunan Panjalu, dan lambang hubungan emosional antar sesama keturunan Panjalu, hubungan antar manusia serta kesadaran sesama keturunan Nabi Adam. Upacara diselenggarakan sebagai pernyataan rasa syukur atas perjuangan untuk melaksanakan amanat Panjalu dalam menjaga kelestarian nilai sejarahnya yang menarik adalah pakaian para peserta upacara yang membawa benda pusaka dengan cara khas yaitu seperti membawa mayat anak kecil (diais). Mereka beriringan dari Bumi Alit menyebrangi Situ Lengkong menuju Nusa Gede. Setelah berdoa di makam leluhur Panjalu kembali menyebrangi situ dan berakhir di halaman kantor Kecamatan Panjalu, benda-benda pusaka tersebut dicuci, upacara ini disertai dengan kkesenian gemyung dilanjutkan dengan kesenian debus, kesenian pencak silat.

 

[spoiler]

Upacara Nyangku (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

4. Upacara Seren Taun, Sukabumi

Seren Taun, yang dilaksanakan setiap bulan Agustus, merupakan upacara peyerahan hasil bumi berupa padi yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan di ‘leuit’. Tujuan dari upacara ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur, rasa hormat, serta ungkapan terima kasih kepada Tuhan YME dan Dewi Sri atas panen yang telah diperoleh. Pada hari pelaksanaan, Anda akan melihat barisan peserta upacara yang berangkat bersama-sama dari sebuah lapangan terbuka ke depan Leuit Si Jimat. Barisan itu antara lain ujungan/gebotan, juru rajah, pembawa pare bapa dan pare indung, pemungut padi yang tercecer, pembawa rengkong, alat-alat lembur, dan kesenian tradisional yaitu toleat, dogdog lojor, jipeng, angklung gubrag, dan ujungan. Upacara ini dimulai dengan ‘ngukus’ (membakar kemenyan), kemudian ‘ngadiukeun pare’ (memasukkan padi ke leuit) yang dilakukan oleh Abah dan Ema Anom, pembantu utama Abah dan Istri, serta dua orang saksi. Sebuah upacara yang sangat menarik untuk dilewatkan begitu saja.

 

[spoiler]

Upacara Seren Taun (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

5. Upacara Adat Perkawinan, Bandung

Ikuti proses upacara adat perkawinan Sunda di Kota Bandung. Secara kronologis upacara adat perkawinan dapat diurut mulai dari sebelum akad nikah dan sesudah akad nikah. Pada upacara sebelum akad nikah biasanya ada upacara nanyaan, neundeun omong, ngalamar, seserahan dan ngeuyeuk seureuh. Upacara pokok dalam adat perkawinan adalah ijab-kabul atau akad nikah. Setelah akad nikah dilanjutkan dengan upacara sungkeman kedua mempelai kepada kedua orang tua mereka, kemudian diikuti dengan upacara sawer penganten, nincak endog, buka pintu, huap lingkung dan upacara selamat untuk Kedua mempelai. Rangkaian upacara adat perkawinan tersebut bertujuan agar kedua mempelai mendapat karunia dari Allah SWT serta memperoleh kebahagiaan lahir dan batin dalam menjalankan hidup berumah tangga. Sebuah pengalaman budaya yang akan memperkaya wawasan Anda akan tradisi masyarakat Sunda.(**)

 

[spoiler]

Upacara Adat Perkawinan (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id, unikya.com, Maret 2012

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com