5 Kota Kuno Paling Indah Tanpa Penduduk

Oleh: Mia Abdurahman

[UNIKNYA.COM]: Dunia ini,  ternyata penuh kejutan yang menyenangkan. Itu karena Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kelebihannya.  Kelebihan karya cipta manusia diantaranya membangun situs kuno berbentuk kota pemukiman yang megah di zaman dahulu.  Bahkan beberapa diantaranya terdaftar sebagai bagian keajaiban dunia,  yang hingga kini terus dirawat dan dikembangkan jadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan.

Meski beberapa diantara situs sejarah tersebut telah ditinggalkan penghuninya,  namun refleksi kebesaran budaya dan pencapaian manusia yang hidup di masa itu tetap nampak.  Baik yang telah ada di masa prasejarah, maupun setelah memasuki masa sejarah.

 

  1. Petra (Jordania)

Kota kuno pertama yakni, Petra, yang berada di Jordania. Tepatnya di dataran rendah antara gunung-gunung yang membentuk Sayap Timur, Wadi Araba, Lembah Besar dari Laut Mati Sampai Teluk Aqaba.

Nama kota yang mengandung arti batu ini, merupakan satu dari tujuh situs keajaiban dunia.

Kota ini didirikan dengan memahat dan mengukir dinding-dinding batu setinggi 40 meter, yang merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kota ini dibangun sembilan tahun sebelum masehi hingga tahun ke-40 masehi dan digunakan sebagai ibu kota Kerajaan Nabatean, Oleh Raja Aretas Iv. Karena terletak di kelilingi batu cadas yang tinggi,  kota ini menjadi sulit ditembus musuh, serta aman dari bencana alam seperti badai pasir.

Salah satu daya tariknya adalah, sebuah teater yang bisa menampung 4000 orang, dan istana makam Hellenistis dengan tinggi 42 meter masih berdiri kokoh.

Akan tetapi,  setelah kota ini direbut romawi pada tahun 106 masehi, Petra seketika hancur sebagai kota jalur perdagangan. Beberapa bangunan utamanya luluh lantak dirusak tentara Romawi.

Sekitar tahun 700 masehi, kota ini mulai ditinggalkan. Dan barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt, memasuki kota ini dengan menyamar sebagai seorang muslim. Sejak saat itu,  legenda Petra sebagai simbol teknik dan pertahan kembali terdengar di masyarakat.

Kini Petra, menjadi salah satu kota kuno paling indah tujuan utama wisatawan mancanegara. Bahkan dijadikan  pusat studi oleh universitas-universitas di dunia yang tengah mempelajari sejarah Petra dan Jordania.

 

[spoiler]

Petra (Jordania) (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

 

[/spoiler]

 

2.    Troya (Turki)

Anda mungkin masih ingat film Troy, yang dibintangi Brad Pitt. Film yang mengisahkan perang Troya tersebut merupakan kisah nyata dari kota kuno penuh sejarah yang ditinggalkan penduduknya. Seperti diceritakan kumpulan sejarah kepahlawanan Yunani, kota yang juga disebut Turkish Truva ini, merupakan pusat terjadinya perang  Troya.

Seorang seniman Yunani kuno, Homer, membuat dua puisi tentang peperangan Troya, yakni Iliad, yang kini juga dijadikan referensi sejarah keberadaan kota ini.

Menurut Homer, Troya beradi di Hisarlik,  tepatnya di daerah Anatolia, Provinsi Canakkale, Sebelah Barat Laut Turki,  atau di Kaki Gunung Ida.  Kota Iliad didirikan pada saat kekuasaan kaisar romawi, Augustus.

Di bawah Kaisar Augustus, Troya berkembang pesat hingga berdirinya kota lainnya yakni Konstantinopel.

Sekitar tahun 1970, Seorang Arkeolog Jerman, Heinrich Schliemann, meneliti area tersebut.  Hasilnya menambah catatan sejarah, bahwa beberapa kota dibangun sebagai pengganti kota sebelumnya di tempat yang sama, salah satunya Troya ini.

Walaupun identitas tersebut masih diperdebatkan, orang Yunani menyebut kota ini dengan sebutan Ilion. Sebagai situs arkeologi, dan termasuk daftar peninggalan sejarah dunia, UNESCO, Troya menjadi tujuan wisata sejarah.  Terutama untuk memperdalam sejarah Yunani, baik untuk para arkeolog maupun turis.

 

[spoiler]

Troya (Turki) (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

[/spoiler]

 

3.    Mohenjo Daro (Pakistan)

Mohenjo Daro menjadi kota kuno berikutnya yang ditinggalkan hingga tak ada penduduk. Nama kota yang mengandung arti bukit orang mati ini, merupakan situs dari sisa permukinan terbesar kebudayaan lembah sungai Indus, di Provinsi Sind, Pakistan.

Kota mohenjodaro dibangun sekitar 2600 sebelum masehi yang saat itu menjadi salah satu permukinan kota pertama di dunia. Peradaban di Mohenjo Daro berbarengan dengan Mesir kuno, Mesopotamia di Irak, dan Yunani kuno.

Mohenjo Daro menjadi pusat administrasi peradaban lembah Indus, yang juga dikenal sebagai peradaban Harappa. Beberapa arkeolog berpendapat, peradaban Indus mencapai lima juta penduduk. Saat ini lebih dari seribu kota dan permukiman telah ditemukan, terutama di lembah sungai Sindhu, di Pakistan dan india barat laut.

Sejak berdiri, kota ini telah dimusnahkan dan dibangun kembali sebanyak tujuh kali. Kota baru yang dibangun selalu di atas kota lama. Banjir dari sungai Indus menjadi penyebab utama kerusakan. Mohenjo Daro, Harappa, dan peradabannya sempat lenyap tanpa jejak dari sejarah.

Penemuan kembali bukit orang mati ini terjadi pada 1922 oleh Rakhaldas Bandyopadhyay, dari Archaeological Survey of India. Saat itu, Rakhaldas di bawa oleh seorang biksu yang mempercayai dalam sebuah gundukan tanah berdiri stupa besar.

Pada 1930-an, penggalian besar-besaran dilakukan di bawah pimpinan, John Marshall, namun setelah penemuan itu tidak ada lagi pengalian mendalam mulai tahun 1960-an.

Penelitian lebih lanjut Mohenjo Daro juga ditunda desember 1996, setelah pendanaan dari pemerintah setempat dan organisasi internasional terhenti.

Pada april 1997, organisasi pendidikan,  dan kebudayaan PBB ,  yakni UNESCO membiayai proyek perlindungan situs dan struktur yang masih bertahan dari banjir selama 20 tahun. Dana yang dikeluarkan mencapai 10 juta dolar Amerika.

Dengan dana tersebut, kini wisatawan dan arkeolog kembali bisa menikmati bukit orang mati yang ditinggalkan itu, sekaligus mempelajari sejarahnya lebih lanjut.

 

[spoiler]

Mohenjo Daro (Pakistan) (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

[/spoiler]

 

4.    Palmyra (Suriah)

Kota berikutnya berada di negara Suriah, yang disebut kota Palmyra. Kota yang konon merupakan kota terpenting dalam perdagangan di Jazirah Arab ini, terletak di daerah oasis, sekitar 200 kilo meter timur laut Damascus, yang kini menjadi ibu kota Suriah.

Kota yang dalam bahasa arab dikenal dengan Tadmor ini terletak dengan sumber mata air panas, afga,  yang merupakan tempat persinggahan pengelana al-sham,  atau sebutan petualang di kawasan Suriah, Lebanon, Dan Jordania.

Karena lokasinya yang strategis, Palmyra menjadi kerajaan terkenal dan makmur pada abad 2 sebelum masehi.  Sisa rerunTuhan yang masih terlihat kokoh, megah dan indah ini tak kalah dengan kota kuno lainnya di dunia.  Kota dagang ini ketika jayanya bisa bertahan hingga 1000 tahun lamanya. Ribuan pedagang dengan karavan yang dibawanya,  menjadikan Palmyra sebagai perlintasan paling penting.

Kemisteriusan Ratu Zanubia yang sempat berkuasa di Palmyra, menjadi daya tarik ilmuwan sejarah dalam melakukan penelitian. Sejarawan ternama, Edward Gibbon dalam bukunya, Decline and Fall of The Roma Empire, menggambarkan Zanubia berkulit gelap, gigi putihnya seperti untaian mutiara.  Matanya pun memancarkan sinar keteguhan, suaranya tegas, dan enak di dengar.

Namun tidak ada patung atau peninggalan lainnya yang menggambarkan Zanubia secara jelas di Museum Palmyra. Hanya saja uang kertas di negara Suriah pecahan 500 menggambarkan sosok Ratu Zanubia.

Pemerintah setempat juga memberikan perhatian khusus dalam perawatan situs peninggalan penting sejarah dunia ini. Bahkan untuk terus menarik wisatawan, sekaligus mengembangkan kajian sejarah, setiap september, selalu diadakan, Silk Road Festival di Palmyra, untuk mengenang perdagangan sutra yang melintasi kota ini.

 

[spoiler]

Palmyra (Suriah) (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 

 

 [/spoiler]

 

5.    Tanis (Mesir)

Kota tanis, Mesir, menjadi kota kuno tanpa penduduk terakhir versi spotlite. Tanis merupakan ibu kota Mesir Utara pada masa dinasti kedua puluh satu dan kedua puluh dua Mesir. Kota ini merupakan kota dagang yang strategis. Namun pada abad ke enam, luapan Danau Manzala membuat tanis tergenang, sehingga ditinggalkan penduduk.

Setelah kejadian tersebut yang tersisa tinggal kuil-kuil. Tanis relatif kurang terkenal dibanding situs sejarah Mesir lainnya, walaupun sebenarnya tanis salah satu arkeologi terbesar yang pernah ditemukan. Bahkan beberapa arkeolog menyetarakan artifak yang ditinggalkan di tanis setara dengan harta karun, dari raja tutankhanmun.

Penggambaran Tanis sebagai kota yang indah, diperlihatkan Hollywood dalam film Indiana Jones, Riders of The Lost Ark. Dalam film yang dibintangi Harrison Ford tersebut dikisahkan tanis sebagai kota terkubur pasir kuno, dan ditemukan kembali oleh Nazi.

Pada tahun 1939, seorang arkeolog Prancis, Pierre Montet melakukan penggalian selama belasan tahun, sebelum tanis kembali bisa diperlihatkan di abad ke-20. Kini penelitian terus dikembangkan, untuk mengenal lebih jauh, bahwa tanis sama atau lebih penting dari situs yang ada di Mesir lainnya. Terutama jika melihat temuan yang ada seperti komplek pemakaman raja-raja Firaun, dan harta karun yang banyak.

 

[spoiler]

Tanis (Mesir) (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

Sumber: Berbagai sumber, old.uniknya.com, Februari 2012

  • Tulisan ini pernah ditayangkan di Spotlite Trans7 setiap hari Senin-Jumat pukul 9.45-10.45

 

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com