5 Wisata Sejarah dan Arsitektur di Cirebon (Bagian I)

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Cirebon dikenal dengan nama Kota Udang dan Kota Wali. Selain itu kota Cirebon disebut juga sebagai Caruban Nagari dan Grage. Kota Cirebon terletak di wilayah strategis, yakni titik bertemunya jalur tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang. Semua jenis transportasi itu baik transportasi darat, laut, dan udara saling berintegrasi mendukung pembangunan di kota Cirebon. Berikut beberapa tempat Wisata Sejarah dan Arsitektur di Cirebon yang berhasil old.uniknya.com himpun:

 

1. Pendopo Kabupaten Cirebon

Perjalanan sejarah Kota Cirebon setelah masa kesultanan ditandai beberapa peninggalan bangunan yang didirikan pada masa kolonial. Salah satu peninggalan bangunan lama tersebut adalah Pendopo Kabupaten dan Rumah Dinas Bupati. Rumah Dinas Bupati Cirebon berdiri pada lahan seluas ±18.150 m2. Pada situs ini terdapat dua bangunan utama, yaitu Pendopo dan Rumah Dinas yang berada di belakangnya. Luas kedua bangunan itu ± 3.200 m2. Kompleks ini dikelilingi pagar tembok setinggi lebih dari 2 m pada sebelah selatan dan barat serta pagar besi pada sebelah timur dan utara. Pintu gerbang berbentuk candi bentar yang dibangun belakangan terletak di sebelah timur dan barat. Sebagian pelataran yang biasa digunakan mobilitas dilapisi dengan aspal, sisanya kerapkali dijadikan tempat merumput beberapa ekor rusa yang dibiarkan hidup lepas, di bawah rindangnya pohon beringin, mangga, serta beberapa tanaman keras dan tanaman hias.

 

[spoiler]

Pendopo Kabupaten Cirebon (Sumber: wordpress.com)

[/spoiler]

 

Pendopo merupakan bangunan terbuka tanpa dinding dengan atap genteng berbentuk joglo, ditopang tiang kayu jati yang berdiri di lantai keramik. Pada tahun 1925 atap bagian atas pendopo dipasang plafon dari kayu jati berukir, yang ditempelkan pada empat tiang. Sementara rumah dinas dibangun  dalam langgam bangunan kolonial, dengan material utama bata merah, batu, pasir, kapur, kayu jati, marmer dan tegel. Gedung ini dibangun sejaman dengan pembangunan Masjid At Taqwa yang berdiri di sebelah barat laut kompleks ini.

Lokasi:  Jl. Kartini, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan

2. Gedung Karesidenan Cirebon

Sebuah bangunan kolonial lainnya di Cirebon yang menunggu untuk Anda nikmati, Gedung Karesidenan Cirebon. Dibangun pada tahun 1865 ketika Keresidenan Cirebon dipimpin oleh Albert Wilhelm Kinder De Camurecq, awalnya gedung ini berfungsi sebagai Rumah Dinas Residen. Anda akan memasuki bangunan ini melalui pintu gerbang berbentuk candi bentar yang dibangun tahun 1980-an. Bangunan induknya terdiri dari ruang Jepara, yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu, dan ruang lainnya yang berfungsi sebagai ruang kerja dan ruang istirahat Gubernur. Di bagian belakang  terdapat tambahan bangunan baru. Sampai saat ini bangunan induk masih seperti bentuk aslinya. Gedung ini, mengalami tiga kali perubahan nama, dari  Gedung Keresidenan Cirebon (1865-1973), Gedung Kantor Pembantu Gubernur Wilayah III Cirebon (1974), dan kemudian Kantor Badan Koordinasi Wilayah Cirebon (2000-sekarang). Pada tahun 1991, gedung kantor baru ini baru diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, Yogie S. Memet.

Lokasi:  Jl. Siliwangi, Kampung Krucuk, Kecamatan Kejaksan

[spoiler]

Gedung Karesidenan Cirebon (Sumber: wordpress.com)

[/spoiler]

 

3. Balai Kota Cirebon

Bangunan peninggalan masa kolonial lainnya misalnya Balai Kota Cirebon. Gedung ini terletak di Jl. Siliwangi No. 84, Kampung Tanda Barat, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan tepatnya pada koordinat 06º 42′ 394″ Lintang Selatan dan 108º 33′ 492″ Bujur Timur. Di sekitar gedung merupakan perkantoran dan pemukiman. Di sebelah utara terdapat Rumah Dinas Kepala PT. KAI DAOPS III Cirebon, sebelah timur merupakan ruas Jl. Siliwangi, sebelah selatan pemukiman penduduk, dan sebelah barat adalah ruas Jl. Setasiun Kereta Api.

Pembangunan gedung ini diprakarsai oleh Jeskoot, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Stadsgemeente Cheribon, sedangkan perancangnya dikerjakan oleh dua orang arsitek bernama H.P Hamdl dan C.F.H. Koll. Bangunannya berbentuk anjungan kapal yang puncaknya dihiasi dengan empat ekor udang, binatang air yang lazim digunakan untuk julukan kota ini. Langgam arsitektur bangunan ini bergaya art deco yang sedang popular pada sekitar tahun 1920-an.

Gedung yang berdiri pada lahan seluas ± 15.770 m2 ini bertembok warna putih dan bertekstur halus, dibangun menghadap ke timur, dari bahan utama bata merah, batu, kapur, kayu jati, tegel dan marmer. Pada waktu itu balaikota terdiri atas gedung inti dan gedung penunjang pada sebelah utara dan selatan. Gedung inti dibangun dua lantai, apabila berdiri pada bagian lantai 2 dapat dilihat keindahan pemandangan laut lepas dan Pelabuhan Muara Jati. Sementara pada bagian bawah tanah terdapat terowongan yang menurut tradisi, dulu merupakan tempat perlindungan dan jalan pintas menuju laut atau tempat melarikan diri apabila terjadi penyerangan.

 

[spoiler]

Balai Kota Cirebon (Sumber: wordpress.com)

[/spoiler]

 

Pembangunan Balaikota Cirebon merupakan pengejawantahan peningkatan kepentingan Pemerintah Hindia Belanda terhadap kota pelabuhan ini, yang pada awal abad ke-20 telah menempati peringkat ke-4 terbesar di Jawa. Pada 1 April 1906 Cirebon diresmikan menjadi Gemeente (Kotapraja), dan pada tahun 1926 statusnya ditingkatkan lagi menjadi stadsgemeente. Untuk menunjang kegiatan lembaga pemerintah ini, maka dibangunlah Staadhuis (Balaikota), Raadhuis (Dewan Perwakilan Kota) serta infrastruktur kota lainnya.

Gedung ini semula berfungsi sebagai Raadhuis (Dewan Perwakilan Kota) yang merupakan pusat administrasi Kotapraja Cirebon. Ketika itu, gedung ini juga kerapkali digunakan sebagai tempat petemuan dan pesta pernikahan kalangan bangsa Eropa. Pada masa Pemerintahan Militer Jepang hingga masa kemerdekaan gedung ini menjadi pusat Pemerintahan Kota Cirebon.

Lokasi: Jl. Siliwangi No. 84, Kampung Tanda Barat, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan

4. Gedung Bank Indonesia Cabang Cirebon

Kagumilah keindahan arsitektur Bank Indonesia cabang Cirebon dalam gaya klasik dan balutan warna putihnya. Gedung tiga lantai ini berdiri di atas lahan seluas ± 1.961 m2. Fungsinya semula adalah  Agenschap De Cheribon  dan dibuka tanggal 31 Juli 1866 sebagai kantor cabang ke- 5 De Javasche Bank. Direnovasi dari hanya satu lantai menjadi tiga lantai, akhirnya pada tanggal 21 September 1919 gedung ini dirancang oleh arsitek F.D. Ciypers & Hulswit dengan gaya art deco. Eks Gedung De Javasche Bank Cabang Cirebon merupakan satu-satunya yang memiliki satu kubah sebagai tanda keunikannya.  De Javasche Bank hingga sekarang sudah beberapa kali berganti nama; pada masa pemerintahan Jepang menjadi Hanpo Kaihatsu Ginko, kemudian Bank Indonesia. Dari tahun 1866 sampai dengan 1953 selalu dipegang oleh bangsa Belanda kecuali pada masa Jepang. Sejak tahun 1954 pimpinan kantor cabang dipegang oleh bangsa Indonesia.

Lokasi:  Jalan Yos Sudarso, Kampung Cangkol, Desa Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk

 

[spoiler]

Gedung Bank Indonesia Cabang Cirebon (Sumber: wordpress.com)

[/spoiler]

 

5. Gedung PT. British American Tobaccos (P.T B.A.T)

Berdiri dengan anggun sebagai salah satu saksi sejarah usaha di Cirebon, Gedung PT B.A.T. pada awalnya merupakan perusahaan rokok SS Michael. Sebelum tahun 1925, mereka membelinya dan kemudian mengembangkannya secara besar-besaran. Bangunan dua lantai ini dibangun tahun 1924 oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit dengan gaya art deco. Anda akan melihat bahwa secara umum, bangunan ini terdiri dari lobi, ruang kantor, pabrik dan sarana penunjang, seperti mushola dan kantin. Material utama bangunan berupa besi, batu, bata merah, pasir, semen, kayu, marmer, tegel, keramik genteng, dan sabes. Warnanya didominasi warna putih dan biru. Pada tahun 1990-an, lantai pabrik semula terbuat dari kayu dan diganti dengan lantai marmer. Sejak gedung ini dibangun, nyaris tidak memiliki halaman dan hanya menyisakan lahan untuk pohon, pos polisi dan tempat untuk berjalan kaki.

Lokasi: Jl. Pasuketan, Kampung Kebumen, Desa Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.(**)

[spoiler]

Gedung PT. British American Tobaccos (P.T B.A.T) (Sumber: wordpress.com)

[/spoiler]

 

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id, old.uniknya.com, Maret 2012

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com