5 Penderita Syndrome Teraneh yang Pernah Ada (Bagian I)

Oleh : Iqbal Vetra

[UNIKNYA.COM] Di dunia ini memang menyebar banyak sekali penyakit, sindrom ataupun kelainan. Beberapa diantaranya, amat tidak lazim dan aneh. Kebanyakan penyakit dan sindrom ini disebabkan karena faktor psikologis, dan kerusakan pada syaraf otak. Penyakit, sindrom dan kelainan ini dapat diderita oleh siapa saja. Penasaran sindrom aneh apa saja yang telah kami temukan dari berbagai situs. Berikut ini, old.uniknya.com  menghimpun beberapa penderita sindrom teraneh yang pernah ada.

 

1.      Sindrom Sexsomnia

 Sexsomnia adalah gangguan dimana seseorang berpartisipasi dalam tindakan seksual (baik solo atau dengan pasangan) saat tertidur lelap. Hal ini digolongkan sebagai salah satu dari berbagai parasomnia (kategori gangguan tidur yang melibatkan gerakan abnormal dan tidak wajar), yang juga mencakup hal-hal seperti tidur berjalan atau tidur mengigau. Sexsomnia merupakan sindrom yang relatif baru (resmi diidentifikasi pada tahun 2003).

 Tiga peneliti dari Universitas Otawa, Toronto, dan the Toronto Western Hospital, mendeskripsikan sexomnia sebagai gabungan antara mengalami mimpi basah dan tidur sambil berjalan (sleepwalking). Yang menarik, berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti, kebanyakan pasangan dari orang yang sexomnia tersebut tidak keberatan dengan kondisi pasangannya. Sebagian besar malah senang dan tak peduli harus bercinta dengan pasangannya yang sedang dalam kondisi tidak sadar. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan pada University Health Network didapatkan hasil bahwa kecenderungan pria lebih banyak mengalami penyakit ini dibanding wanita.

 

[spoiler]

Sindrom Sexsomnia (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

 2.      Sindrom Bau Ikan (Trimethylaminuria)

 Trimethylaminuria adalah gangguan ketika tubuh tidak mampu untuk memecah trimetilamina, suatu senyawa yang berasal dari makanan yang memiliki bau yang kuat dari ikan busuk. Sindrom ini merupakan penyakit genetik dan gejalanya sering ditemukan sejak lahir. Pengobatan yang dapat dijalani oleh seseorang yang memiliki sindrom ini mencakup membatasi konsumsi makanan tertentu, penggunaan lotion dan sabun asam untuk menghapus trimetilamina disekresikan pada kulit, penggunaan arang aktif dan klorofilin tembaga, antibiotik tertentu, obat pencuci perut, dan suplemen riboflavin.

 

[spoiler]

Sindrom Bau Ikan (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

 3.      Sindrom Ledakan Di Kepala

 Sindrom ini adalah gangguan yang menyebabkan penderita parasomnia mengalami suara-suara aneh dan terdengar sangat mengganggu, seperti suara ledakan yang tampaknya berasal dari dalam kepala mereka sendiri. “Ledakan” biasanya terjadi tepat setelah korban telah jatuh tertidur dan terdengar suara gemuruh, suara tembakan, suara keras atau jeritan, suara dering, dan suara listrik yang berdengung.

Sementara korban sindrom ini tidak terluka secara fisik, mereka cenderung mengalami ketakutan dan kecemasan setelah serangan tersebut. Tidak ada penyebab yang diketahui atau obat untuk kondisi ini, meskipun telah dikaitkan dengan stres dan kelelahan.

 

[spoiler]

Sindrom Ledakan Di Kepala (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

 4.      Sindrom Aksen Asing

 Sindrom Aksen Asing atau Foreign accent syndrome (FAS) adalah gangguan bicara yang merupakan efek samping dari cidera otak berat, seperti stroke atau trauma kepala. FAS menyebabkan perubahan mendadak dalam pola berbicara, intonasi dan pelafalan, tiba-tiba saja seorang korban yang mengalami sindrom ini akan berbicara dengan aksen “asing”. FAS biasanya akan berkembang dalam waktu satu atau dua tahun setelah cedera dan kadang tidak dapat disembuhkan.

 

[spoiler]

Sindrom Aksen Asing (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

 5.      Sindrom Tidur & Terbangun Dalam Siklus 24 Jam

 Setiap makhluk hidup memiliki bioritme (jam biologis) yang berbeda. Pada manusia, bioritme ini dikontrol oleh tubuh dan disesuaikan dengan faktor lingkungan (misalnya cahaya, kegelapan, gravitasi dan stimulus elektromagnetik). Bentuk bioritme yang paling umum adalah ritme sirkadian yang melengkapi siklus selama 24 jam. Tidur adalah salah satu irama biologis tubuh yang sangat kompleks.

 Selama siklus 24 jam yang menjadi ritme sirkadian gangguan tidur yang kronis didefenisikan sebagai “pola stabil kronis terdiri penundaan setiap hari nya, dari satu ke dua jam, di awal tidur dan waktu bangun dalam hidup seseorang di masyarakat”. Pola penundaan terus berlanjut “sepanjang waktu,” berlangsung dalam beberapa minggu untuk menyelesaikan satu siklus. Gangguan ini dari jam tubuh menyebabkan serangan siklus tidur di malam hari dan kelelahan di siang hari yang berlebihan.(**)

 

[spoiler]

indrom Tidur & Terbangun Dalam Siklus 24 Jam (sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

 Sumber : oddee.com, old.uniknya.com, Maret 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com