5 Alasan Menjadikan Singapura Sebagai Tempat Tinggal

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Begitu banyak kota-kota menawan di Asia. Tetapi tahukah anda, segelintir orang asing (termasuk WNI) lebih memilih Singapura sebagai tempat tinggalnya. Dalam beberapa literatur, Singapura merupakan negara ke-3 dengan biaya hidup yang tinggi setelah Tokyo dan Osaka. Berikut 5 alasan yang dimaksud, yang disarikan dari laman www.tempo.co:

 

1. Karena kenyamanannya.

“Singapura adalah tujuan yang tepat untuk membina keluarga. Ini adalah negara yang bersih, aman, beranekaragam, dan memiliki banyak sekolah yang berkualitas,” ungkap Victoria Great yang pada tahun 2003 pindah tugas dari Inggris ke Singapore.

 

[spoiler]

Ilustrasi (Sumber: olamacauguide.com)

[/spoiler]

 

Menurut Great, warga Singapura menikmati keberagaman yang mereka miliki. Dan mereka pun sangat ramah dengan warga asing. Misal saat bertanya alamat, mereka akan menjawabnya dengan ramah. Kemudian saat berkendara dengan taksi, Anda akan diperlakukan dengan ramah.

 

2. Harmonisasi bekerja dan kehidupan berkeluarga.

Menurut Lee Sujin, salah seorang warga Korea yang ikut suaminya pindah kerja ke Singapura, hidup di negara itu lebih santai dibandingkan dengan negara asalnya. “Lingkungan kerja di Korea sangat kompetitif dan hirarkis. Dulu suami saya pulang kerja lewat dari pukul 10 malam. Akibatnya ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk keluarga. Kini ia memiliki waktu yang lebih untuk keluarga juga dirinya sendiri dengan melakukan hobinya.”

 

[spoiler]

Ilustrasi (Sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

3. Wilayah yang sangat aman.

“Kami cinta Singapura karena kota ini sangat aman.” ungkap Nicole Beath, warga Australia, yang telah tinggal di Singapura selama lebih dari 10 tahun. Katanya, negara itu memiliki aturan yang ketat mengenai kepemilikan juga peredaran obat-obatan terlarang. Jika di Australia, ada anak kecil yang bisa mengedarkan narkoba, Anda tidak akan menemui hal itu di Singapura.

 

[spoiler]

Ilustrasi (Sumber:wikimedia.org)

[/spoiler]

 

Ketatnya aturan yang berlaku di Singapura terkadang membuat warganya merasa tidak bebas. Namun Beath melihatnya itu dari sisi yang positif. “Saya merasa lebih aman membiarkan anak naik kendaraan umum saat bepergian. Selain itu menjadi tidak begitu risau kala mereka pergi ke mal hingga malam.”

 

4. Tidak ada diskriminasi.

Danya Goll, warga Australia, telah hidup di Singapura selama 9 tahun bersama dengan suami dan anak-anaknya. Ia merasa sistem pendidikan di sana sudah sangat baik. “Anak saya yang baru berumur 4 tahun kini sudah bisa baca tulis dasar bahasa Inggris dan Mandarin.”

 

[spoiler]

Ilustrasi (Sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Selain sistem pendidikan yang berkualitas, Singapura juga wilayah yang cukup aman. Orangtua tidak khawatir saat meninggalkan anak-anak mereka bermain di sekitar jalan pinggir kota. “Dan yang paling luar biasa adalah anak-anak saya tidak merasa dibedakan dengan anak warga lokal lainnya. Mereka bermain bersama tanpa saling membedakan.”

 

5. Home sweet home

Beppe De Vito menikah dengan wanita kewarganegaraan Singapura kemudian menetap di sana sejak tahun 1995. Ia merasa negara itu sangat nyaman dan terasa seperti berada di rumah sendiri. “Kedua anak saya terlahir di Singapura dan memegang paspor negara tersebut. Saat menginjak bangku sekolah, saya sama sekali tidak berniat memasukkan mereka ke sekolah internasional. Kami bangga dengan negara ini.”(**)

 

[spoiler]

Ilustrasi (Sumber: blogspot.com)

[/spoiler]

 

Sumber: tempo.co, old.uniknya.com, Januari 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com