5 Tokoh Penting dan Inspiratif Tionghoa di Indonesia

Oleh : Iqbal Vetra (Kontributor Uniknya.com)

[UNIKNYA.COM] Banyak tokoh tionghoa menjadi inspirasi banyak orang dan dikenal luas karena kontribusinya.  Di bawah ini merupakan daftar tokoh-tokoh Indonesia terkenal keturunan Tionghoa (anggota suku Tionghoa atau berdarah Tionghoa). Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, berikut Uniknya.com merangkum 5 tokoh penting dan inspiratif Tionghoa – Indonesia:

 

1. Lee Manfong, (1939 – 1988), Pelukis Termahal Asia Tenggara

Presiden Republik Indonesia yang pertama , Sukarno memiliki hobi mengoleksi lukisan. Salah satu pelukis istana adalah Lee Manfong yang berkarya selama empat tahun [1961-1965]. Lee Manfong masuk menggantikan pelukis sebelumnya , Dullah [1950-1960]. Lee Manfong berasal dari Guangzhou dan dilahirkan disana pada tahun 1912. Ia menekuni dunia lukis dan advertensi sebelum  kemudian pindah ke Jakarta. Tahun 1946 , Lee Manfong mengadakan pameran tunggal dan sempat menerima beasiswa Malino yang diberikan Van Mook. Lee Manfong sempat menggelar pameran lukisan di Eropa. Lee kemudian kembali ke Indonesia dan mendirikan Yinhua  asosiasi pelukis Tionghua di Lokasari , Mangga Besar , Jakarta. Puluhan seniman Tionghoa menjadi aktif berkarya dan mengadakan pameran.

 

[spoiler]

Lee Manfong (Sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Tahun 1956 , Lee memimpin rombongan Yin Hua ke Tiongkok. Tahun 1961 ia menjadi pelukis istana dengan Lim Wasim sebagai asistennya. Lee mendapat gaji 5000 rupiah perbulan dan Lim mendapat gaji 4000 ribu rupiah perbulan. Minat yang sama pada Sukarno dan Ratna Sari Dewi yang sangat apresiatif terhadap seni lukis juga berdampak pada Lee Manfong. Pada tahun 1964 , Ratna Sari Dewi berhasil melakukan lobi di Jepang sehingga sebagian koleksi Sukarno yang dibukukan berhasil dicetak di Jepang , percetakan Toppan , Tokyo. Buku ini disusun oleh Lee Manfong dengan kualifikasi cetak yang nyaris sempurna.

Karya Le bukan sekedar lukisan saja , di kawasan Hotel Indonesia , bisa dilihat gedung-gedung baru yang dibangun sedemikian dekat dengan dome yang ditengahnya ada mosaik karya Lee. Di masa sekarang , lukisan Lee Man Fong semakin bernilai tinggi. Di tahun 2010 , Sotheby Hong Kong melelang karya Lee yang berjudul “Bali Life” dengan rekor US$3,2 juta . Harga yang sangat tinggi dan menjadikan Lee sebagai pelukis dengan karya termahal di kawasan Asia Tenggara.

 

 

2. Szetu Mei Sen, (1928-2010), “Seorang Biasa Yang Luar Biasa”

Szetu Mei Sen lahir di Sukabumi dari keluarga Tionghoa revolusioner. Ayahnya Szetu Tjan aktivis yang bergerak di bidang pendidikan, Kepala Sekolah Menengah Tionghoa Guang Ren dan Pa Zhong, juga ibunya seorang guru. Ditahun 1946, Szetu Mei Sen baru usia 19 tahun, sudah bekerja sebagai wartawan “Tian Sheng Ri-bao”mendapat tugas ke Jogya untuk mengikuti sidang KNIP yang ternyata dilangsungkan di Kota Malang. Dalam perjalanan Kereta Api dari Jogya ke Malang terjadi pertemuan Mei Sen dengan Presiden RI Soekarno, yang kebetulan satu gerbong. Pertemuan pertama dengan Presiden Soekarno itulah, menentukan jalan hidup diri Mei Sen kemudian, menjadi seorang yang luar biasa.

Szetu Mei Sen adalah seorang yang berjasa dalam mempererat Persahabatan Rayat Tiongkok dan Rakyat Indonesia, “Sekalipun beliau (Mei Sen) telah meninggal dunia, apa yang beliau sumbangkan tetap berada di hati rakyat kedua bangsa,” kata Dubes RRT di Jakarta Zhang Qiyue. Banyak orang Tiongkok yang mengagumi peran Szetu Mei Sen dalam mensukseskan kelancaran Konfrensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung, bersama Adam Malik memainkan peran penting menggolkan hak RRT menjadi anggota PBB yang sah, di tahun 80-an juga berperan sebagai perantara dalam pemulihan hubungan diplomatik RI-RRT yang sejak tahun 1967 dibekukan. Sze Tu Mei Sen juga sebagai penerjemah Presiden Sukarno untuk bahasa Cina. Ia pernah memberi kesaksian penting terkait keterlibatan RRC dalam pemberontakan PKI atau yang kita kenal dengan Gestok (Gerakan Satu Oktober), yang berujung pada runtuhnya kekuasaan Bung Karno.

Saat kematiannya di usia 82 tahun, Rakyat Indonesia dan Rakyat Tiongkok kehilangan seorang pejuang dan sahabat baik . Pada saat dilangsungkan Upacara Belasungkawa perpisahan terakhir pada tgl. 19 Oktober 2010 jam 11 pagi di Rumah Duka Jing Hu Macau, nampaklah ke-BESARAN Szetu Mei Sen yang dihargai dan dihormati rakyat kedua Negara, Indonesia-Tiongkok.

 

[spoiler]

Szetu Mei Sen--tengah (Sumber: wordpress.com)

[/spoiler]

 

3. Dr. Ken Liem Laheru, (1935-2011) , Ahli NASA dan Salah Satu Pendiri Teknik Penerbangan ITB

Dr. Liem Kengkie (Ken Liem Laheru) adalah salah satu pendiri Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung. Pada 1962, kuliah-kuliah bidang penerbangan diberikan di jurusan Mesin-Elektro oleh beberapa dosen ITB yang baru pulang dari Eropa/US, di antara Prof Oetarjo Diran dan Dr Laheru.

Laheru pindah ke Amerika Serikat pada 1969. Beliau diterima masuk program Ph.D. di University of Utah. Setelahnya, beliau bekerja di Thiokol Corporation, perusahaan penyedia material pesawat udara dan antariksa. Bidang keahliannya adalah material pesawat. Dr Laheru aktif menulis jurnal ilmiah internasional. Sebagian diterbitkan sebagai technical document di NASA (Thermomechanical coupling in fatigue fracture of viscoelastic materials, NASA Technical Report, 1975). Menurut catatan pendek dari seorang sahabatnya Oetarjo Diran, yang dirilis di milis IAP mengatakan “Liem Kengkie belajar di Technische Hochschule Aachen, Jerman Barat, satu angkatan dengan Pak Habibie. Pak Habibie dan Pak Kengkie, belajar di Technische Hoogeschool Delft, Belanda, dalam bidang flugzeugbau (Jerman) atau vliegtuigbouwkunde (Belanda), yang berarti teknik penerbangan. Kesempatan tadi adalah dalam rangka satu pertemuan persiapan Kongres PPI Eropa”.

“Liem Kengkie adalah seorang pendiam, sabar, tidak banyak omong, namun memiliki ke-khas-an seorang engineer, precise, dengan pengertian mendalam bahwa the engineering detail is very fundamental in the engineering profession”. Wafat pada 2 Mei 2011, Indonesia kehilangan satu lagi insan terbaiknya di bidang penerbangan.

 

[spoiler]

Dr. Ken Liem Laheru (sumber: themalaysianinsider.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

4. Soe Hok Gie, (1942 – 1969), Aktivis Kemahasiswaan Era Orde Baru

 

Soe Hok Gie adalah orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Soe Hok Gie dibesarkan di sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang tidak begitu kaya dan berdomisili di Jakarta. Sejak remaja, Hok Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri Hok Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni.

Di masa kuliah, Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet setinggi 3.442 meter, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”. Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Tahun 1969, Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.

Hok Gie meninggal di Gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut. Namun ada kecurigaan bahwa gie telah dibunuh di Semeru karena sebelum ke semeru gie membuat tulisan di harian Kompas yang berisi tentang pembunuhan massal orang orang yang dicurigai sebagai PKI di Bali.

 

[spoiler]

So Hok Gie (Sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

5. Kho Ping Hoo, (1926-1994), Legenda Cerita Silat

Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo (juga dieja Kho Ping Ho lahir di Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926 – meninggal 22 Juli 1994 pada umur 67 tahun) adalah penulis cersil (cerita silat) yang sangat populer di Indonesia. Kho Ping Hoo dikenal luas karena kontribusinya bagi literatur fiksi silat Indonesia, khususnya yang bertemakan Tionghoa Indonesia yang tidak dapat diabaikan.  Kendati tak bisa membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa. Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar 400 judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa. Walaupun menulis cerita-cerita silat berlatar Tiongkok, penulis yang produktif ini tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Ia banyak mendapat inspirasi dari film-film silat Hong Kong dan Taiwan.

Bahkan setelah ia meninggal dunia akibat serangan jantung pada 22 Juli 1994 dan dimakamkan di Solo, namanya tetap melegenda. Karya-karyanya masih dinikmati oleh banyak kalangan penggemarnya. Bahkan tak jarang penggemarnya tak bosan membaca ulang karya-karyanya. Kho Ping Hoo bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo.

Dia juga banyak mengajarkan filosofi tentang kehidupan, yang memang disisipkan dalam setiap karyanya. Salah satu tentang yang benar adalah benar, dan yang salah tetap salah, meski yang melakukannya kerabat sendiri.  Kho Ping Hoo berasal dari keluarga miskin. Dia hanya dapat menyelesaikan pendidikan kelas 1 Hollandsche Inlandsche School (HIS). Namun, ia seorang otodidak yang amat gemar membaca sebagai awal kemahirannya menulis.

 

[spoiler]

Kho Ping Hoo (Sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

Dari : Berbagai sumber, old.uniknya.com, Januari 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com