5 Pesepakbola Keturunan Tionghoa – Indonesia (Bagian I)

Oleh: Ilham Santoso

[UNIKNYA.COM] Pernahkan Anda menelusuri lebih jauh profil para pesepakbola Indonesia? Mungkin hanya sedikit orang saja yang melakukan hal tersebut, terutama penggemar berat. Dan lebih sedikit lagi orang yang mengetahui siapa saja pesepakbola keturunan Tionghoa – Indonesia yang merumput di negeri ini. Uniknya.com dalam menyambut Tahun Baru Imlek, mengajak Anda untuk mengenali, setidaknya, biografi para pesepakbola keturunan Tionghoa – Indonesia yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia:

 

 1. Surya Lesmana (20 Mei 1944)

 

[spoiler]

Surya Lesmana(Sumber: supersoccer.co.id)

[/spoiler]

 

Liem Soei Liang alias Surya Lesmana adalah seorang pemain sepak bola terkenal Indonesia di era tahun 1960an. Atlit kelahiran Balaraja, Tangerang ini memperkuat tim nasional PSSI selama 10 tahun (1963-1972) dan Persija Jakarta selama 14 tahun (1962-1975). Ketika masa jayanya, Surya Lesmana dikenal sebagai gelandang jempolan yang memiliki kemampuan menyerang ataupun bertahan sama baiknya.

Gelandang jempolan ini mengawali karier sepak bola di Klub Union Makes Strength (UMS) pada tahun 1958, seangkatan dengan Mulyadi (Tek Fong). Mantan pesepakbola nasional ini pensiun dari tim nasional pada tahun 1973. Ia pernah dikontrak sebagai pemain klub Mac Kinan Hongkong selama satu musim pada tahun 1974 dengan gaji HK$ 2.000 per bulan, jumlah yang cukup besar kala itu.

Kabar terakhir tentang dunia sepakbolanya, Surya masih tetap menggeluti sepak bola dengan para orang-orang lanjut usia di lapangan UMS. Sampai saat ini Surya bersama dengan Mulyadi menjadi pelatih di klub UMS di kawasan Petak Sin Kian, Mangga Besar.

 

2. Tan Liong Houw (26 Juli 1930)

 

[spoiler]

Tan Liong Houw (sumber:gstatic.com)

[/spoiler]

 

Tan Liong Houw atau Latief Harris Tanoto adalah pesepak bola terkenal Indonesia di era tahun 1950-an. Pria kelahiran Jakarta ini dikenal sebagai pemain lini tengah, gelandang kiri perusak formasi lawan. Ia bermain untuk Tim Merah Putih selama 12 tahun sejak 1950. Pada masanya, “Macan Betawi” ini menjadi pujaan tim nasional dan Persija Jakarta.

Awal karirnya, laki-laki keturunan Tionghoa yang asalnya dilarang oleh ibunya untuk menjadi pesepakbola ini bergabung dengan klub Tjung Hwa (sekarang PS Tunas Jaya), perkumpulan olah raga warga keturunan Tionghoa kala itu. Setelah orangtuanya mengijinkannya Tanoto (panggilan akrabnya) dipanggil masuk ke tim nasional dan prestasinya semakin bersinar. Tanoto berhasil membawa timnas ke perempat final Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Tim Merah Putih berhasil menahan Uni Soviet 0-0 sebelum akhirnya kalah 0-4 pada partai ulang hari berikutnya. Ia memperkuat tim nasional dalam empat Asian Games dan banyak kejuaraan regional. Salah satunya menjuarai Merdeka Games 1961 di Malaysia setelah di babak final mengalahkan tuan rumah 2-1.

Ia memutuskan untuk pensiun setelah Asian Games 1962 di Jakarta dan menjadi anggota Dewan Penasihat PSSI periode 1999-2003.

 

3. Thio Him Tjiang (28 Agustus 1929)

 

[spoiler]

[/spoiler]

 

Pesepakbola kelahiran Jakarta ini terkenal para era tahun 1950an. Ia merupakan atlet berprestasi hasil binaan Klub Union Makes Strength (UMS), salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia dan klub yang tergabung dalam Persija Jakarta.

Anak dari Thio Kioe Sen ini, yang merupakan pemain UMS, adalah orang yang mempunyai loyalitas tinggi. Pria asal dari keluarga yang hampir semua anggotanya adalah atlet sepakbola ini tetap setia bermain untuk UMS, walaupun pernah diminta untuk bermain di Klub Tjung Hwa (sekarang PS Tunas Jaya). Pemain gelandang ini bukan hanya berprestasi di UMS melainkan juga masuk menjadi pemain inti Persija dan tim nasional PSSI.

Bersamanya, timnas Indonesia berhasil masuk perempat final Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Thio Him Tjiang memperkuat Tim Merah Putih selama 8 tahun (1951-1958). Setelah pensiun sebagai pemain, Ia tidak mau melanjutkan karier sebagai pelatih sebagaimana teman-temannya yang lain. Thio Him Tjiang tetap memegang teguh prinsip: ingin dikenang sebagai pemain sepak bola saja bukan sebagai pelatih sepak bola.

 

4. Budhi Tanoto (23 Juni 1961)

 

[spoiler]

Budhi Tanoto (sumber: twitgoo.com)

[/spoiler]

 

Pesepakbola kelahiran Jakarta ini adalah anak dari Tan Liong Houw (belakangan berganti nama menjadi Latief Harris Tanoto), yang pada masanya pernah ikut mengharumkan nama persepakbolaan di Indonesia. Bersama kakaknya Wahyu Tanoto, pria keturunan Tionghoa ini dikenal sebagai penyerang yang handal yang pernah dimiliki oleh PSSI. Budhi juga pernah bermain untuk tim PSSI Junior di kejuaraan FIFA World Youth Tournament di Tokyo, Jepang pada 1979. Dan, saat ini Budhi Tanoto memilih berkarier di PT Djarum Jakarta.

 

5. Endang Witarsa (Lim Sun Yu) (16 Oktober 1916 - 2 April 2008)

 

[spoiler]

Endang Witarsa (Lim Sun Yu)  (sumber: wikimedia.org)

[/spoiler]

 

Dokter Gigi Endang Witarsa alias Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe, yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah, adalah mantan pemain sepak bola yang pernah memperkuat timnas Indonesia. Setelah lulus sebagai dokter gigi, pesepakbola yang meninggal di Jakarta ini memutuskan untuk berkarier di dunia sepak bola dengan bergabung sebagai awal karirnya dengan klub UMS atau Union Makes Strength, Bandung, yang saat itu masih bernama Tiong Hoa Hwee Koan Scholar Football Club.

Setelah pensiun sebagai pemain, “Dokter” ini (panggilan akrabnya oleh rekan-rekam setim) beralih menjadi pelatih sepak bola dan penasehat PSSI.

Banyak penghargaan yang beliau dapat ketika menjadi pelatih klub-klub sepakbola (UMS, Warna Agung, UMS 80, dan Persija) maupun timnas. Beliau berhasil membawa timnas mendapatkan berbagai gelar juara, seperti Juara Piala Raja, Thailand (1968), Juara Merdeka Games, Malaysia (1969), Juara Pesta Sukan, Singapura, Juara Anniversary Cup (1972), Juara Agha Khan Cup, Pakistan, dan terakhir mengalahkan timnas Uruguay 2-1 dalam pertandingan persahabatan di Jakarta tahun 1974. (**)

 

Sumber: wikipedia.org, old.uniknya.com, Januari 2012

 

 

3 Responses to 5 Pesepakbola Keturunan Tionghoa – Indonesia (Bagian I)

  1. You have a lot of useful pointers on this site. This is a well composed article that I have bookmarked for future reading. Have a fun.

  2. itu bukan thio him chiang.. tp Dg. Rammang asal makasar.. jgn asal ngaco bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com