5 Cara Memilih Makanan Berlabel ‘Sehat’

Oleh: Iqbal Vetra (kontributor old.uniknya.com)

[UNIKNYA.COM]: Setelah melewati  pergantian tahun, banyak dari kita memutuskan untuk memulai mengonsumsi makanan sehat di tahun ini. Khususnya bagi seseorang yang sedang menerapkan diet pasti akan memilih berbagai jenis makanan yang dinyatakannya sehat. Tapi sayangnya banyak orang diet yang terjebak dengan makanan berlabel ‘sehat’ ini.  Studi baru menunjukkan bahwa orang yang diet lebih mudah terkecoh dengan label ‘sehat’, dibandingkan dengan orang yang tidak terobsesi mengurangi jumlah kalori. Jika dilihat dari jauh, beberapa makanan terlihat begitu sehat karena kemasan atau label yang ada di baliknya. Untuk mengetahui trik untuk memilih makanan yang tepat dan sehat, Berikut Uniknya.com merangkum 5 trik mencegah makanan berlabel  ‘Sehat’ :

1. Bebas Lemak “No Trans Fat”

Lemak trans dapat terjadi dalam proses produksi pangan. Mengkonsumsi lemak trans berlebihan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Pada label sesuatu yang mengundang 0,5 gram lemak trans, dengan cara-cara yang legal banyak kandungan label merubah kandungan menjadi nol. Itu berarti jika Anda makan dari beberapa porsi makanan yang diduga bebas lemak setiap harinya,  Anda dapat mengukur kandungan lemak yang Anda makan pada label yang sudah dirubah sebelumnya.

 

[spoiler]

Bebas Lemak “No Trans Fat” (sumber: huffpost.com)

[/spoiler]

 

2. “Multigrain

Perkembangan sebuah susunan sistematis pada produk makanan ringan seperti roti atau kripik kentang dengan bangga menyatakan diri sebagai makanan “Multrigrain”. Meskipun memang makanan ringan tersebut mengandung kandungan “gandum atau” gandum utuh”, yang berfungsi untuk   penurunan risiko penyakit jantung, diabetes dan masalah pencernaan lainnya.  Tapi pada kenyataan tidak, Itu hanya berarti makanan yang terbuat dari beberapa butir, yang mungkin keseluruhan atau disempurnakan. Tertulis Label seperti “12 grain” (12 butir) dan “made with” (dibuat dengan) gandum utuh bisa saja menipu. Untuk memastikan makanan kaya biji-bijian, periksalah bahan-bahan makanan tersebut dengan teliti, yang pertama terdaftar harus mengandung kata “whole” (keseluruhan).

 

[spoiler]

“Multigrain” (sumber: huffpost.com)

[/spoiler]

 

3. 100% Natural

Bila Anda sedang berbelanja, berhati-hatilah memilih makanan atau minuman yang berlabel  “All Natural” atau “100% natural” seperti yang tertulis di bagian depan kemasan produk makanan. Menyatakan bahwa makanan natural tersebut tidak mengandung bahan buatan, karena itu lebih sehat untuk dikonsumsi. Ternyata bahwa ungkapan “All Natural” dapat berarti apa saja, yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung gizi dan tidak benar-benar diatur oleh FDA. FDA (Food and Drug Administration) tidak memiliki definisi yang ketat dari label tersebut, dan banyak pengakuan atas kemasan makanan yang dikemas menjadi alami karena mengandung bahan kimia dan ditambahkan zat lainnya.

 

[spoiler]

100% Natural (sumber: huffpost.com)

[/spoiler]

 

4. Berserat Tinggi “High In Fiber

Tubuh kita membutuhkan serat setidaknya 20 gram perhari, untuk meningkatkan kandungan serat di tubuh kita, tentunya kita akan memilih makanan dengan kandungan serat yang tinggi. Namun berhati-hatilah banyak makanan dikemas  dengan kandungan serat ditambah dengan nama-nama seperti inulin, maltodekstrin dan polydextrose. Sementara jumlah  serat makanan yang diterima, belum terbukti menawarkan manfaat yang sama dengan serat alami yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Ditambah, inulin dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan.

 

[spoiler]

Berserat Tinggi “High In Fiber” (sumber: huffpost.com)

[/spoiler]

 

5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh “Supports A Healthy Immune System”

Sejumlah produk yang menunjukan bahwa mereka dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal penyakit. Tapi pada umumnya sedikit atau tidak ada bukti untuk membuktikannya. Penipuan ini diperkenankan karena adanya celah dari aturan pelabelan. Dengan mengatakan bahwa makanan yang “memelihara” atau “mendukung” fungsi normal (seperti sistem kekebalan tubuh yang sehat, tekanan darah atau kadar kolesterol), tidak secara tegas menyatakan bahwa makanan tersebut dapat mengobati atau mencegah kondisi, produsen tidak perlu memberikan bukti apapun. Akibatnya, setiap pernyataan tersebut adalah penggunaan bahasa licik yang selalu diabaikan.(**)

 

[spoiler]

Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh “Supports A Healthy Immune System” (sumber: huffpost.com)

[/spoiler]

 

Sumber: huffpost.com, old.uniknya.com, Januari 2012.

2 Responses to 5 Cara Memilih Makanan Berlabel ‘Sehat’

  1. Wahhh..mantef banget nih artikelnya..sippp abizz dech.

  2. cm kl msh ngerokok sama aja ya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com