5 Makan Malam Natal Internasional (Bagian II-Habis)

Oleh: Galih Pakuan dan Ilham Santoso

[UNIKNYA.COM]: Hari Natal merupakan momen bahagia para umat kristiani di seluruh dunia. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Berbagai tradisi lokal di belahan dunia pun berlangsung, beragam kostum dan busana pun serta gemerlap lampu turut meramaikan setiap sudut kota. Salah satu momen yang paling berbahagia dalam perayaan Natal terletak pada malam sebelum tanggal 25 Desember. Salah satu yang menjadi ciri khas dalam menyambut Natal terletak pada makan malamnya, ketika semua orang yang berbahagia dan saling berbagi kasih sayang berkumpul bersama dan menikmati hidangan yang tersedia. Berikut old.uniknya.com merangkum tradisi makan malam Natal di 5 negara:

 

1. Denmark

 

[spoiler]

Denmark (sumber:wordpress.com)

[/spoiler]

 

Di Denmark, hidangan Natal tradisional untuk tanggal 24 Desember terdiri dari babi, angsa, atau pun bebek. Hidangan ini disajikan dengan kentang, kubis merah dan kuah daging secukupnya. Hidangan ini diikuti dengan makanan penutup puding nasi, yang seringkali ditambahkan dengan kacang almond di dalamnya, yang beruntung menemukan kacang tersebut diberikan hadiah yang disebut hadiah almond. Minum tradisi Natal dari negara ini adalah Gløgg (gambar di atas) dan bir Natal tradisional, khusus dibuat untuk musim liburan ini. Semua minuman ini biasanya mengandung kadar alkohol tinggi.

 

2. France

 

[spoiler]

France (sumber:wordpress.com)

[/spoiler]

 

Di Perancis dan beberapa negara yang menggunakan bahasa Perancis, réveillon berarti makan malam panjang, dan mungkin berarti pesta panjang, yang diselenggarakan pada malam sebelum Hari Natal dan Hari Tahun Baru. Nama makan malam ini didasarkan pada kata réveil (berarti “bangun”), karena orang-orang diminta untuk tetap bangun sampai tengah malam dan seterusnya. Sajian-sajian umumnya adalah hati angsa atau bebek (foie gras); tiram; ikan salem asap; lobster; bebek, angsa atau kalkun panggang dengan buah berangan dan isian; dan, untuk penutupnya, kue natal tradisional yang disebut “La Buche de Noel” (batang Natal), sebuah kue krim yang memiliki berbagai rasa yang tercipta dari bermacam-macam rasa (cokelat, buah kemiri …) dan berbentuk batang. Minuman yang disajikan adalah Sampanye tradisional. Diikuti dengan tradisi 13 makanan penutup: 13 makanan penutup disajikan, hampir selalu mencakup: pompe à l’huile (roti bumbu), kurma, dll.

 

3. New Zealand

 

[spoiler]

New Zealand (sumber:wordpress.com)

[/spoiler]

 

Adat-istiadat Natal di Selandia Baru sebagian besar sama dengan di Inggris disebabkan statusnya sebagai negara bekas jajahan Inggris, populasi suku Kaukasus yang hampir semuanya adalah keturunan Inggris atau Irlandia, dan pengaruh kebudayaan Inggris yang masih menjalar terhadap adab negara yang masih terjaga di antara rakyat Selandia Baru dengan Inggris. Makan malamnya terdiri dari kalkun panggang, sayur panggang, isian (atau bumbu isian, yang dikenal juga di Amerika Utara), saus cranberry. Alternatifnya, babi panggang bisa ditawarkan sebagai hidangan utama dan daging domba juga sangat populer.

Satu pengecualian penting dari makan malam orang Inggris adalah tidak adanya menu daging angsa, begitu juga hal ini tidak diangkat di Selandia Baru dan pemerintah melarang mengimport produk-produk daging dari luar negeri. Makanan penutupnya hampir tanpa pengecualian pai daging cincang atau puding Natal (atau puding kismis) dan mentega brendi, yang diwariskan dari budaya Inggris. Kelezatan makanan Natal non-Inggris, seperti yang dicuri dari Jerman, Bûche de Noël dari Perancis, dan panettone dari Itali, sebetulnya tidak terdengar di Selandia Baru sampai tahun 1990′an dan sampai sekarang masih sangat jarang. Dikarenakan orang-orang Selandia Baru merayakan Natal pada musim panas, merupakan hal yang biasa juga untuk mengadakan barbekyu, dan makan buah-buahan musiman seperti ceri dan strawberi. Gambar di atas adalah Pavlova – sebuah puding khas didasari dengan meringue Selandia Baru yang seringkali disajikan saat Natal.

 

4. Inggris

 

[spoiler]

Inggris (sumber:wordpress.com)

[/spoiler]

 

Makan malam Natal di Inggris (dan negara-negara Persemakmuran) biasanya dilakukan di sore hari. Makan malam di Inggris dan Irlandia biasanya terdiri dari kalkun panggang atau angsa panggang (meskipun bebek merupakan altenatif umum tergantung jumlah orang), kadang-kadang dengan ham atau, daging babi; kentang panggang; sayuran (biasanya direbus atau diasap), khususnya brussels sprouts; isian; chipolatas atau daging babi lapis; saus cranberry; dengan makanan penutupnya puding (atau puding kismis) dan mentega brendi.

Tradisi umum di Inggris adalah dengan menggunakan tulang garpu kalkun untuk membuat harapan. Dua orang saling menarik ujung tulang tersebut sampai patah, dan orang yang mendapatkan ukuran tulang yang lebih besar berhak membuat harapan. Makanan penutup Makan Malam Natal di Inggris hampir selalu Puding Natal. Selain itu juga, ada Pai daging cincang, Kue Natal atau Batang Natal.

 

5. Amerika Serikat

 

[spoiler]

Amerika Serikat (sumber:wordpress.com)

[/spoiler]

 

Banyak adat-istiadat Natal di Amerika Serikat yang telah diadopsi dari adat-istiadat Natal di Inggris, meskipun ditemukan juga kebiasaan-kebiasaan dari negara-negara Eropa lainnya. Oleh karena itu, yang menjadi andalan di meja orang Inggris juga ditemukan di Amerika Serikat: saus cranberry, kalkun, isian atau kuah, jagung, labu, dan kacang-kacang hijau merupakan daftar makanan umum. Makanan penutup biasanya mencerminkan latar belakang suku para partisipan, contohnya adalah pai labu merah (gambar di atas), marzipan, pfeffernusse, kue gula, panettone, fruitcake, pai apel, kue wortel, kue oreo, dan pai cincang. Ham atau daging panggang seringkali disajikan selain kalkun, khususnya karena kalkun merupakan andalan makan malam bagi hari libur Amerika Thanksgiving di bulan November.

Makanan di setiap daerahnya pun bervariasi: Hawaii memilliki teriyaki Kalkun, Virginia punya oister dan pai ham, dan Upper Midwest punya makanan-makanan dari latar belakang yang sebelumnya dikuasai oleh Skandinavia seperti lutefisk dan rutabaga atau lobak yang dilembekkan. Di bagian Barat Daya, khususnya New Mexico, makan malam Natal tradisionalnya adalah posole, tamale, empanaditas (pengganti daging cincang) dan biscochitos. (**)

 

Sumber: listverse.com, old.uniknya.com, Desember 2011

One Response to 5 Makan Malam Natal Internasional (Bagian II-Habis)

  1. yang di denmark tuh gan yang cantik kue natal :-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com