5 Buku yang Menggemparkan Dari Negeri Cina (Bag. II Habis)

Oleh: Galih Pakuan

[UNIKNYA.COM]: Seperti yang telah diulas sebelumnya. Cina, Republik Rakyat Cina, atau dikenal pula dengan sebutan negara tirai bambu, memang memiliki catatan sejarah yang panjang dan rumit, selain kemajemukan suku-suku yang dimiliki sehingga menarik untuk dipelajari dan dicermati. Di Negeri ini juga berbagai kontroversi dan konspirasi lahir dan mengemuka. Walaupun tirai bambu dibuat sedemikian rapat, tetap saja berbagai informasi dan fakta selalu menyeruak melalui berbagai format literasi. Seperti yang dirangkum oleh old.uniknya.com di bawah :

 

1. Poorly Made in China

   Karya: Paul Midler

Ketika buku Leslie Chang asyik mengulas pada buruknya pemerintah Cina dalam memperlakukan buruh pabrik, seorang pengusaha buruknya pemerintah Cina dalam memperlakukan buruh pabrik, seorang pengusaha bernama Paul Midler malah sibuk mengupas buruknya manajemen perusahaan Cina dalam melakukan sebuah pergerakan ekonomi pasar. Menurut Midler dalam bukunya, “Poorly Made in China,” mereka telah melakukan berbagai kesalahan fatal dalam membuat sebuah kontrak dan persetujuan, akibatnya terjadilah korupsi yang merajalela, buruknya kontrol kualitas dan lemahnya supremasi hukum yang mengatur sistem pasar. Akibat dari semua kesalahan itu terjadilah banjir produk yang rendah kualitas, eksploitasi pekerja anak di bawah umur,selain merusak pasar bahkan merusak kesehatan manusia dan lingkungan.

 

[spoiler]

Paul Midler (Sumber: bnet.com,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

2. The Corpse Walker: Real-Life Stories

     Karya: Liao Yiwu

Sebelumnya Salman Rushdie telah memprediksikan bahwa Liao Yiwu adalah salah seorang penulis yang akan ‘dihilangkan’ oleh pihak komunis. Setelah pemerintah Cina berusaha keras untuk mengatasi gejolak pemberontakan sosial. Bukan Liao saja yang menjadi sasaran pemerintah komunis melainkan penulis Cina lainnya yang menerbitkan buku tanpa persetujuan pemerintah komunis. Ironisnya, novel Liao “The Cropse Walker”, walaupun tidak mengulas hal-hal berbau politik ataupun gejolak sosial. Sebuah cerita sederhana mengenai keseharian masyarakat Cina yang hidup dalam garis keterpurukan. Tetapi di Negeri Tirai Bambu, hal demikian cukup untuk membuat seorang penulis merasakan keras dan dinginnya kehidupan balik beton dan jeruji besi.

 

[spoiler]

Liao Yiwu (sumber: pen.org,old.uniknya.com)

[/spoiler]

 

3. The Boxer Rebellion

Karya: Diana Preston

Orang barat manapun yang pernah berkunjung ke daratan Cina akan bercerita kepada kita mengenai kehidupan dan masyarakatnya yang paling bersahabat di dunia. Namun hingga suatu masa, tepatnya di musim panas tahun 1900 terjadilah sebuah gerakan politik, dimana pergolakan itu dikenal dengan sebutan ‘Pemberontakan Boxer’. Seorang penulis, Diana Preston dalam bukunya mengulas pergolakan tersebut, sebuah peristiwa kecil namun sangat menyesakkan. Ketika itu sekelompok masyarakat Cina merasa lelah diperas, disiksa, oleh ulah sekelompok masyarakat Cina lainnya yang bekerja sama dengan pihak asing dalam menyukseskan perdagangan opium, serta lebih menguntungkan pihak asing.

 

[spoiler]

Diana Preston (Sumber: thehindu.com,old.uniknya.com)

 [/spoiler]

 

4. The Global Phenomenon of the Triads

      Karya: Martin Booth

Seperti halnya sebuah film mafia Cina yang biasa disutradarai oleh John Woo, seorang penulis bernama Martin Booth mengulas berbagai kehidupan dan berbagai pola kejahatan yang dilakukan oleh mafia yang biasa dikenal dengan nama Triad. Kejahatan triad tidak saja meliputi kawasan berkulit kuning saja melainkan jauh menyeberangi rumah dinasti mereka sendiri. Sebuah jaringan konspirasi yang rapih dalam upaya mencuci uang kejahatan mereka bahkan terdapat di sebuah kota di Amerika Serikat, San Fransisco, dan sang pemimpin mereka berada di sebuah restoran mewah di Pecinan. Seandainya yang diungkapkan adalah benar maka dapat dipastikan bahwa mereka memiliki persentasi besar keuntungan dari penjualan narkoba, perjudian, prostitusi dan pembajakan dunia digital.

 

[spoiler]

The Global Phenomenon of the Triads (Sumber: lwordpress.com)

[/spoiler]

 

5. Dream of Ding Village

     Karya: Yan Lianke

Seandainya Anda belum pernah mendengar mengenai sebuah “Desa AIDS” sebelumnya, karena hingga sekarang belum pernah ada buku yang terbit mengulas mengenai pandemik AIDS di negeri Tirai Bambu tersebut. Maka Yan Lianke-lah yang mengupas dan membuka mengenai bagaimana buruknya penyebaran AIDS di dalam masyarakat Cina bahkan meluas hingga ke luar negeri melalu penjualan darah. Mereka menjual darah tanpa melakukan sebuah pemeriksaan terlebih dahulu, bahkan ketika pemerintah Cina melakukan sebuah upaya pengasingan bagi orang yang menderita dan terjangkiti HIV AIDS—dengan cara mengisolasi mereka di sebuah desa. Dari penghuni desa tersebutlah darah didapatkan lalu diperjual belikan secara luas. Pemerintah Cina membiarkan para ODHA (orang yang hidup dengan HIV AIDS), hidup dan mati di desa tersebut. (**)

 

[spoiler]

Yan Lianke (sumber: news.com.au,old.uniknya.com)

 

 

[/spoiler]

 

Sumber: listverse.com, old.uniknya.com, Desember 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com