5 Praktik Hukuman Mati yang Masih diberlakukan di Dunia

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas diri seseorang akibat perbuatannya. Pada tahun 2005, setidaknya 2.148 orang telah dieksekusi di 22 negara, termasuk Indonesia. Dari data tersebut 94% praktik hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran, Tiongkok, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Berikut old.uniknya.com himpun praktik hukuman mati yang masih diberlakukan di dunia:

 

1. Hukuman Tembak

Hukuman tembak adalah metoda hukuman mati dengan cara menembak jantung seseorang. oleh kelompok kecil pasukan yang dipersenjatai selaku eksekutor. Biasanya pada hukuman ini, terpidana ditutup matanya agar tidak melihat. Untuk mengurangi beban psikologis eksekutor, secara acak peluru berproyektil tajam hanya terisi pada satu senapan saja. Jadi “pembunuh” yang sesungguhnya, tidak pernah disadari oleh para eksekutor.

 

Hukuman Tembak (Sumber: blogspot.com)

 

2. Hukuman Gantung

Hukuman gantung adalah menggantung seseorang dengan menggunakan tali gantungan (“simpulan hukum gantung”) yang dibelitkan di sekitar leher yang mengakibatkan kematian. Cara ini telah digunakan sepanjang sejarah sebagai suatu bentuk hukuman mati, pertama kali diterapkan di kerajaan Persia kurang lebih 2500 tahun yang lalu, dan sampai saat ini masih digunakan di beberapa negara. Cara ini juga merupakan suatu cara yang umum dipergunakan untuk bunuh diri.

 

Hukuman Gantung (sumber: blogspot.com)

 

3. Kursi Listrik

Kursi Listrik adalah kursi yang dialiri arus listrik untuk mengeksekusi terpidana mati atau tahanan yang dijatuhi hukuman mati. Penggunaan kursi listrik untuk eksekusi terpidana mati ini lazim digunakan di Amerika Serikat, khususnya di negara bagian Alabama, South Carolina, dan Virginia, serta menjadi satu-satunya metode hukuman mati di negara bagian Nebraska.

 

Kursi Listrik (Sumber: wikimedia.org)

 

4. Hukuman Pancung

Memancung telah digunakan sebagai salah satu bentuk hukuman yang telah dilakukan selama pada masa seribu tahun. Pemancungan dengan menggunakan pedang, kapak, bahkan dengan senjata militer kadang-kadang dianggap sebagai salah satu cara terhormat untuk mati bagi seorang bangsawan, yang beranggapan bahwa sebagai prajurit, sudah seharusnya berharap mati dengan pedang dalam situasi apapun. Di Inggris ada anggapan bahwa pemancungan sebagai hak istimewa para pria terhormat. Pemancungan ini membedakan dari hukuman tidak terhormat (keji) dari membakar seseorang hidup-hidup diatas tumpukan kayu.

 

Hukuman Pancung (Sumber: wikimedia.org)

 

5. Suntik Mati

Suntik mati adalah suatu tindakan menyuntikkan racun berdosis tinggi pada seseorang untuk menyebabkan kematian. Penggunaan utamanya adalah untuk eutanasia, bunuh diri, dan hukuman mati. Sebagai metode hukuman mati, suntik mati mulai mendapat popularitas pada abad ke-20 untuk menggantikan metode lain seperti kursi listrik, hukuman gantung, hukuman tembak, kamar gas, atau hukuman pancung yang dianggap lebih tidak berperikemanusiaan, walaupun masih terus diperdebatkan sisi kemanusiaannya. Pada eutanasia, suntik mati juga telah dipergunakan untuk memfasilitasi kematian sukarela pada pasien-pasien dengan kondisi terminal atau sakit kronis. Kedua penerapan ini menggunakan kombinasi obat yang serupa.(**)

 

Suntik Mati (Sumber: blogspot.com)

 

Sumber: wikipedia.org, old.uniknya.com, November 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com