5 Revolusi yang mewarnai “The Arab Spring”

Oleh: Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Serangkaian protes dan demonstrasi di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara telah dikenal luas dengan sebutan “The Arab Spring“. Rangkaian ini berawal dari protes pertama yang terjadi di Tunisia tanggal 18 Desember 2010 setelah pembakaran diri seorang pedagang kaki lima, Mohamed Bouazizi dalam protes atas korupsi polisi dan perawatan kesehatan. Dengan kesuksesan protes di Tunisia, gelombang kerusuhan menjalar ke Aljazair, Yordania, Mesir, dan Yaman, kemudian ke negara-negara lain, dengan unjuk rasa terbesar dan paling terorganisir terjadi pada “hari kemarahan”, biasanya hari Jumat setelah salat Jumat. Protes ini juga mendorong kerusuhan sejenis di luar kawasan Arab. Berikut old.uniknya.com sajikan 5 peristiwa unjuk rasa atau Revolusi yang mewarnai The Arab Spring:

1. Unjuk rasa Tunisia 2010-2011

Unjuk rasa Tunisia 2010-2011 adalah serangkaian unjuk rasa yang sedang berlangsung di berbagai kota di Tunisia yang membuat Presiden Zine El Abidine Ben Ali mundur dari jabatannya pada 14 Januari 2011 setelah 23 tahun berkuasa. Pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga pangan dan bahan bakar, pengangguran, korupsi, dan kebebasan berbicara.Rangkaian unjuk rasa ini dimulai Desember 2010 setelah seorang pedagang buah dan sayur membakar dirinya sendiri sesudah polisi menyita dagangannya dengan alasan tidak memiliki izin. Peristiwa ini merupakan gejolak sosial dan politik paling dramatis dalam tiga dekade terakhir dan telah mengakibatkan sejumlah kematian dan kerusakan.

Unjuk Rasa Tunisia (sumber : hepyes, newstimeafrica, old.uniknya.com)

2. Revolusi Mesir 2011

Revolusi Mesir 2011 adalah demonstrasi besar-besaran yang terjadi di seluruh Mesir menuntut agar Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun untuk melepaskan jabatannya. Aksi ini merupakan salah satu aksi revolusi seperti yang terjadi di Tunisia Pemerintah berusaha meredam usaha para demonstran yang menggalang aksinya dari internet dengan cara memberhentikan saluran internet dan komunikasi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Putra dari Presiden, Gamal Mubarak dilaporkan telah meninggalkan Mesir dan menuju London bersama keluarga. Setelah demonstrasi berlangsung selama 18 hari, akhirnya Presiden Mubarak mundur pada tanggal 11 Februari 2011.

sumber : newshopper.sulekha.com

3. Demonstrasi Bahrain 2011

Demonstrasi Bahrain 2011 adalah serangkaian demonstrasi di Bahrain, sebuah negara di kawasan Teluk Persia. Protes ini menjadi salah satu dari rangkaian protes di sejumlah negara Arab di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara pada 2010-2011. Protes rakyat Bahrain ini awalnya bertujuan untuk mencapai kemerdekaan politik yang lebih besar serta kesetaraan bagi penduduk penganut mazhab Syi’ah, dan kemudian berkembang menjadi seruan untuk mengakhiri sistem monarki di Bahrain setelah terjadinya serangan malam yang memakan korban jiwa pada 17 Februari terhadap para demonstran di Monumen Mutiara, kota Al-Manamah. Para pemrotes di Al-Manamah telah berkemah selama berhari-hari di sekitar Monumen Mutiara, lokasi yang berfungsi sebagai titik pusat aksi protes di sana. Setelah sebulan, pemerintah meminta bantuan pasukan militer dan polisi dari Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk, yang tiba pada tanggal 14 Maret. Sehari kemudian, raja Bahrain memberlakukan darurat militer dan menyatakan keadaan darurat negara selama tiga bulan.Sehari kemudian, pasukan keamanan melakukan tindak kekerasan terhadap para pemrotes di Alun-alun Mutiara, sehingga memicu kecaman internasional.

Demonstrasi Bahrain 2011 (sumber : meenakon.com)

4. Revolusi Libya 2011

Perang sipil Libya 2011 atau dikenal sebagai Revolusi Libya, adalah sebuah konflik bersenjata yang sedang berlangsung di negara Libya (Afrika Utara) yang terjadi antara pasukan yang setia pada Muammar Kaddafi dan rezim-nya melawan pasukan oposisi dukungan Amerika dan Sekutu. Situasi ini dimulai pada 15 Februari 2011 sebagai serangkaian protes damai yang berhadapan dengan kekuatan militer oleh rezim Kaddafi. Protes meningkat menjadi pemberontakan yang menyebar di seluruh negeri, dengan kekuatan yang menentang Kaddafi yang membentuk pemerintahan dimana Benghazi sebagai basisnya. Pemerintahan tersebut bernama Dewan Transisi Nasional yang tujuannya adalah untuk menggulingkan pemerintah yang dipimpin Kaddafi dan mengadakan pemilihan demokratis.

Sampai 16 September 2011, gerakan ini mencapai klimaknya dengan dikuasainya ibukota Tripoli oleh pasukan Dewan Transisi Nasional. Walaupun pertempuran masih berlangsung dan perburuan terhahadap Kaddafi terus diintensifkan, banyak negara di Eropa, Afrika termasuk PBB akhirnya mengakui Dewan Transisi Nasional sebagai wakil hukum sah dari dari negara Libiya.

Sumber : iranrev2011.iyobo.com

5. Demontrasi Suriah 2011

Pemberontakan Suriah 2011 adalah konflik internal yang sedang berlangsung di Suriah. Protes dimulai tanggal 26 Januari 2011, dan meningkat ke pemberontakan 15 Maret 2011. Pemberontakan ini dipengaruhi oleh protes bersamaan di wilayah tersebut (Arab Spring). Tuntutan pengunjuk rasa adalah mundurnya Presiden Bashar al-Assad berikut Partai Baath yang berkuasa. Selain itu, dimungkinkannya hak yang sama bagi kelompok etnis Suriah dan agama, dan kebebasan politik yang luas, seperti kebebasan pers, berbicara dan berkumpul.

Seperti gerakan-gerakan revolusioner di Tunisia dan Mesir, bentuk protesyang sama termasuk pawai dan aksi mogok makan, serta vandalisme milik pemerintah dan kerusuhan toko-toko, terjadi sebagai bentuk berkelanjutan perlawanan sipil. Beberapa kelompok Islam di Utara Suriah telah mengambil keuntungan dari protes untuk memulai serangan terhadap pemerintah. Lebih dari 3.000 pengunjuk rasa telah tewas, banyak lainnya terluka, dan ribuan ditahan. Puluhan tahanan dilaporkan telah disiksa dan dibunuh.

Sumber : ynetnews.com

Tambahan:

 

6. Demontrasi Yaman 2011

Demontrasi 2011 di Yaman mengikuti tahap-tahap awal Revolusi Tunisia dan terjadi bersamaan dengan Revolusi Mesir dan protes massa lainnya di Timur Tengah pada awal 2011. Pada tahap awal, protes di Yaman awalnya terhadap pengangguran, kondisi ekonomi dan korupsi, serta terhadap usulan pemerintah untuk mengubah konstitusi Yaman. Namun seiring dengan eskalasi politik yang semakin meningkat, tuntutan demonstran bergeser pada Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh untuk mengundurkan diri.
Lebih dari 16.000 demonstran berlangsung di Sana’a, ibukota Yaman, pada tanggal 27 Januari. Pada tanggal 2 Februari, Saleh mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri untuk pemilihan kembali pada tahun 2013. Pada tanggal 3 Februari, 20.000 orang protes terhadap pemerintah di Sana’a, Aden, sebuah kota pelabuhan Yaman selatan, yang dikenal sebagai “Hari Kemarahan” yang disebut oleh Tawakel Karman, sementara prajurit, anggota bersenjata Kongres Umum Rakyat dan banyak pemrotes menggelar demonstrasi pro-pemerintah di Sana’a. Dalam sebuah “Jumat Kemarahan” pada tanggal 18 Februari, puluhan ribu warga Yaman ikut ambil bagian dalam anti- demonstrasi pemerintah di Taiz, Sana’a dan Aden.(**)

Sumber: Dari berbagai sumber, old.uniknya.com, September 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com