5 Wisata Gua di Jawa Barat (Bagian II-Habis)

Oleh : Jalaksana Winangoen

[UNIKNYA.COM]: Bosan dengan wisata yang itu-itu juga? Cobalah dengan  sesuatu yang baru. Pacu adrenalin Anda, dengan menjelajahi lorong-lorong sempit dan gelap dalam 5  gua alam dan buatan di Jawa Barat. Berikut 5 wisata Gua di Jawa Barat:

1. Gua Sunyaragi, Kab. Cirebon

Sebuh situs unik di pinggiran Kota Cirebon menunggu kunjungan Anda. Tamansari Goa Sunyaragi, menempati lahan seluas 15.000 m², merupakan milik Keraton Kasepuhan secara turun temurun dan sebagian tanahnya dimiliki oleh Pemerintah di Kota Cirebon. Bentuknya yang unik dengan rongga-rongga dan lorong-lorong yang berliku dan gelap meyerupai gua membuatnya dikenal dengan Gua Sunyaragi. Situs ini awalnya merupakan Taman Kelangenan (taman kenikmatan) atau Taman Sari, yang fungsi utamanya untuk berkhalawatan atau menyepi, maka dikenal pula sebutan taman Kelangenan Sunyaragi (‘sunya’ berarti sunyi, sepi; ‘ragi’ seperti raga).

 

Gua Sunyaragi, Kab. Cirebon (sumber: blogspot.com,old.uniknya.com)

 

Kesan sakral yang akan Anda lihat berasal dari lorong-lorong bekas tempat berkhalawat (pertapaan), kolam-kolam pemandian (petirtaan), altar-altar mirip tempat pemujaan, dan benda-benda arkeologis lainnya yang bersifat spiritual. Kesan profan lebih banyak didukung oleh adanya bangunan-bangunan bentuk joglo dan relief-relief kembang kaningaran serta benda-benda arkeologis berupa artefak logam, kayu dan keramik.

Secara visual, motif Wadasan dan Mega Mendung ini sangat mendominasi di sebagian besar tembok kompleks Gua Sunyaragi. Pasangan-pasangan batu karang ditata sedemikian rupa sehingga membentuk corak Wadasan dan Mega Mendung. Kemudian bagian-bagian tertentu dilengkapi pula dengan motif-motif tanaman rambat, baik berupa patran maupun simbaran. Di situs ini, motif Wadasan dan Mega Mendung diyakini merupakan simbol kehidupan. Mega melambangkan langit atau udara sedangkan Wadas yang berarti batuan melambangkan bumi. Sedangkan motif-motif tanaman merambat, patung-patung hewan dan manusia melambangkan isi dari dunia yang memiliki bumi dan langit beserta isinya.

Selain suasana gaya klasik, Gua Sunyaragi dilengkapi juga dengan gaya Tiongkok kuno seperti ukiran kembang kanigaran, bentuk bunga persik, matahari dan teratai serta penempelan keramik-keramik Cina pada dinding yang tidak terlalu tinggi. Hal ini dapat dimaklumi, karena ketika dibangunnya Goa Sunyaragi, banyak sekali bantuan yang diperoleh dari orang-orang Cina, terutama keturunan pengikut Puteri Ong Tien Nio isteri Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Kalijaga).

 

2. Gua Lalay, Kab. Sukabumi

Siapa yang tidak kenal sebuah gua wisata dengan jutaan kelelawar yang hidup di dalamnya. Lokasi yang dekat dengan tempat wisata Pelabuhan Ratu ini menyimpan berbagai keunikan tersendiri. Sejak tahun 1937, Gua Lalay telah menjadi catatan tersendiri bagi para ilmuwan Belanda waktu itu. Sebuah kunjungan ilmiah pernah dilakukan di lokasi gua ini tepatnya 7 November 1937. Sedangkan gambar di Gua Lalay tersebut di publikasi tahun 1938 dalam sebuah jurnal de Tropische Natuur. Jaman dulu, Pelabuhan ratu lebih dikenal dengan Wijnkoopsbaai dan dalam kunjungan ilmiah waktu itu lebih banyak mengupas vegetasi di sekitar kawasan tersebut. Barisan ratusan ribu kelelawar yang meliuk-liuk, menyerupai “awan hidup” yang keluar dari Gua Lalai, merupakan atraksi yang sangat menarik di waktu sore hari.
Terletak di Pelabuhan Ratu dengan koordinat 7°1,128′S 106°32,599′E, mempunyai fasilitas Mushola, tempat parkir dan MCK, pengunjung dapat melihat jutaan kelelawar yang keluar dari dalam Goa, biasanya jutaan kelelawar tersebut akan keluar dari Goa sekitar jam 17.00.

 

Gua Lalay, Kab. Sukabumi (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id,old.uniknya.com)

 

3. Gua Belanda, Kota Bandung

Masukilah dan bayangkan kondisi tentara dulu ketika harus berjuang di dalam goa ini. Dibangun oleh Belanda pada awal tahun 1941, goa ini menembus Perbukitan Pakar di Bandung utara. Goa ini merupakan kawasan yang sangat menarik bagi strategi militer Hindia Belanda dikarenakan lokasinya yang terlindung dan begitu dekat pusat kota Bandung. Karena lokasinya itu juga, menjelang Perang Dunia ke-II pada awal tahun 1941, militer Hindia Belanda membangun stasiun radio komunikasi. Pada masa kemerdekaan, goa ini dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan mesiu, selain sebagai jaringan gua didalam perbukitan batu pasir tufaan.

 

Gua Belanda, Kota Bandung (sumber: flickr.com,old.uniknya.com)

 

4. Gua Jepang Pananjung, Kab. Ciamis

Gua Jepang terletak di kawasan cagar alam pananjung Pangandaran dengan koordinat 7°42,336′S 108°39,379′E, Perang Pasifik atau Perang Asia Timur raya terjadi pada tanggal 8 Desember 1941, diawali serangan mendadak Angkatan Udara Dai Nippon ( Jepang ) ke pelabuhan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour ( Hawai ).
Pada tanggal 18 Maret 1941 balatentara Dai Nippon menduduki seluruh pulau Jawa dan Madura dan pemerintah Hindia Belanda ( sekutu ) menyerah tanpa syarat kepada balatentara Dai Nippon.
Penyerahan daerah jajahan dilakukan di kalijati – Subang oleh Letnan Jenderal H. Ter poorten atas nama seluruh angkatan perang sekutu di Indonesia kepada Letnan Jenderal Imamora Hitoshi atas nama Kemaharajaan Jepang. Gua Jepang di kawasan ini dibuat selama periode perang Dunia Kedua ( 1941 – 1945 ) dengan menggunakan kerja paksa selama kurang lebih 1 tahun. Gua Jepang ini terbuat dari tembok beton yang tertimbun tanah sebagai benteng pertahanan dengan lubang – lubang pengintai ke arah laut untuk mengawasi pendaratan oleh pihak sekutu.

 

Gua Jepang Pananjung, Kab. Ciamis (sumber: disparbud.jabarprov.go.id,old.uniknya.com)

 

5. Gua Lanang, Kab. Ciamis

Gua Lanang terletak  didalam kawasan cagar alam pananjung Pangandaran dengan koordinat 7°42,442′S 108°39,508′E, dimana menurut legenda dulunya Gua Lanang merupakan keraton Kerajaan Pananjung dengan Rajanya bernama Prabu Anggalarang dan Permaesurinya Dewi Siti Samboja yang dikenal dengan nama Dewi Rengganis dengan dibantu oleh Patih Aria KIdang Pananjung.
Raden Anggalarang adalah putra Prabu Haur Kuning seorang raja kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggang kemudian mendirikan kerajaan Pananjung atas kemauannya sendiri, walaupun ayahnya telah memperingatkan dengan alasan tidak akan berjaya karena rawan gangguan dari para Bajo ( bajak laut ), Raden Anggalarang tetap pada pendiriannya karena daerah Pananjung merupakan tempat yang cocok bagi dirinya untuk mendirikan pusat pemerintahan.
Prabu Anggalarang adalah seorang laki – laki yang gagah dan sakti sehingga dijuluki ” Sang Lanang ” dan gua ini merupakan tempat tinggalnya maka disebut ” Gua Lanang “.

Gua Lanang, Kab. Ciamis (sumber: disparbud.jabarprov.go.id,old.uniknya.com)

 

Catatan:

Ada lagi satu tempat,  dengan kegiatan penambangannya  yang menarik dan inipun dapat Anda kungjungi dalam barisan daftar wisata Gua di Jawa Barat.

Tambang Emas Pongkor, Kab. Bogor

Objek yang dimiliki oleh Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini pertama kali dieksploitasi pada tahun 1974. Di sini Anda dapat melihat proses penambangan emas yang harus melalui serangkaian proses pengeboran, peledakan, pengerukan, pengangkutan, dan penimbunan kembali. Untuk mendapatkan emas dari urat-urat ini, Antam membangun terowongan utama berdiameter 3,3 meter setinggi 3 meter. Apabila terus diikuti, terowongan ini akan tembus ke Gunung Pongkor yang jauhnya sekitar 4 kilometer. Pintu dari portal beton adalah satu-satunya tempat keluar masuk lokasi penambangan.
Dalam terowongan ini, terdapat 4 lubang besar sebagai ventilasi. Dengan ventilasi semacam ini, orang bisa tahan tinggal selama dua hari dalam terowongan tanpa harus kehabisan udara bersih. Apabila ingin memasuki terowongan emas, segala  peraturan penambangan harus dipatuhi, mulai dari kartu asuransi, memakai sepatu bot, berbaju wearpack, hingga berhelm yang bertengger senter di atasnya serta tidak lupa, masker pun harus dikenakan. (**)

 

Tambang Emas Pongkor, Kab. Bogor (sumber: wartakota.co.id.)

 

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id, old.uniknya.com, Agustus 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com