5 Pencurian Karya Seni atas Perintah Hitler

Oleh: Galih Pakuan

[UNIKNYA.COM]:  Sebelum Perang Dunia I terjadi, Adolf Hitler adalah seorang praktisi seni, ia mengalami pengalaman pahit saat dinyatakan tidak lulus ujian masuk sebuah akademi seni di Wina. Adolf terlalu serius mengartikan pengalaman pahitnya itu, terbukti ketika ia berkuasa selama 12 tahun sebagai penguasa Jerman, semua industri kesenian ia hancurkan. Pihak Nazi merusak dan mencuri karya seni di kawasan Eropa, sebanyak 750. 000 karya seni dicuri Nazi dalam kurun waktu tahun 1933 hingga 1945. Berikut lima karya seni dari ribuan yang telah dicuri oleh Hitler:

 

1. Patung Madonna of Brugges

Michelangelo (1475-1564) adalah seorang pelukis, pemahat, yang hidup di zaman renaisans, salah satu karya monumentalnya adalah sebuah patung yang dinamainya “Pieta and David.”

Pada awal tahun 1500-an, Michelangelo membuat karya seni patung dan menjadikannya maha karya terbaik yang pernah dibuatnya, Madonna of Brugges. Sebuah patung yang terbuat dari marmer, memiliki tinggi 128 cm. Madonna of Brugges merupakan sebuah penggambaran Bunda Maria dan bayi Yesus Kristus, yang memiliki perbedaan jauh dengan patung-patung lainnya yang bertemakan sama.

Patung Madonna of Brugges mengalami dua kali pemindahan tempat  pertama pada tahun 1794 ketika terjadi penaklukan Austria oleh kaum revolusionaris Prancis, Madonna pun dikapalkan menuju Belanda. Disaat bersamaan Napoleon, sang pemimpin revolusi, juga menginginkanya untuk berada di Prancis.

Pemindahan yang kedua terjadi pada tahun 1944, masa pendudukan tentara Nazi Jerman di Belgia. Saat ini patung Madonna of Brugges berada di sebuah gereja “Our Lady of Brugges, di Belgia.” Ia berada di  tempat yang telah menjadi rumahnya sejak tahun 1514, dan diharapkan untuk selamanya.

Madonna of Brugges (Sumber:2.bp.blogspo)

 

2. Lukisan Potrait fo Dr. Gachet

Pada tahun 1933, pelukis kenamaan Belanda, Vincent Van Gogh, telah menuliskan nama Adolf Hitler dalam sebuah daftar sebagai artis yang mengalami gangguan jiwa. Banyak karya Vincent yang dicuri, salah satunya adalah lukisan Potrait of Dr. Gachet. Sebulan sebelum  Vincent memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, dia membuat dua salinan lukisan Potrait of Dr. Gachet yang berbeda.

Sementara kaitannya dengan Adolf Hitler, pihak Nazi Jerman tidak mencurinya dari seorang kolektor pribadi, melainkan merampas langsung dari Museum Stadel  di Kota Frankfurt, Jerman. Museum Stadel telah memiliki lukisan ini sejak 1911.

Namun dalam tubuh pemerintahan Nazi terdapat seorang perwira egois bernama Herman Göring, yang menjual lukisan Potrait of Dr. Gachet, dan lukisan ini pun beberapa kali berganti pemilik. Keberadaan lukisan Van Gogh yang satu ini, banyak mengundang pertanyaan dan keraguan. Yang terakhir dikatakan bahwa lukisan ini terdapat di Musée d’Orsay, di kota Paris, Prancis.

Portrait of Dr.Gachet (Sumber:carolwallacebooks)

 

3. Lukisan Potrait of Adele Bloch-Bauer I

Gustav Klimt adalah seorang pelukis simbolis asal Austria. Selama hidupnya, Klimt telah menghasilkan berbagai karya lukisan potrait, mural, dan sketsa.  Ia memiliki ciri khas karena setiap subjek dari karyanya adalah sosok perempuan.

Pada tahun 1904 , Ferdinand Bloch-Bauer menyewa jasa Gustav klimt untuk membuat lukisan potrait istrinya, Adele. Proses pelukisan potrait ini menghabiskan waktu tiga tahun untuk dinyatakan selesai sepenuhnya, karena potrait ini dilukiskan dengan cat minyak dan emas pada kanvasnya.

Adele Bloch-Bloch Bauer meninggal akibat meningitis pada 1925. pada tahun 1938, semua properti miliki Ferdinand Bloch-Bauer disita dan disimpan oleh pihak partai nasional sosialis (NAZI), bahkan selama peperangan semua yang dimiliki oleh Ferdinand diambil secara paksa. Ferdinand meninggal pada November 1945, di kota Zurich, Swiss.

Ferdinand tidak pernah mendonasikan lukisannya kepada museum, namun keturunan Ferdinand yang masih hidup sangat sulit untuk mendapatkannya kembali dari pemerintahan Austria. Hingga pada tahun 1998 ketika pemerintah Austria berniat untuk mengembalikan lukisan yang telah disita oleh Nazi. Akhirnya pada tahun 2006, pengadilan Austria menyatakan bahwa pemilik sah dari lukisan potrait ini  adalah Maria Altmann, salah seorang ahli waris Bloch-Bauer.

Sekarang lukisan Potrait of Adele Bloch-Bauer I ini berada di Kota New York, karena Maria Altmann telah menjualnya seharga 135 juta USD. Lukisan potrait karya Gustav Klimt memang sangat langka dan  bernilai.

Potrait of Adele Bloch-Bauer I (Sumber:myicore)

 

4. Lukisan Place de la Concorde

Edgar Degas adalah seorang pelukis yang disebut-sebut sebagai salah satu perintis pergerakan seni impresionisme. Ia adalah salah satu seniman Prancis popular selama abad 19. Lukisan Place de la Concorde dibuat oleh Edgar pada tahun 1875, yang menggambarkan sosok pria yang sedang merokok, Vicomte Ludovic-Napoleon Lepic , bersama putri dan anjingnya. Lukisan ini merupakan salah satu karya Edgar yang terbaik.

Setelah kehancuran pemerintahan Nazi Jerman, Tentara Merah Rusia menginvasi Kota Berlin sebagai sasaran utamanya. Selama masa invasi inilah, pihak Soviet menemukan ratusan karya seni yang disembunyikan oleh pemerintahan Nazi di Jerman. Bahkan Soviet dikritik oleh berbagai kalangan di dunia karena tidak melaporkan penemuannya ini.

Hingga pada tahun 1991, hal tersebut diketahui oleh dunia, karena berbagai karya seni yang didapatnya dari Jerman dipajangkan di museum St Petersburg, Rusia. Setelah didesak secara ‘intensif’ pada tahun 1994 pemerintah Rusia mengatakan bahwa di museum mereka (St.Petersburg) terdapat karya seni yang merupakan hasil rampasan dari Jerman.

Place de la Concorde (Sumber:theamk)

 

5. Lukisan St. Justa and St. Rufina

Bartolome Esteban Murillo adalah salah satu pelukis Spanyol yang terkenal, hidup di abad 17, dan dikenal sebagai pelukis barok. Murillo dikenal dengan karyanya yang relijius, namun juga melukiskan sebuah potrait keseharian. Pada tahun 1943, pasukan sekutu membentuk sebuah koalisi untuk menjaga dan melindungi berbagai benda seni yang bernilai dan museum nasional.

Kelompok ini kemudian dikenal dengan nama ‘monument men’, yang sangat berjasa dalam mengembalikan karya seni kepada yang berhak memilikinya, khususnya yang dirampas oleh pasukan Nazi Jerman.  Di negara Jerman sendiri, tentara sekutu Amerika Serikat menemukan  sebanyak 1.500 karya lukis dan obyek seni lainnya. Hingga sekarang kelompok ‘monument men’ masih ada,  namun misinya lebih kompleks karena mereka harus melacak dan mengembalikan karya seni. (**)

St. Justa and St. Rufina (Sumber:oilpaintinghk)

 

Sumber: Toptenz, 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Exit Jangan Lupa Klik Like/Suka www.uniknya.com